AYOJAKARTA.COM – Rismon Sianipar belakangan ini tengah menyuarakan kebenaran di balik kasus Jessica Wongso.
Sejak tahun 2016, di mana ia sempat dihadirkan oleh pengacara Jessica Wongso sebagai saksi ahli digital forensik, selalu meyakini ada rekayasa CCTV yang menjadi bukti utama dalam kasus tersebut.
Meski 7 tahun telah berlalu, ia semakin yakin dan siap membongkar fakta sebenarnya di balik kasus Jessica Wongso.
Dalam tayangan YouTube Balige Academy, dikatakan bahwa pada tanggal 10 Agustus 2016, saksi ahli digital forensik Christopher Hariman Rianto ditanya oleh Jaksa Hari Wibowo mengenai image color summarizer.
Rismon Sianipar mengungkapkan bahwa Christopher telah menipu Jaksa Hari Wibowo karena mengatakan bahwa image color summarizer merupakan sebuah aplikasi berstandar internasional dalam dunia forensik digital.
“Ada fakta lagi bagaimana Jaksa Hari Wibowo dan penipu rekayasa Christopher Hariman Rianto untuk menegaskan perbandingan warna kopi yang berstandar internasional,” ujar Rismon Sianipar dikutip AyoJakarta.com pada Rabu, 31 Januari 2024.
Ahli digital forensik yang juga sebagai akademisi ini menyebut bahwa Christopher menjawab dengan menipu jaksa, dengan mengatakan bahwa image color summarizer adalah aplikasi berstandar internasional untuk forensik digital.
Padahal menurutnya, aplikasi tersebut merupakan website gratis dan semua orang bisa mengaksesnya.
“Kalau jaksa sudah mau menang-menangan ya masa website gratis diakui sebagai standar internasional bagi digital forensik, padahal software mereka katanya Interpol FBI CIA,” kata Rismon Sianipar.
“Itulah kalau sudah menipu teruslah menipu, Christopher Hariman Rianto ini lah,” sambungnya.
Baca Juga: Dianggap Bungkam dan Cari Aman di Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Singgung Peran Jaksa Agung
Rismon Sianipar juga membeberkan bagaimana Christopher Hariman Rianto melakukan rekayasa dalam kasus Jessica Wongso.
Menurutnya adalah sebuah frame video CCTV, perbandingan warna yang dilakukan oleh Christopher telah melanggar kaidah ilmiah.
Yaitu di mana warna video saat frame kopi Vietnam yang disajikan Agus Triono di-downscale dari 1920x1080 pixel menjadi 960x576 pixel.
Berbeda dengan frame di mana warna kopi yang pada saat itu saat diambil oleh Sari setelah Wayan Mirna meminum kopi tetap dipertahankan di 1920x1080 pixel.
Rismon Sianipar juga tidak habis pikir dengan Jaksa Hari Wibowo yang percaya dengan apa yang disampaikan oleh Christopher padahal bukti CCTV telah direkayasa.
“Parah sekali, ini Pak Jaksa Agung kualitas anak buah Anda bernama Hari Wibowo yang sekarang menempati posisi penting di Kejaksaan Tinggi Jakarta Pusat kalau nggak salah,” ungkapnya.
“Inilah Pak Jaksa Agung, bukti yang sudah direkayasa untuk membandingkan warna kopi upload website gratis dan diakui standar internasional. Lurar biasa penipuan berkali-kali lipat,” tandasnya.***

Share this article
Rismon Sianipar juga membeberkan bagaimana Christopher Hariman Rianto melakukan rekayasa dalam kasus Jessica Wongso.