AYOJAKARTA.COM -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menanggapi data soal deforestasi yang disampaikan oleh cawapres nomor urut 3 Mahfud MD pada saat debat.
Diketahui, dalam debat cawapres Mahfud MD sempat menyinggung deforestasi hutan di Indonesia.
Siti Nurbaya mengatakan data deforestasi yang disampaikan oleh Mahfud MD pada saat debat tidaklah benar.
“Itu datanya enggak kayak gitu. Datanya salah. Saya enggak mau ngomong orangnya, datanya salah,” kata Siti dikutip dari kanal YouTube Kompas TV Pontianak, Selasa (23/1/2024).
Siti mengungkapkan seseorang harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan deforestasi.
Kemudian, Siti berpendapat seseorang juga harus mengetahui bagaimana melihat serta menghitungnya.
“Dia harus ngerti deforestasi itu apa sih dan cara melihatnya bagaimana dan cara ngitungnya bagaimana,” ungkapnya.
Siti menjelaskan bahwa deforestasi yang terbesar terjadi pada tahun 2015 silam dengan angka 1,01 juta hektare.
Kemudian, Siti juga mengungkapkan bahwa deforestasi di Indonesia terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
Hingga pada akhirnya di tahun 2022, angka tersebut turun menjadi 104 ribu hektare.
“Jadi yang paling besar memang tahun 2015 itu 1,01 juta hektare. Tapi setelah itu turun jadi 600 ribu hektare, turun lagi jadi 480 ribu hektare, turun jadi 440 ribu hektare, turun turun terus dan pada tahun 2022 sudah tinggal 104 ribu hektare,” jelasnya.
Sebelumnya dalam debat cawapres yang dilaksanakan pada Minggu (21/1/2024), Mahfud sempat menyinggung soal deforestasi.
Mahfud menuturkan dalam 10 tahun terakhir telah terjadi deforestasi 12,5 juta hektare.
“Saya mencatat juga tambang ilegal sebanyak 2500 tapi juga ada yang lebih dari itu. Dalam 10 tahun terakhir terjadi deforestasi 12,5 juta hektare hutan kita. itu jauh lebih luas dari Korea Selatan dan 23x luasnya pulau Madura,” sebut Mahfud dikutip dari kanal YouTube Metro TV.***

Share this article
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan data deforestasi yang disampaikan oleh Mahfud MD pada saat debat tidaklah benar.