AYOJAKARTA.COM – Setelah sempat mencuri perhatian warganet di platform X, penghentian tayang atau takedown videotron bergambar Anies Baswedan kembali menjadi sorotan.
Sebelum di-takedown tanpa alasan yang jelas, videotron bergambar Anies Baswedan sempat tayang selama sehari di kawasan Jakarta dan Bekasi.
Namun ijin penayangan videotron bergambar Anies Baswedan yang sedianya berlangsung selama sepekan, mendadak mengalami perubahan.
Akibat perubahan mendadak tersebut, jutaan pengguna akun X kemudian mempertanyakan soal aksi takedown tersebut sehingga menjadi perbincangan.
Gerakan organik atau non-afiliasi dengan Timnas Amin dari para simpatisan capres nomor urut satu yang bersifat kolektif kali ini kembali mencuri perhatian.
Sebab, meski videotron Anies yang terpampang di kota Jakarta dan Bekasi sudah dihentikan penayangannya; hal berbeda justru bermunculan d kota lain di Indonesia.
Videotron Anies kini bermunculan di pusat-pusat kota besar Indonesia seperti Surabaya, Gorontalo, Aceh, Medan dan kota-kota besar lain.
Berbeda dengan penayangan di Jakarta dan Bekasi, videotron Anies di ketiga kota tersebut masih bertahan hingga lebih dari 24 jam.
Terkait dengan penghentian tayang videotron tersebut, Ari Yusuf Amir selaku Ketua Tim Hukum Nasional Timnas Amin memberi tanggapan.
Menurut Ari, penayangan videotron merupakan inisiasi dari sejumlah pendukung Amin yang tidak berafiliasi dengan Timnas Amin.
Adanya gangguan terhadap para simpatisan Amin ini, menurut Ari merupakan hal yang sangat disayangkan.
Karena itu, Timnas Amin berharap agar Bawaslu di kota Jakarta dan Bekasi bisa melakukan penyelidikan terkait dengan aksi takedown tersebut.
“Kenapa ini bisa terjadi? kami sudah melakukan investigasi dan pihak vendor atau pihak ketiga tidak ada masalah,” ungkap Ari, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Kamis, 18 Januari 2024.
Lebih lanjut Ari menambahkan, akar persoalan munculnya penghentian tayang videotron bersumber dari pihak pengelola gedung.
Pengelola gedung, menurut Ari sempat mendapat perintah melalui penelepon misterius untuk berhenti menayangkan videotron tersebut.
Terkait dengan adanya anggapan yang menyebut ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dari penayangan videotron, Ari memberi tanggapan.
“Kalau ada tekanan itu wajar saja, karena yang sudah-sudah kalau berbau pihak Amin selalu ada masalah-masalah yang muncul,” tegas Ari.
Karena itu, Timnas Amin berharap agar Bawaslu sebagai salah satu wasit di kontes demokrasi bisa secara serius menjalankan perannya.
Bawaslu menurut Ari bukan saja harus memastikan keamanan dari para peserta pemilu, tetapi juga menjamin kebebasan dalam berkampanye.
“Silakan Bawaslu mengecek siapa yang memerintahkan dan melarang agar videotron itu diturunkan,” pinta Ari.***

Share this article
Meski videotron Anies yang terpampang di kota Jakarta dan Bekasi sudah dihentikan penayangannya; hal berbeda justru bermunculan d kota lain.