AYOJAKARTA.COM – Pada perhelatan Pemilu 2024, terdapat sebanyak 9.917 calon anggota legislatif DPR yang akan memperebutkan sebanyak 580 kursi di Senayan, Jakarta.
Dari ribuan jumlah calon anggota legislatif peserta Pemilu 2024 tersebut, sebanyak 76 di antaranya merupakan tokoh kenamaan yang sudah dikenal.
Para pemilih biasa menyebut para calon anggota legislatif peserta Pemilu 2024 tersebut dengan sebutan caleg artis atau caleg selebriti.
Nama-nama kondang seperti Melly Goeslaw, Nafa Urbach, Uya Kuya atau Denny Cagur dan deretan publik figur lainnya akan ikut mewarnai Pemilu 2024 mendatang.
Menjadi kader partai dengan membawa visi misi tersendiri, para caleg artis juga berlomba meraih dukungan di daerah pilihan masing-masing.
Baca Juga: Desk Pemilu yang Mahfud MD Dirikan Dicurigai oleh TKN Prabowo-Gibran, Terdapat Kecurangan?
Nama-nama artis yang biasanya tertulis di majalah atau media elektronik, akan ikut terpampang di surat suara bersama caleg lainnya.
Keresahan-keresahan yang mencuat di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari pekerja kreatif, menjadi salah satu alasan para caleg artis terjun ke dunia politik.
Pernyataan tersebut sempat dilontarkan Melly Goeslaw yang merupakan kader Partai Gerindra, serta Denny Cagur yang kini menjadi warga PDIP.
Menurut Melly, salah satu alasan dirinya berani mencalonkan diri sebagai anggota legislatif adalah ikut membenahi regulasi yang berkaitan dengan dunia kreativitas.
Sebab sepanjang karirnya di dunia musik, perhatian pemerintah terhadap para pekerja seni atau seniman masih terbilang rendah, sehingga perlu berubah.
Baca Juga: Ramai Isu Pemakzulan Jokowi Jelang Pemilu, Moeldoko: Jangan Membuat Suasana
“Kita ini nggak ada perhatian dari pemerintah, dengan nyaleg aku berharap bisa benahi regulasi di dalam, karena 13 tahun cuma begitu-begitu aja,” ujar vokalis band Potret, dikutip dari kanal YouTube Mata Najwa, Rabu, 17 Januari 2024.
Sebagai seorang caleg artis dengan latar belakang Sarjana Pendidikan, hal senada juga disampaikan oleh Denny Cagur.
Menurutnya, permasalahan yang menghantui dunia pendidikan di Indonesia dari mulai fasilitas fisik hingga aspek SDM membutuhkan perbaikan.
“Tanda tangan saya sebagai seorang pelawak, tidak bisa menurunkan APBN untuk memperbaiki sekolah,” ungkap Denny Cagur.
Sementara, menurut Uya Kuya yang memiliki latar belakang akademik di bidang politik, keinginan untuk melakukan timbul karena banyaknya intimidasi di masyarakat.
Baca Juga: AWAS Jangan Keliru, Kenali 5 Jenis Surat Suara Pemilu 2024, Ini Perbedaannya!
Perilaku oknum penegak hukum atau pejabat yang justru hadir sebagai musuh masyarakat, menurut Uya perlu dilawan dengan cara terlibat di sistem pemerintahan.
“Kalau sistem hukum segini bobrok, anak-cucu kita kasihan jadi korbannya,” jelas Uya yang merupakan kader PAN.
Menurut Nafa Urbach yang merupakan kader Partai Nasdem, persoalan mengenai kebudayaan dan pariwisata seringkali diabaikan sehingga perlu penanganan.
“Aku rasa isu soal kebudayaan, kesenian, pariwisata itu sama penting dengan isu lain,” ungkap Nafa.***

Share this article
Menjadi kader partai dengan membawa visi misi tersendiri, para caleg artis juga berlomba meraih dukungan di daerah pilihan masing-masing.