AYOJAKARTA.COM - Setelah menjalani perawatan intensif di Singapura, Luhut Binsar Panjaitan mulai kembali disibukkan dengan sejumlah urusan pekerjaan.
Pekerjaan dan pengabdian kepada bangsa, bagi Luhut Binsar Panjaitan merupakan hal prinsipil sebagaimana selalu dipesan oleh Sang Ibu, Siti Frida Naiborhu.
“Luhut, kalau kau bisa berbuat baik, buat saja baik,” tulis Luhut Binsar Panjaitan melalui akun instagramnya, seraya meniru pesan Sang Ibu.
Baca Juga: Ogah Cari Suara ke IKN, Anies Baswedan: Kami Kampanye ke Tempat yang Ada Orangnya
Pesan puitis tersebut merupakan refleksi ingatan dan bentuk syukur Luhut dalam menyambut Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2023 hari ini.
Kalimat yang masih melekat di dalam ingatan tersebut, selalu disampaikan Sang Ibu setiap kali membagikan potongan ikan tongkol ketikan waktu makan.
“Ikan Tongkol selalu menjadi menu wajib kami semasa tinggal di Pekanbaru dahulu,Ibu selalu mengulang-ulang ucapan itu,” tulis Luhut.
Tanpa mengesampingkan peran Ayah di dalam sebuah keluarga, peran Ibu bagi Luhut merupakan hal utama setiap anak.
Kendati Sang Ibu hanya lulusan Sekolah Rakyat, Luhut dan seluruh saudaranya berhasil memiliki pendidikan yang tinggi.
Dari beberapa saudara kandungnya, salah seorang adik Luhut bahkan sampai ada yang memperoleh gelar Ph. D.
Bagi Luhut, sosok Ibu adalah sekolah perdana bagi anak-anaknya, sebab di dalam buaiannya kasih sayang Tuhan Yang Maha Esa menjelma untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Berani Coba? 5 Hal Sederhana Ini Bisa Buat Hidupmu Berubah, Ada Stop Naik Kendaraan?
“Ibu saya adalah seorang perempuan yang tak mau berkompromi mengenai hal-hal yang prinsipil dalam hidup,” tulis Luhut.
Karakteristik semacam itulah yang kemudian, disadari Luhut telah menjadi bagian dalam diri dan membentuknya hingga hari ini.
Sebagaimana dituliskan oleh Luhut dalam unggahannya yang menyebut bahwa anak lelaki sulung adalah versi mini dari ibunya.
Dari banyaknya pelajaran berharga yang didapat dalam hidup, Luhut merasa semakin beruntung setelah bertemu dengan Devi Pandjaitan, Sang Istri.
Bagi Luhut yang baru saja pulih dari sakit, sosok sang istri merupakan perempuan tangguh namun ikhlas karena menjalankan dua peran orang bagi anak-anaknya.
Pengabdian sebagai seorang prajurit di masa lalu, sering memaksa Luhut untuk terpaksa meninggalkan istri dan anak-anaknya.
“Tangan yang memegang buaian adalah tangan yang paling kuat di dunia, dan saya sependapat,” tegas Luhut.
Karena itu, di Hari Ibu ini Luhut berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia baik ibu yang bekerja atau ibu rumah tangga untuk menjalankan tugas mulianya.
“Selama mengajarkan pendidikan karakter yang baik bagi anak-anak, kalian semua punya peranan sentral dalam membangun sebuah bangsa,” tulisnya. ***

Share this article
Setelah menjalani perawatan intensif di Singapura, Luhut Binsar Panjaitan mulai kembali disibukkan dengan sejumlah urusan pekerjaan.