AYOJAKARTA.COM - Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menegaskan tekad pasangan calon nomor urut dua itu untuk sepenuhnya meneruskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Komitmen Prabowo-Gibran jelas, 100 persen Ibu Kota Nusantara harus dilanjutkan. Ini demi masa depan bangsa dan sudah menjadi amanat konstitusi,” ucap Komandan TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio dikutip dari republika.co.id.
Budisatrio menjelaskan bahwa IKN adalah langkah yang strategis dan visioner yang telah dimulai oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan karenanya, perlu dipertahankan.
“Pak Presiden sudah meletakkan sebuah fondasi untuk memulai pemerataan. Ini bisa dipandang sebagai sebuah kebijakan politik strategis bahwa Indonesia sudah memulai keluar dari pola pikir yang Jawa-sentris,” ucapnya.
Menurut Budisatrio, IKN perlu dilihat sebagai momen fokus dalam pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan merata.
“Ke depannya, Pulau Kalimantan terutama Kaltim (Kalimantan Timur) dan Nusantara tidak disebut lagi sebagai daerah, tapi sebagai ibu kota,” ucapnya.
Budisatrio juga menyatakan bahwa Prabowo dan Gibran bersumpah untuk meneruskan IKN, mengingat hal tersebut dianggap sebagai sebuah kewajiban sesuai dengan amanat konstitusi.
“Akhir Oktober lalu, DPR telah sepakat dan mengesahkan Revisi UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN,” katanya.
Dengan mengacu pada undang-undang, Budisatrio menyatakan bahwa setiap orang yang terpilih sebagai presiden memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat tersebut.
Baca Juga: Hadiri Rakerda APDESI, Prabowo Subianto Tegas Tidak Minta Dukungan: Tapi Saya Berharap Ini
“Mempermasalahkan kembali hal ini adalah sebuah kemunduran. Mari kita berpihak pada pemerataan dan masyarakat daerah. Siapa pun presiden nantinya berkewajiban untuk melanjutkan dan untuk pasangan Prabowo-Gibran, kita komit 100 persen IKN dilanjutkan,” ucapnya.***

Share this article
Budisatrio menjelaskan bahwa IKN adalah langkah yang strategis dan visioner yang telah dimulai oleh pemerintahan Jokowi.