AYOJAKARTA.COM -- Dalam pidato sambutan perayaan HUT ke-59 Partai Golkar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memberi tanggapan tentang situasi politik.
Menurut Presiden Jokowi, dinamika politik yang terjadi akhir-akhir ini dipenuhi dengan drama, drakor serta sinetron.
“Terlalu banyak drama, drakor, sinetronnya, sinetron yang kita lihat, mestinya kan pertarungan gagasan, bukan pertarungan perasaan,” ujar Presiden Jokowi saat itu.
Baca Juga: Diberhentikan MKMK, Segini Gaji Pokok dan Tunjangan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman
Presiden Jokowi juga menambahkan, agar sikap jumawa tidak ditunjukkan oleh pemenang dan murka diperlihatkan oleh kontestan pilpres lainnya.
“Mulai dari sekarang yang kita pegang betul, nanti jika menang jangan jumawa dan jika kalah juga jangan murka,”
Guna mencegah lahirnya tanggapan yang salah, Presiden Jokowi enggan untuk menegaskan maksud di balik pernyataannya.
Sehubungan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, beragam persepsi dan opini di kalangan publik menjadi terpantik.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Coba Temukan Anak Laki-laki yang Paling Berbeda, Uji Kemampuan Analisa Kamu!
Sejumlah kalangan dan pengamat-pun mulai saling menanggapi dan berasumsi akan maksud di balik pernyataan Presiden Jokowi.
Menurut Politikus PDIP Deddy Sitorus, maksud Jokowi dengan sinetron dan drama tidak lain adalah serangkaian polemik yang sempat menyita tanggapan publik.
“Dimulai dari tiga periode, penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan, itu kan sinetron semua, kemudian ada Ojo Kesusu, Ojo Grasak-grusuk,” ungkap Deddy.
Dedy menambahkan, selain beberapa kata kunci yang sempat viral tersebut juga masih diselimuti dengan beragam jenis dan nama koalisi.
Baca Juga: Tes IQ: Asah Analisamu dengan Temukan Ayam Paling Berbeda dalam Waktu 4 Detik
Namun demikian, Dedy menilai bahwa puncak dari drama yang dimaksud oleh Jokowi adalah drama Mahkamah Konstitusi dan pencalonan Gibran.
Tidak konsistennya pernyataan yang sempat disampaikan Gibran dengan tindakan, serta endorsement Presiden; menurut Deddy merupakan bentuk lain dari drama.
“Jadi sampai hari ini saya melihat drama, sinetron politik yang terjadi, itu terjadi di lingkungan Presiden atau di Jokowi itu sendiri,” jelasnya.
Mengekor tanggapan warganet, Deddy menilai bahwa semua pernyataan yang dimaksud oleh Presiden Jokowi merupakan cermin atas perilaku Presiden sendiri.
Baca Juga: 4 Tanda Orang Sulit Sukses Dilihat dari Kegiatan Sehari-hari yang Tak Bermanfaat
Karenanya, Deddy berharap agar situasi yang terjadi saat ini tidak lagi melahirkan drama atau sinetron baru, pernyataan Jokowi tidak perlu diucapkan
“Makanya saya berharap Pak Jokowi nggak usah lagi mancing-mancing, udah kerja aja sampai akhir jabatan,” imbuh Deddy.
Namun demikian, Dedy mengakui kehandalan yang dimiliki oleh Presiden Jokowi dengan beragam pernyataan sehingga menjadi pusat perhatian publik.
“Saya melihat Pak Jokowi sedang memainkan sesuatu disini,” ungkap Deddy seperti dikutip Ayojakarta pada Jumat, 10 November 2023 dari Youtube tvOneNews.***

Share this article
Presiden Jokowi menilai dinamika politik saat ini dipenuhi dengan drama, layaknya drakor serta sinetron.