AYOJAKARTA.COM - Edward Tannur seorang politikus dari PKB meminta maaf atas ulah anaknya yang telah membunuh Dini Sera Afrianti (DSA).
Seperti diketahui anak Edward Tannur, Gregorius Ronald Tannur (31) telah tega menganiaya sang kekasih, Dini Dera Afrianti (DSA) hingga tewas.
Kini, anak Edward Tannur, Gregorius Ronald Tannur telah ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan Dini.
Baca Juga: Terkini! Gempa Bumi 3,2 Magnitudo Guncang Bogor Jawa Barat, Tidak Berpotensi Tsunami
Dilansir dari YouTube Kompastv, sebagai ayah pelaku, Edward menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
“Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, dan penyesalan yang mendalam atas meninggalnya almarhuma Dini Sera Afrianti,” kata kata Edward.
Ia pun sangat menyesali atas meninggalnya Dini karena ulah putranya dan tidak menduga ini semua terjadi.
“Saya sangat berbela sungkawa menyesal atas perbuatan Ronald anak saya, karena kejadian ini tidak kita semua duga,” kata Edward.
Dalam konferensi pers tersebut, ia pun menjelaskan bahwa dirinya sebagai orang tua tidak pernah mendidik anaknya berbuat hal yang tidak manusiawi.
Baca Juga: Gempa Terkini: Magnitudo 3,2 Mengguncang Bogor Jawa Barat, BMKG: Belum Ada Aktivitas Gempa Susulan
“Kita sebagai orang tua tidak pernah mengajarkan kepada anak kami untuk berbuat hal yang diluar kemanusiaan atau diluar kebiasaan dia mencederai orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, karena ulah anaknya PKB harus menonaktifkan Edward dari Komisi IV DPR RI.
Untuk diketahui, Ronald dan Dini merupakan sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan selama kurang lebih lima bulan.
Keduanya tinggal bersama di Apartemen Tanglin Orchard di Surabaya Barat.
Ketika kejadian, mereka tengah karaoke bersama teman-teman Ronald di Blackhole KTV Surabaya.
Lalu terjadilah percekcokan antara keduanya hingga berujung penganiayaan dan menewaskan Dini Sera Afrianti.***

Share this article
Ayah Ronald Tannur, Edward Tannur seorang politikus dari PKB meminta maaf atas ulah anaknya yang telah membunuh Dini Sera Afrianti (DSA).