AYOJAKARTA.COM--Sejak diusung sebagai calon presiden pada 3 Oktober 2021 silam, sinyalemen adanya penjegalan terhadap Anies Baswedan terus mencuat ke permukaan.
Penjegalan terhadap Anies Baswedan untuk menuju kursi Presiden yang sebelumnya dianggap wacana dan isapan jempol, justru berbalik terungkap.
Pernyataan akan masih adanya upaya-upaya penjegalan agar Anies Baswedan gagal dalam kontestasi Pemilu disampaikan oleh Sudirman Said.
Menurut Juru Bicara Anies Baswedan tersebut, sejumlah upaya penjegalan juga dapat terlihat dari tawaran-tawaran pemerintah kepada anggota Koalisi Perubahan.
“Bergantian pejabat negara merayu PKS untuk keluar dari koalisi,” kata Sudirman Said dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Ikhtiar Perjuangan 2017 akan Berulang di Tahun 2024
Penggunaan dan pemilihan kata bergantian inilah yang kemudian menjadi bekal pertanyaan bagi sebagian kalangan.
Meski disinyalir ada keterlibatan pejabat negara dalam upaya penjegalan, Sudirman Said enggan untuk memberi jawaban terkait dengan sosok yang mengundang penasaran.
“Tentu saya tidak mau menyampaikan namanya, tetapi yang pasti dan saya menggaris bawahi pernyataan Sekjen PKS, kita sudah mengantisipasi,” jelas Sudirman.
Lebih lanjut, Juru Bicara Anies Baswedan tersebut juga menyatakan bahwa Koalisi Perubahan yang merupakan partai pendukung masih tetap solid.
Lahirnya pernyataan yang disampaikan Sudirman Said tentang adanya upaya penjegalan, diakui memang bukan pertama kali dilakukan.
Baca Juga: Politikus Partai NasDem Mengaku Malu Soal Cawapres Anies Baswedan, Ada Apa?
“Publik sudah tahu juga, banyak yang menulis dan membicarakan, jadi benar sekali kalau dikatakan bergantian artinya lebih dari satu,” jelas Sudirman.
Meskipun suasana dan peristiwa politik dibalik layar terbilang tidak biasa, namun Sudirman menegaskan bahwa hal tersebut wajar dalam sebuah proses menuju perubahan.
Sebab sinyalemen agar Anies Baswedan tidak masuk dalam pantauan radar politik nasional, sudah berlangsung dan terjadi sejak lama.
“Upaya untuk membuat Anies tidak masuk dalam radar politik, sudah jauh terjadi sebelum itu,” terang Sudirman.
Dalam penjelasannya terkait dengan hal tersebut, Sudirman mencontohkan peristiwa pergantian Anies saat menjabat sebagai Mendikbud.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Kian Merosot? Nasdem Nilai Perlu Hat-hati Dalam Memilih Cawapres
“Misalnya ketika menjadi menteri sudah di reshuffle di tengah jalan tanpa alasan mengenai kinerja, kredibilitas, maupun integritas,” jelas Sudirman.
Peristiwa senada juga terjadi dan dialami Anies ketika maju sebagai kontestan dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Terkait beredarnya anggapan bahwa Sandiaga Uno sebagai Menteri Parekraf adalah sosok yang dimaksud sebagai salah satu penjegal bagi Anies, Sudirman memberi pernyataan.
“Saya tidak bisa menyatakan, tapi silakan masyarakat menilai, menimbang dan menganalisis, karena masyarakat sudah cerdas,” pungkas Sudirman.
Demikian tanggapan Juru Bicara Anies Baswedan yang dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 10 Juni 2023 dari kanal Youtube Metro TV. ***

Share this article
sejumlah upaya penjegalan juga dapat terlihat dari tawaran-tawaran pemerintah kepada anggota Koalisi Perubahan.