AYOJAKARTA.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru-baru ini menyuarakan penolakan atas kebijakan ekspor pasir laut yang dilakukan oleh pemerintah.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Twitter miliknya @susipudjiastuti (28/5/2023), ia meminta agar keputusan soal ekspor pasir tersebut dibatalkan.
Menurutnya telah banyak kerugian terhadap lingkungan yang diakibatkan karena aktivitas tersebut.
Baca Juga: Juru Bicara MK Bantah Isu Hasil Putusan Sistem Pemilu Tertutup, Klaim Denny Indrayana Adalah Hoaks?
"Semoga keputusan ini dibatalkan. Kerugian lingkungan akan jauh lebih besar. Climate change sudah terasakan dan berdampak. Janganlah diperparah dg penambangan pasir laut," cuit @susipudjiastuti.
Selain itu Susi Pudjiastuti juga memberikan sebuah tautan berita yang diterbitkan oleh theguardian.com dengan judul "Is the world running out of sand? The truth behind stolen beaches and dredged islands"(Apakah dunia kehabisan pasir? Kebenaran di balik pantai yang dicuri dan pulau yang dikeruk).
Dalam artikel berita tersebut dijelaskan beberapa hal terkait penambangan pasir pantai dan dampak buruknya bagi lingkungan.
Bahkan yang membuat banyaknya orang yang masih melakukan penambang pasir pantai adalah karena tidak ada yang tahu berapa banyak kerusakan yang terjadi pada lingkungan.
Kurangnya penelitian atas dampak aktivitas penambangan pasir pantai tersebut dikarenakan sebagian besar ancamannya tersembunyi dan sering terjadi di tempat-tempat terpencil.
Seorang peneliti India mengatakan beberapa orang pada awalnya menyambut adanya penambangan pasir ini karena banyak menciptakan lapangan pekerjaan.
Namun akhirnya banyak yang berkolusi, bahkan sekitar 80 ribu orang mengubah tangkapan mereka dari ikan menjadi pasir, hal ini karena begitu rusaknya tempat penangkapan ikan mereka dan begitu tingginya permintaan.
Bentuk baru dari ekspansi teritorial ini salah satunya dilakukan oleh negara jiran Singapura yang kaya tapi kecil.
Baca Juga: Bukan Pemilik Ruko yang Digusur, Ketua RT Riang Prasetya Justru Dikeroyok Pihak Lain, Siapa?
Sebagai pengimpor pasir terbesar di dunia, Singapura telah membuat peningkatan 20% di wilayah daratannya dengan menggunakan pasir yang bersumber dari Indonesia, Malaysia, Kamboja dan Thailand, sebagian besar secara ilegal.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah soal rencana kebijakan ekspor pasir laut yang telah dilarang selama 20 tahun ini.
Namun penolakan akan adanya kebijakan ekspor pasir laut yang diterbitkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di laut ini menuai polemik hingga nama Singapura yang menjadi pengimpor pasir laut trending pada platform Twitter.***

Share this article
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru-baru ini menyuarakan penolakan atas kebijakan ekspor pasir laut begini...