AYOJAKARTA.COM – Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan Anies Baswedan, sosok yang kini digadang-gadang sebagai Calon Presiden (Capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Meski saat ini Anies Baswedan tengah dibicarakan karena politik pencapresannya, rupanya Mantan Gubernur DKI Jakarta 2017 – 2022 lebih dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan pendidikan.
Bahkan, sebelum terjun ke dunia politik diketahui Anies Baswedan merupakan seorang dosen dan juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Ketertarikan Anies Baswedan dalam dunia pendidikan tak lepas dari kehidupan masa kecilnya yang begitu inspiratif.
Anies mengatakan saat kecil, ia merupakan sosok anak yang nakal dan sering membuat orang tuanya dipanggil ke sekolah.
“Ketika saya masih kecil, saya agak nakal di sekolah, sering berantem. Sehingga ibu sering dipanggil ke sekolah dan ibu saya dosen di IKIP. Terus SD-nya saya itu di bawah IKIP. Jadi guru-gurunya itu banyak yang mahasiswanya beliau,” cerita Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Anies Baswedan, Senin (8/5/2023).
“Kebayang kan? Anaknya dosen bermasalah sering berantem. Jadi saya sering berantem dan waktu itu idola saya namanya Muhammad Ali, jadi apa yang terjadi? Ya saya juga boxing terus kan? Kemudian di rumah juga, di sekitar rumah saya sering nggak akur dengan teman-teman yang lain,” sambungnya.
Baca Juga: Sebut Polisi Sekarang Arogan, Megawati Soekarnoputri: Insaf Toh Pak, Saya Kesal!
Anies mengungkapkan, kedua orang tuanya pernah menawarkan dirinya untuk main sepeda asalkan pergi ke perpustakaan.
Capres yang diusung Partai Nasdem itu mengaku bahwa saat kecil ia sangat suka mengendarai sepeda.
Sehingga ketika mendapat tawaran tersebut, Anies pun setuju untuk pergi ke perpustakaan menggunakan sepeda.
Berawal hanya karena ingin naik sepeda, rupanya hal tersebut justru membuat Anies suka baca buku.
“Kemudian saya jadi suka baca buku. Saya jadi pinjam buku biografi segala macam, saya baca semua. Saya bolak-balik ke perpustakaan bawa buku. Padahal saya ke sana bukan mau baca buku. Saya ke sana itu karena mau naik sepeda,” ungkapnya.
Anies menerangkan bahwa semasa kuliah dirinya juga banyak sekali membaca buku hingga berdiskusi.
Bagi Anies, membaca buku bisa memberikan kepuasan tersendiri, membuat perasaannya senang.
“Kemudian ketika masa kuliah saya juga baca banyak, diskusi macam-macam, saya melihat memang ada kepuasan tersendiri kalau habis baca. Habis mengetahui sesuatu itu ada internal pleasure, senang gitu,” terangnya.
Lebih jauh, Anies menuturkan bahwa ia sudah bercita-cita menjadi seorang dosen sejak lama.
Setelah mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat, Anies memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengajar.
“Sekolah juga waktu itu karena saya kepengen jadi dosen. Jadi karena itu lah saya setelah selesai kuliah kemudian saya dapat kesempatan untuk meneruskan ke Amerika Serikat lewat Fulbright S2, S3. Selesai itu saya mau pulang , mau mengajar,” tutupnya.***

Share this article
sebelum terjun ke dunia politik, Anies Baswedan merupakan seorang dosen dan juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan