AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sempat diisukan pernah menelikung Presiden Jokowi hingga tersinggung.
Sindir-menyindir yang dilakukan oleh Anies Baswedan dengan Jokowi mengenai perbedaan pendapat mengenai kepemimpinan Indonesia memang sedang menjadi perhatian publik.
Sehingga isu perselisihan Anies Baswedan dan Jokowi di masa lalu menjadi muncul kembali, yaitu mengenai serah terima tongkat pusaka Pangeran Diponegoro.
Baca Juga: Cara Mudah Memperbaiki Printer Canon iP2770 yang Eror, Anti Gagal Cukup Lakukan Langkah Ini
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (21/6/2023), pada saat Anies Baswedan masih menjabat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ada momen Belanda mengembalikan tongkat pusaka Diponegoro ke Indonesia.
Pada saat itu yang menerima tongkat pusaka tersebut adalah Anies Baswedan dan bukan Jokowi sebagai Presiden Indonesia.
Dari kejadian tersebut maka masyarakat menilai bahwa Anies Baswedan telah menelikung kepemimpinan Jokowi.
Karena konon katanya tongkat kepemimpinan Pangeran Diponegoro merupakan simbol dari kepemimpinan.
Baca Juga: Sidang Lanjutan Kasus Mario Dandy Kembali Digelar, 3 Saksi Tak Hadir karena Alasan Ini, Siapa Saja?
Maka orang pertama yang menerima benda pusaka tersebut seharusnya merupakan pemimpin Indonesia pada saat itu.
Mendengar isu tersebut Anies menjelaskan bahwa benar benda pusaka tersebut merupakan benda bersejarah yang tak ternilai harganya.
Maka dari itu saat itu Kedutaan Belanda tidak memberitahu dengan detail mengenai rincian waktu tongkat Diponegoro akan tiba di Indonesia.
Hal ini dilakukan agar perpindahan Tongkat kepemimpinan Diponegoro bersifat rahasia demi keamanan mengingat banyak yang mengincarnya.
Baca Juga: Jadi Lawan Politik Anies Baswedan Ternyata Sering WhatsAppan dengan Ganjar Pranowo, Ini yang Dibahas
“Top Secret, tidak bisa diketahui siapapun, kapan waktunya, dan lain-lain semuanya dijaga confidensiansinya karena nilai dari barang ini tak ternilai harganya dan banyak orang yang mencoba untuk memburu barang ini,” ujar Anies.
Kebetulan pada saat tongkat tersebut tiba di Indonesia, Jokowi sudah terbang e Filipina untuk menghadiri acara penting.
Jadi perihal menerima tongkat pusaka Pangeran Diponegoro diwakilkan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu yang kebetulan merupakan Anies Baswedan.
Anies menjelaskan bahwa ia hanya sebagai perwakilan Presiden Jokowi saja dan tidak ada niat untuk menelikung karena merupakan hal yang wajar terjadi jika Presiden Jokowi berhalangan maka akan diwakilkan oleh bawahannya.
“Sehari dua hari sebelumnya Presiden ternyata ada acara ke Filipina sehingga kegiatan yang semula dihadiri oleh Presiden menjadi diwakilkan kepada Mendikbud. Jadi saya mewakili Presiden menerima cakra. Ya (seizin Presiden),” ungkap Anies Baswedan.***

Share this article
Anies Baswedan yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sempat diisukan pernah menelikung Jokowi hingga tersinggung