AYOJAKARTA.COM - Fenomena munculnya awan berbentuk UFO yang terlihat pada langit Kota Jayapura baru-baru ini menghebohkan publik.
Dikutip dari beberapa media sosial, fenomena awan berbentuk UFO tersebut kemudian dikaitkan dengan gempa bumi yang baru-baru ini terjadi.
Hal ini pun semakin ramai diperbincangkan saat beberapa orang mengatakan bahwa kemunculan awan yang sama sebelum juga terjadi sebelum guncangan gempa terjadi di wilayah Turki (6/2/2023).
Dikutip dari laman lipi.go.id dalam sebuah artikel berita dengan judul "Awan Aneh Pertanda Gempa Muncul di Langit" (12/2/2023), USGS (United States Geological Survey) menerangkan sebuah teori yang yang dikeluarkan oleh Aristoteles pada abad ke 4 sebelum masehi yang mengatakan beberapa hal terkait awan aneh sebelum gempa tersebut.
Baca Juga: Keadilan di Sidang Vonis Ferdy Sambo Cs Sangat Dinanti, Mahfud MD: Serahkan Saja Kepada.....
Aristoteles mengajukan teori bahwa gempa disebabkan angin yang terperangkap di gua-gua di bawah tanah.
Teori ini mengatakan bahwa pergerakan angin yang mendorong atap gua diyakini menyebabkan gempa kecil, sementara gempa besar diakibatkan udara pecah di permukaan tanah.
Teori ini pun kemudian menjadi dasar bagi teori cuaca gempa, di mana diyakini cuaca panas dan tenang merupakan pertanda sebelum gempa terjadi.
Teori yang lebih modern mengaitkan formasi awan tertentu sebagai pertanda gempa.
Tapi lagi-lagi hal itu mendapatkan penolakan dari sebagian besar ilmuan geologi.
Baca Juga: Terbalik! Jelang Vonis Richard Eliezer Semangati Penasehat Hukumnya, Ronny Talapessy: Justru Dia yang…
Akan tetapi sebuah penemuan lain diungkapkan oleh beberapa penelitian terkait awan aneh sebelum bencana ini.
Hal ini terjadi saat gempa bumi berkekuatan 9,0 SR mengguncang wilayah Jepang dan memicu bencana tsunami (11/3/2011).
Para ilmuwan dari University of Illinois menangkap pertanda atmosfer terkait tsunami Jepang berupa pijaran udara (airglow) yang ditangkap sebuah observatorium di Pulau Hawaii.
Gambaran tersebut ditemukan pada ketinggian 250 kilometer di atas permukaan Bumi, sekitar satu jam sebelum gelombang air raksasa menghantam perairan Jepang.
Selain teori tersebut seorang profesor ilmu bumi dari Chapman University di California, Dimitar Ouzounov, mengatakan bahwa ada keanehan di langit Jepang sebelum tsunami.
Baca Juga: Jelang Vonis, Ronny Talapessy Ungkap Rasa Kecewanya Terhadap JPU: Justice Collaborator Tidak Dihargai
Pendapat dari Dimitiar tersebut didasarkan sebuah penelitian terhadap data satelit terkait gempa yang mengguncang Jepang pada 11 Maret 2011.
Dari penelitian tersebut diungkapkan sebuah data bahwa sebelum gempa bumi terjadi, patahan yang tertekan akan mengeluarkan lebih banyak gas, khususnya gas radon yang tidak berwarna dan tak berbau.
Setelah berada di ionosfer, gas radon melepaskan molekul udara elektronnya, memisahkan partikel bermuatan negatif (elektron bebas) dan partikel bermuatan positif. Partikel-partikel bermuatan yang juga disebut ion, lantas menarik air dalam proses melepaskan panas.
Hal inilah yang kemudian membuat para ilmuwan mampu mendeteksi panas ini dalam bentuk radiasi inframerah.
Namun teori ini belum dapat diterima oleh para ahli, karena banyak yang berpendapat bahwa kejadian itu hanya kebetulan.***

Share this article
Dikutip dari beberapa media sosial, fenomena awan berbentuk UFO tersebut kemudian dikaitkan dengan gempa bumi yang baru-baru ini terjadi.