AYOJAKARTA.COM -– Menuju tahun politik 2024, tren elektabilitas para tokoh politik membuat banyak nama masuk dalam bursa Capres 2024.
Salah satunya, adalah elektabilitas Ganjar Pranowo yang tinggi, sesuai dengan survei SMRC sebagaimana dikutip oleh ayojakarta.com pada 7 Februari 2023, dimana apabila Pilpres dibuat Desember 2022, Ganjar Pranowo berpotensi unggul atas nama-nama lain yang masuk bursa Capres.
Faktanya, tren elektabilitas Ganjar Pranowo juga berpotensi menaikkan nama partai politik (parpol) yang masih misterius atau partai yang belum menentukan calon presiden.
Elektabilitas Ganjar Pranowo Berpeluang Naikkan Suara Parpol?
Dikutip dari saifulmunjani.com, kedekatan Ganjar Pranowo dengan dua partai politik di Indonesia berpotensi naikkan suara dari partai politik tersebut.
Sesuai sejarah politik Indonesia, sua partai politik di Indonesia, PDIP dan Golkar merupakan dua partai yang disorot oleh masyarakat luas karena kuat dan memiliki pengaruh dalam sejarah politik Indonesia.
Hingga saat ini, baik Golkar maupun PDIP belum menentukan Calon Presiden 2024 untuk Pilpres di tahun depan, hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya siapakah Capres yang akan diusung kedua parpol tersebut.
Baca Juga: Heboh! Lakukan Manuver, Ganjar Pranowo Resmi Dipecat dari PDIP, Benarkah? Cek Faktanya Berikut Ini
Menanggapi hal itu, Saiful pendiri SMRC memberikan analisa sesuai survei yang ada, dimana ternyata apabila Ganjar Pranowo menjadi Capres dari dua partai tersebut, secara signifikan suara untuk partai tersebut akan naik.
Misal, apabila Ganjar Pranowo dicalonkan sebagai Capres dari PDIP, suara parpol tersebut akan naik hingga 16% menjadi 36% menurut survei SMRC.
Begitu juga apabila Ganjar Pranowo dicalonkan menjadi Calon Presiden 2024 dari Partai Golongan Karya atau Golkar. Suara partai Golkar akan naik 12% menjadi 21% apabila Ganjar Pranowo dicalonkan menjadi Presiden dari partai tersebut.
Meskipun begitu, SMRC juga menyebutkan apabila, Ganjar Pranowo diusung Partai Golkar, suara PDIP terancam tersalip dengan tren elektabilitas GAnjar yang tinggi. Begitu juga sebaliknya.
Selain itu banyak nama lain yang disebutkan dalam bursa capres kedua partai tersebut. Pada PDIP ada Ganjar Pranowo, Puan Maharani, dan Prabowo Subianto.
Di sisi lain, Golkar disebutkan oleh SMRC memiliki banyak nama untuk diusung menjadi Capres, seperti, Airlangga Hartarto, Erick Tohir, dan Ganjar Pranowo.
Saiful memberikan skema solusi untuk menaikkan suara kedua parpol secara signifikan adalah dengan koalisi antara PDIP dan Golkar, meskipun memiliki banyak hambatan.
“Kalau melihat data seperti ini, kayaknya menarik ini koalisi antara Golkar dengan PDIP (dalam mengusung Ganjar sebagai capres). Itu menguntungkan kedua partai tersebut,” kata Saiful.
Ganjar Pranowo, sebagai tokoh politik dengan elektabilitas tinggi memiliki peran penting untuk meyakinkan kedua partai agar berkoalisi dan mengusung dirinya demi naiknya suara partai.
“Yang bisa membantu meningkatkan suara PDIP secara meyakinkan adalah Ganjar Pranowo. Demikian pula dengan partai Golkar, suara partai ini akan naik jika mencalonkan Ganjar Pranowo,” terang Saiful.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Dikutip dari saifulmunjani.com, kedekatan Ganjar Pranowo dengan dua partai politik di Indonesia berpotensi naikkan suara partai politik?