AYOJAKARTA.COM - Usai video terkait dugaan lembur tak dibayar pada karyawan PT Sai Apparel Industries viral di media sosial, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung memberikan perhatian.
Pihaknya bergegas melakukan mediasi kasus dugaan buruh tidak dibayar di Grobogan.
Turun tangannya Ganjar Pranowo dalam kasus ini malah menuai banyak kritik dari warganet.
Sehingga banyak yang mempertanyakan apakah pemimpin seperti ini layak maju menjadi Presiden Indonesia di tahun 2024.
Sebelumnya seorang karyawan wanita di PT Sai Apparel Industries menyuarakan aksi protesnya kepada manajernya yang merupakan orang berkebangsaan India.
Karyawan wanita ini mengeluhkan karena harus lembur saat bekerja walau sampai malam.
Hal yang menjadi bahan protes karena ketika lembur dirinya malah tidak mendapatkan kompensasi dari pekerjaan tersebut.
Karyawan wanita ini diketahui bernama Erma, ia curhat sambil menangis didepan Dinas Kemnaker dan videonya diabadikan oleh akun Instagram @undercover.id.
“Setelah video saya beredar, banyak yang berterima kasih kepada saya. Makasih ya Mba Erma sudah membantu kita memperjuangkan hak kita,” ujarnya dikutip AyoJakarta.com melalui Instagram @undercover.id, Minggu (5/2/2023).
Erma kemudian menjelaskan tentang pentingnya efisiensi di perusahaan, tetapi yang lebih penting lagi yakni Kesehatan dari para karyawan.
“Bahkan nggak ngerti masa hari ini suruh kerja bilangnya lembur. Tapi nggak ada SPR. Nggak ada tanda tangan. Paginya baru di ACC itu 1 jam padahal pulangnya jam 12 malam, jam 1 malem, jam 2, jam 3,” ujarnya.
“Banyak juga karyawan yang mengeluhkan ini kapan Seterusi berhenti, karena semenjak Seterusi saya berantem sama suami, karena kamu tuh pulang jam segini kerja ngapain,” imbuhnya.
Selain itu dirinya juga menilai bahwa ada ketimpangan dari pekerjaan karena seharusnya karyawan mendapat simpanan jam tetapi kenyataannya tidak mendapatkan hal tersebut.
Berbeda halnya dengan supervisor yang boleh mengambil simpanan jam dan masih tetap dihitung berangkat.
“Libur dicek rolling diabsenin, tetap dibayar gitu. Jadi ketidakadilan itu memihak jabatan, kalau yang saya rasa,” terangnya.
Pujian dari warganet banyak disematkan dalam komentar video yang diunggah oleh akun Instagram tersebut.
Tetapi berbanding terbalik dengan tanggapan yang diberikan oleh warganet terhadap Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah.
Cuplikan artikel berita juga disematkan dalam postingan akun Instagram ini yang menunjukkan komentar dari Ganjar terkait masalah lembur.
Baca Juga: Bela Richard Eliezer, Kamaruddin Simanjuntak Ibaratkan Bharada E Seperti Wayang, Kok Bisa ?
Artikel yang disematkan berjudul Ganjar Mediasi Kasus Buruh di Grobogan yang Lembur Tak Dibayar: Tidak Usah Marah-marah, Laporkan Saja. Juga tweetan disematkan dalam artikel tersebut "Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada para buruh melaporkan masalahnya kepada Disnakertrans, alih-alih memviralkan di medsos.
Melalui penelusuran artikel itu memuat pernyataan Ganjar Pranowo yang akan menurunkan timnya untuk menindaklanjuti dugaan kasus upah lembur tidak dibayar itu.
“Yang nggak dibayar lemburnya itu, tidak usah marah, laporin aja. Tidak usah marah-marah. Lapor ke Dinas Tenaga Kerja. Kalau Dinas Tenaga Kerjanya dilapori nggak (merespon), tak kethakke mengko (saya sentil nanti),” ujar Ganjar, Jumat (3/2/2023).
Sontak jawaban dari Gubernur Jawa Tengah banyak mendapatkan kritikan dari publik.
“Jawabannya yaa yang model begitu mau jadi presiden,” tulis @la4aravs dalam kolom komentar.
“Jangan dengerin Ginjir Priniwi, emang lebih bagus diviralkan biar kapok dan semua orang tau, kalau cuma lapor-lapor percuma ga ditanggepin,” tulis @taft_.
“Ngurus daerah sendiri aja amburadul mau ngurus Indonesia,” tulis @matt_rachmatt.
“Yakin nih Gubernur mau nyapres pak, wong jawabannya gak pro rakyat. Mungkin kalo gak viral gak ditanggepin,” tulis @rhiyhard.***

Share this article
Tetapi berbanding terbalik dengan tanggapan yang diberikan oleh warganet terhadap Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah.