AYOJAKARTA.COM – Nama budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun ramai menjadi perbincangan di media sosial selama beberapa hari belakangan ini.
Awalnya sempat beredar potongan video berisi Cak Nun tengah membandingkan kepemimpinan di Indonesia dengan masa-masa Fir’aun.
Dalam penggalan video itu, Cak Nun yang menyebut bahwa Indonesia sudah dikuasai oleh pemimpin seperti Fir’aun dan koleganya.
“Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi. Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 Naga. Terus Haman yang namanya Luhut,” kata Cak Nun dalam video tersebut.
Haman adalah pembnatu utama dari Fir’aun yang menjadi raja diraja Kerajaan Mesir Kuno. Luhut yang disebut Emha adalah menunjuk kepada Menko Maritim dan Investas Luhut Binsar Pandjaitan.
Qorun adalah orang yang terkenal kaya pada zaman Nabi Musa. Dari nama inilah di Indonesia terkenal idiom harta karun.
Tidak tanggung-tanggun, Cak Nun menyebut bahwa seluruh sistem di pemerintahan telah benar-benar dikuasai oleh Jokowi, Luhut dan Anthony Salim.
“Negara kita sesempurna dicekel (dikuasai) oleh Firaun, Haman, dan Qorun. Itu seluruh sistemnya, seluruh perangkatnya, semua alat-alat politiknya sudah dipegang mereka semua. Dari uangnya, sistemnya, sampai otoritasnya, sampai apapun,” kata Cak Nun.
Setelah video pendek itu beredar di media sosial, kemudian Cak Nun mengunggah video berisi permintaan maaf di kanal YouTube CakNun.com pada Selasa 17 Januari 2023. Namun, Cak Nun tidak menyebutkan permintaan maaf secara personal.
Sebelum video permintaan maaf itu diunggah kanal CakNun.com, beredar video di Twitter berisi penjelasan Cak Nun bahwa dia tengah kesambet ketika berbicara tentang Fir’aun, Haman, dan Qorun.
“Cangkemku ma mecotot (Dari mulut saya keluar) Fir’aun, Haman, Qorun… itu di luar rencana saya. Dan sama sekali di luar kontrol saya,” kata Cak Nun dalam video beredar di Twitter.
Dalam unggahan kanal CakNun.com, Emha membuka video dengan pengakuan bahwa dirinya baru diadili oleh keluarganya termasuk oleh putra sulungnya, Sabrang.
“Saya itu barusan disidang sama keluarga. Dihajar, pokoe disalah-salahke. Digoblok-goblokke. Disesat-sesatke,” kata Cak Nun.
Keluarga menilai Cak Nun melanggar sendiri ajarannya yang sering disampaikan ke komunitas pengajiannya yang diberi nama Maiyah.
“Kenapa digoblok-gobloke, karena saya mengucapakan yang seharusnya tidak saya ucapkan. Kan saya yang mengjarkan di Maiyah dan semua keluarga bahwa ora waton (jangan asal) bener (lantas) kamu ucapkan. Harus baik (penyampaiananya), efeknya harus diperhitungkan, harus bijaksana,” kata Cak Nun.
Budayawan itu menjelaskan lebih jauh kenapa dia disalah-salahkan oleh keluarganya.
“Saya dianggap tidak bijaksana. Kan saya yang mengajarkan, jangan ngomong siapa, tapi apa. Itu saya sendiri melanggar. Jadi akhirnya saya minta maaf sama keluarga, termasuk Sabrang yang menghajar aku entek-entekan (habis-habisan). Karena saya melakukan apa saya sendiri ngajarkan untuk tidak dilakukan.”
Cak Nun juga mengucapkan permohonan ampunan dan bimbingan kepada Allah serta minta maaf kepada pihak yang dirugikan oleh ucapannya.
“Saya minta maaf kepada semua yang terciprat menjadi tidak enak, menjadi menderita atau menjadi apapun oleh ucapan saya itu.”
Namun, Cak Nun tidak menyebut secara langsung ucapan mana dari dirinya yang bermasalah dan kepada siapa permintaan maaf itu disampaikan secara personal.

Share this article
Emha Ainun Nadjib mengunggah video permintaan di kanal YouTube CakNun.com. Sebelumnya beredar video Cak Nun menyebut Jokowi mirip Firaun.