AYOJAKARTA.COM - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Susno Duadji ikut bersuara terkait penangkapan Lukas Enembe.
Susno Duadji juga sedang mencari benang merah terkait ikut campurnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan kasus hukum yang sedang menjerat Lukas Enembe.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat ini sangat menyayangkan kelakuan buruk Lukas Enembe yang malah foya-foya dengan menggunakan anggaran negara yang seharusnya disalurkan kepada rakyat Papua.
"Kok tegel-tegelnya (tega-teganya) di tengah kemiskinan dan penderitaan rakyatnya, kok berfoya-foya main judi," ujar Susno.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe akhirnya ditangkap
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Jayapura, Papua, pada Selasa siang 10 Januari 2023, pukul 11.00 WIT.
Penangkapan Lukas Enembe berkaitan dengan gratifikasi yang ia terima sebesar Rp1 Miliar.
Sebenarnya dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 5 September 2022 lalu, namun selalu mangkir saat dipanggil oleh KPK.
Baca Juga: Bintang K-pop Jackson Wang Mengkritik Media Barat di Konsernya!
Hingga KPK dianggap memberi perlakuan istimewa kepada Gubernur Papua tersebut, karena terlalu mengulur waktu dalam pengusutan kasus hukum terhadap Lukas Enembe.
Dikutip AyoJakarta.com melalui kanal Youtube Susno Duadji yang tayang pada Kamis 12/01/2023, Susno menepis tuduhan bahwa KPK melakukan tebang pilih terhadap oknum yang melawan hukum.
Dirinya setuju dengan pendapat baik dari Presiden, atau Mahfud MD maupun Ketua KPK bahwa setiap orang sama perlakuannya dihadapan hukum tanpa melihat jabatan, status sosial atau apapun itu.
Susno Duadji beranggapan bahwa saat KPK menangkap Lukas Enembe kemudian langsung diterbangkan ke Jakarta merupakan strategi yang bagus.
Baca Juga: Yamaha Grand Filano 125 cc Resmi Meluncur di Jakarta, Cek Harganya
"Jadi KPK nangkapnya pintar ya, ditangkap langsung dibawa ke bandara," ucap Susno.
"Tapi ada mobil yang sengaja pergi masuk ke Brimob sehingga massa yang tadinya digerakkan untuk pergi ke Brimob nggak tahunya tidak ada di Brimob sudah terbang langsung ke Jakarta," tambahnya.
"Strategi KPK saya kira bagus untuk menghindari bentrokan antara aparat dengan masa pendukung," sambungnya.
Susno Duadji menganggap bahwa masa pendukung dari Lukas Enembe tidak mengetahui motif sebenarnya dari penangkapan yang dilakukan KPK terhadap Gubernurnya.
Baca Juga: Putri Candrawathi Disebut Selingkuh dengan Yosua Hingga Sengaja Berpenampilan Seksi
"Jika mereka tahu peristiwa sebenarnya, mereka pasti marah dengan Lukas," ungkap Mantan Kabareskrim Polri tersebut.
"Kan kita semua tahu bahwa Lukas pergi ke luar negeri untuk berjudi dan memang benar karena transaksi uangnya sudah terpantau oleh PPATK sampai ratusan miliar," sambung Susno.
Susno pun meyakini bahwa uang yang digunakan oleh Lukas untuk berjudi bukan dari hasil keringatnya, namun dari aliran dana yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat ini sangat menyayangkan kelakuan buruk Lukas Enembe yang malah foya-foya dengan menggunakan anggaran negara yang seharusnya disalurkan kepada rakyat Papua.
"Kok tegel-tegelnya (tega-teganya) di tengah kemiskinan dan penderitaan rakyatnya, kok berfoya-foya main judi," ujar Susno.
Lalu Susno Duadji juga mempertanyakan tentang simpatisan pendukung Lukas Enembe, dirinya mempertanyakan apakah mereka memang betul-betul pendukung Lukas atau hanya pendukung bayaran.
Menurutnya hanya para pejabat dan orang-orang Papua yang tahu tentang kebenarannya.
Susno menduga bahwa orang-orang yang selama ini ikut menikmati dengan hasil yang didapat oleh Lukas Enembe, merasa terganggu kepentingannya saat Lukas Enembe akhirnya diciduk oleh KPK.
Baca Juga: Ngeri! Terungkap Intimidasi Dialami Keluarga Brigadir J, Rosti Simanjutak: Mereka Ingin Bungkam Kami
"Sehingga mereka kemudian mencoba menghalangi dan menghambat, namun hati-hati ya mereka ini juga bisa kena hukum karena menghambat jalannya pemeriksaan atau penyidikan yang dilakukan oleh KPK," beber Susno.
Susno pun mencoba mencari benang merah terkait ikut campurnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan kasus hukum yang sedang dialami oleh Lukas Enembe.
"Saya sudah kirim aparat keamanan dan intelijen ya, sudah menyelidiki ini ada apa ya kok KKB turut campur dalam masalah hukum yang sedang terjadi," ungkapnya.
"Apakah dengan ditangkapnya Pak Lukas ini mereka terganggu suplainya atau apa ya, yang lebih tahu aparat lah, ditangkap kok ribut," sambungnya.
Baca Juga: Heboh! Rasamala Aritonang Sudah Siapkan Pledoi yang Akan Dibacakan Ferdy Sambo Minggu Depan?
Dirinya menyatakan bahwa KKB merupakan kelompok - kelompok yang ingin mengganggu jalannya pembangunan di Papua dengan memanfaatkan situasi-situasi seperti penangkapan Gubernur Papua sekarang ini.***

Share this article
Gubernur Papua Lukas Enembe akhirnya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Jayapura, Papua, pada Selasa siang 10 Januari 2023