AYOJAKARTA.COM – Putri Candrawathi yang menjadi salah satu terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua kembali jalani persidangan pada 11 Januari 2023 lalu dengan agenda pemeriksaan terdakwa.
Dalam persidangan tersebut Putri Candrawathi banyak menceritakan peristiwa di Magelang di mana terdapat pelecehan seksual yang diduga dialaminya karena tindakan Brigadir Yosua.
Bahkan Putri Candrawathi mengaku mendapatkan luka lebam di paha kiri akibat diduga tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh Yosua.
Baca Juga: Info Gempa Hari Ini: 706 Kali Jayapura Diguncang Gempa Hingga Hari Ini, Ini Penjelasan BMKG!
Demikiandi mana saat itu menurut Putri Candrawathi, dirinya dibanting sebanyak tiga kali oleh Yosua di kasur dan di lantai.
Namun bukannya merasa iba dan empati, Jaksa justru merasa heran, mendapat perlakuan yang kasar seperti itu tapi Putri candrawathi tidak menunjukkan lebam-lebam di tubuhnya kepada Ferdy Sambo suaminya.
Putri Candrawathi malah mengaku malu menunjukkan luka tersebut kepada Ferdy Sambo.
Dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube TV One News, Putri Candrawathi menceritakan luka tersebut saat para Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan peristiwa pelecehan tersebut.
“Saya tidak mengulik lebih jauh kejadian di Magelang, kan pada intinya korban Yosua ini melakukan sesuatu tindakan pelecehan dan juga disertai kekerasan. Pada saat itu juga saudari mengalami kekerasan yang dilakukan oleh Nofriansyah Yosua Hutabarat. Saudari jatuh berdasarkan cerita saudari, saudari jatuh. Apakah jatuh itu dikasur atau jatuh di lantai?” tanya Jaksa Penuntut Umum.
Sebelum menjawab, Putri Candrawathi nampak terdiam beberapa saat. Entah karena bingung untuk menjelaskan atau masih merasa malu untuk menceritakannya.
Namun akhirnya Putri Candrawathi menjawab pertanyaan Jaksa tersebut dengan suara lirih.
“Yang pertama kali saya dijatuhkan di kasur, yang kedua di kasur, yang ketiga di lantai,” jawab Putri.
“Berdasarkan cerita versi saudari ini ketika saudari jatuh ada mengalami luka atau lebam tidak di tubuh saudari?” cecar Jaksa.
“Ketika saya berdiri pada saat itu lebam ada di bagian paha kiri,” jawab Putri.
Kemudian Jaksa lain ikut bertanya perihal lebam tersebut.
“Apakah lebam-lebam itu diperlihatkan juga kepada suami pada saat itu?” tanya Jaksa penuntut umum lain.
“Tidak,” jawab Putri.
“Kenapa?” cecar Jaksa.
“Saya malu Bu,” jawab Putri lagi.
“Malu? Tapi menceritakan tidak. Cukup Majelis,” tegas Jaksa.
Jaksa merasa heran dengan tindakan Putri Candrawathi yang berani menceritakan peristiwa tersebut kepada Ferdy Sambo, namun tidak berani menunjukkan luka lebam di paha kirinya akibat tindakan yang diduga dilakukan oleh Yosua tersebut.
Hal itulah yang menjadi kejanggalan bagi jaksa penuntut umum atas cerita peristiwa di Magelang perihal tindakan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan korban Yosua.***

Share this article
Bikin Jaksa Heran! Putri Candrawathi Mengaku Lebam Di Paha Kiri Akibat Tindakan Brigadir J, tapi......