Benarkah Pengakuan 12 Pelanggaran HAM Berat Hanya Gimik Akhir Periode Jokowi? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Pengakuan 12 Pelanggaran HAM Berat Hanya Gimik Akhir Periode Jokowi? Ini Penjelasan Ahli
Benarkah Pengakuan 12 Pelanggaran HAM Berat Hanya Gimik Akhir Periode Jokowi? Ini Penjelasan Ahli

AYOJAKARTA.COM--Pengakuan adanya 12 pelanggaran HAM berat disampaikan Presiden Jokowi dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Merdeka pada Rabu (11/1/2023).

Pemerintah Indonesia mengakui dan menyesali bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat di sejumlah wilayah di Indonesia.

Presiden Jokowi menyampaikan simpati dan empati yang mendalam kepada korban dan keluarga korban kasus pelanggaran HAM berat.

Baca Juga: Bikin Terenyuh! Arif Rachman Arifin Ungkap Pesan sang Ayah: Berani Melawan, Jangan Takut!

Dalam konferensi pers tersebut juga disebutkan bahwa 12 kasus pelanggaran HAM berat yang telah disebutkan Jokowi akan diselesaikan dengan cara non hukum.

Mahfud MD menyampaikan bahwa beberapa kasus sudah pernah diadili, ini terjadi bukan di era pemerintahan Jokowi tapi di era sebelumnya.

Namun pengusutan kasus pelanggaran HAM berat selalu mandeg dengan alasan sulit untuk dibuktikan dalam pengadilan.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (14/1/2023), Al Araf sebagai Peneliti Senior Imparsial berpendapat bahwa seharusnya pemerintah melakukan evaluasi.

Baca Juga: Terungkap! Ini Bocoran Percakapan Putri Candrawathi dengan Brigadir J di Dalam Kamar: Dek Yoshua ...

“Seharusnya ada evaluasi terhadap proses kenapa kemarin gagal lalu kemudian diperbaiki,” kata Al Araf.

Ada 3 statement yang disampaikan pemerintahan Jokowi yaitu yang pertama mengakui adanya pelanggaran HAM berat, yang kedua menyesal, dan yang ketiga adalah kasus pelanggaran HAM tersebut akan diselaikan dengan non yuridis.

“Kalau pemerintah mengakui, kalau pemerintah menyesali, poin berikutnya harus ada pasal bahwa pemerintah selanjutnya akan memerintahkan kepada Kejaksaan Agung untuk melakukan langkah yudisial untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM,” ujar Al Araf.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Sebut Selain Sambo, Terdakwa Ini Harus Dihukum Mati: Kejahatannya Berulang Pada Yosua

Menurut Al Araf, di dalam negara hukum, jika terdapat sebuah kejahatan yang diakui secara nyata oleh pemerintah maka negara memiliki kewajiban untuk menyelesaikannya melalui proses pengadilan hukum.

“Karena jika sebuah kejahatan yang terjadi dan diakui oleh negara lalu tidak ada peradilannya maka negara sesungguhnya menjadi pelaku kejahatan itu sendiri,” kata Al Araf.

Jadi ini adalah sebuah ironi dalam negara hukum ketika sudah mengakui adanya pelanggaran HAM berat namun negara tidak melakukan langkah lebih lanjut untuk membentuk pengadilan HAM.

Baca Juga: Putri Candrawathi Curhat Tentang Isu Perselingkuhan dengan Yosua dan Kuat Maruf, Singgung Mental Anak-anaknya

Nyatanya pengakuan Presiden tentang 12 pelanggaran HAM berat yang telah terjadi tidak dibarengi dengan langkah hukum.

“Pengakuan itu harusnya dibarengi dengan langkah hukum. Tapi di dalam rekomendasi, langkah hukumnya tidak disebutkan,” kata Al Araf.

Hal-hal yang disebutkan dalam konferensi pers adalah beberapa hal perbaikan institusional TNI/Polri terkait dengan reformasi, pelurusan sejarah, pemulihan korban dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kuat Maruf Jadi Terdakwa Terakhir yang Bongkar Skenario Ferdy Sambo: Awalnya Takut Hingga Tak Mau Disebut Ini

“Harusnya yang jauh lebih tegas adalah kalau negara mengakui ada kejahatan maka rekomendasi berikutnya negara memerintahkan kepada institusi penegak hukum untuk melanjutkan kasus ini ke dalam proses peradilan,” kata Al Araf.

“Ini hanya menjadi etalase kekuasaan saja. Gimik di tengah akhir periode pemerintahan Jokowi saja. Tidak ada kesungguhan yang baik untuk menyelesaikan ini dalam mencapai dan meraih keadilan buat korban,” tambahnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pengadilan hukum
# non yuridis
# akhir periode
# Al Araf
# Peneliti senior
# pelanggaran HAM
# Gimik
# simpati
# Presiden Joko Widodo
# evaluasi

News Update

Nasional

BRI Peduli Dorong Semangat Belajar Anak Indonesia Melalui Program Ini Sekolahku

BRI Peduli memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan kelas inspirasi dan penguatan Program Ini Sekolahku di enam sekolah.

Ekonomi

Siapa Saja Pemegang Saham Utama di Balik Kredivo Group?

Kredivo dikuasai FPL Capital (85%) dan PT Wanteg Selaras Alam (15%). Didirikan Akshay Bhargava dan dipimpin Dirut Umang Rustagi, aset Kredivo tembus Rp1,49 T dengan ekuitas Rp414,49 M di akhir 2025.

News

Targetkan 35.624 KDKMP di Akhir Tahun 2026, Zulhas: Skema Penyaluran Bansos Melalui Kopdes Merah Putih

Instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, skema penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ekonomi

Kredivo Temui OJK Usai DC Ketahuan Lecehkan Nasabah

Kredivo investigasi dugaan pelecehan oleh oknum debt collector mitra (PT Danakirti Arta Kirana). Hasilnya resmi dilaporkan ke OJK pada 23 Juli 2026 demi pastikan penagihan tegas dan sesuai aturan.

News

Sudah Tahu? Ada Rentetan Aksi Unjuk Rasa Berjilid Sejak 20 Juli 2026 di DKI Jakarta: Tuntutan MBG hingga Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah!

Tak banyak diliput oleh media namun ramai di media sosial, sejumlah titik di wilayah Jakarta diwarnai oleh gelombang aksi unjuk rasa sejak Senin, 20 Juli 2026.

Jakarta Selatan

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh, Walkot Jaksel Syafrin Liputo Pastikan KBM Tetap Berjalan!

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi peserta didik di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan dengan baik pasca insiden robohnya bangu

News

2 Aksi Demo Jakarta Hari Ini, Polisi Kerahkan 900 Personel hingga Rekayasa Lalu Lintas Situasional!

Sebanyak 900 personel gabungan disiagakan guna mengawal aksi demonstrasi yang akan berlangsung di dua titik wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis, 23 Juli 2026.

Bekasi

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Terhadap SPBU 34.176.06 Bekasi Diduga Layani Pelangsir

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Terhadap SPBU 34.176.06 Bekasi Diduga Layani Pelangsir

Jakarta Pusat

2 Aksi Demo Jakarta Hari Ini: Mahasiswa hingga Ojol di 2 Titik Berbeda Gambir dan Kawasan DPR RI!

Setidaknya dua aksi unjuk rasa besar yang digelar oleh aliansi mahasiswa dan massa ojek online (ojol) di sejumlah titik di Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Metropolitan

Pipa Sempat Bocor, PAM Jaya Pastikan Layanan Air Bersih di Jalan Simatupang Berfungsi Kembali!

Layanan air bersih untuk warga di wilayah terdampak kebocoran pipa di Jalan TB Simatupang kini telah kembali pulih.

Bekasi

Mendukung Wajah Baru TPST Bantargebang, Saatnya Warga Jakarta Pilah Sampah dari Dapur

Pemprov DKI beralih ke controlled landfill di Bantargebang dengan pasang geomembran cegah air lindi. Target bebas open dumping 2029 ini butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

Cegah Bahaya Pemukiman Padat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Bangun Budaya Sadar Bencana di Tangerang

Pertamina Patra Niaga Regional JBB luncurkan SAHABAT SIAGA di Tangerang! Warga Mekarsari dilatih simulasi kebakaran dan gempa.

Jakarta Selatan

Soal Perbaikan Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jaksel, Pramono Buka Opsi Gunakan Dana KLB, Apakah Itu?

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara terkait kerusakan bangunan yang terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Kerap Jadi Biang Kemacetan di Kawasan Cakung-Cilincing, Pemprov DKI Gratiskan Truk Kontainer Parkir di Terminal Tanah Merdeka!

Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah cepat guna mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Cakung-Cilincing.

Bekasi

TPST Bantargebang Mulai Pakai Geomembran, Targetkan Sistem Controlled Landfill Rampung 2029

Pemprov DKI pasang geomembran di TPST Bantargebang untuk transisi ke controlled landfill hingga 2029. Langkah ini tekan air lindi dan butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor, UMKM Mebel Sukoharjo Siap Rambah Pasar Dunia

CV Swakarya Jaya Furniture asal Sukoharjo sukses tembus pasar ekspor Spanyol dan AS! Simak kisah sukses pelatihan ekspor BRI Peduli di sini.

Gadget

Lini Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis di Indonesia, Perdana Bawa Baterai Silikon Karbon dan Chipset 2nm

Samsung merilis Z Flip 8 (Exynos 2600 2nm), Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra di Unpacked Jakarta. David GadgetIn puji baterai silikon karbon 5.000 mAh di Fold 8 Ultra dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Nasional

Dorong Service Excellence, Danantara Indonesia Tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga

Danantara Indonesia tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga! Cek inovasi rest area kekinian dan pantauan tol canggih berbasis AI di sini.

Gadget

Resmi Meluncur Mulai Rp4 Jutaan, Tecno Pova 8 5G Worth It Dibeli atau Mending Camon 50 Pro?

Tecno Pova 8 5G rilis mulai Rp4,1 jutaan (naik 66%). David GadgetIn soroti baterai raksasa 8.000 mAh, layar 144Hz, LED Alive Matrix, Dimensity 7100, serta kamera Sony Lythia 600 50 MP.

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.