Kenangan Aceh di Kota Tua Jakarta

Yopi Ilhamsyah (dok pribadi)

Yopi Ilhamsyah (dok pribadi)

Kala merantau ke Bogor dalam rangka tugas belajar, Kota Tua Jakarta kerap menjadi tujuan liburan saya di akhir pekan. Berjalan mengitari kawasan Kota Tua mengingatkan saya akan sejarah awal Kota Jakarta yang kelak menjadi ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Sebagai perantau asal Aceh, saya mengingat kembali kejadian tempo doeloe terkait jejak orang Aceh di kawasan bersejarah ini. 

Catatan sejarah menyebutkan, Kota Jakarta, sebelumnya bernama Jayakarta, didirikan oleh Fatahillah pada 22 Juni 1527. Sumber sejarah berasal dari catatan ilmuwan Portugis bernama Joao de Barros yang hidup dalam rentang tahun 1496-1570 menyebutkan bahwa Fatahillah (dalam Bahasa Portugis disebut Falatehan) berasal dari Pasai, sebuah kerajaan islam di pantai utara Aceh. 

Dalam buku “Decadas da Asia” (Dekade Asia) karangan de Barros, ia menulis setelah Kesultanan Pasai jatuh ke tangan Portugis (sekitar tahun 1521), Fatahillah meninggalkan Aceh untuk berhaji sekaligus mendalami ilmu agama di Mekkah. Setelah tiga tahun, Fatahillah bermaksud pulang ke Pasai. Namun di perjalanan, tatkala mengetahui Pasai masih dikuasai Portugis, ia pun melanjutkan perjalanan hingga tiba di Demak, sebuah kerajaan di Jawa Tengah yang bercorak Islam.

Sumber sejarah lain menyebutkan bahwa Fatahillah adalah salah seorang panglima angkatan bersenjata Kesultanan Pasai Aceh. Ketika invasi Portugis mengalahkan Pasai, Fatahillah hijrah ke Demak dan memperkuat basis militer Kesultanan Demak.    

Di Demak, Fatahillah mengabdi kepada Sultan Trenggana. Dari Demak, Fatahillah mendapat tugas penaklukan Banten antara 1524-1525. Dengan kekuatan 1500 hingga 2000 ribu prajurit di bawah pimpinan Fatahillah, Kesultanan Demak berhadapan dengan Kerajaan Banten di Pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi pelabuhan dagang penting dan mengalahkan Banten di sana. Dari kawasan pantai, sekitar tahun 1526-1527, Fatahillah beserta pasukannya merangsek masuk ke daratan Sunda Kelapa guna menaklukan sekutu Banten yaitu Portugis yang telah mendirikan benteng di kawasan dalam (Kota Tua sekarang ini). 

Pada 22 Juni 1527, Fatahillah menaklukan Portugis, bandar dagang Sunda Kelapa beralih nama menjadi “Jayakarta” yang berarti “Kota Kemenangan”. Karena konsonan “J” dan “Y” menjadi mirip dalam pelafalan orang Jepang untuk “Jayakarta” maka nama “Jakarta” digunakan hingga kini setelah sempat bernama Batavia. Setiap tahunnya, tanggal 22 Juni diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta. Jejak kepahlawanan Fatahillah diabadikan di Museum Sejarah Jakarta yang juga dinamakan Museum Fatahillah.                   
Jejak Aceh lainnya di Kota Tua ini dituturkan dari peristiwa kematian Jan Pieterszoon Coen, pendiri Batavia pada 30 Mei 1619 di atas reruntuhan Kota Jayakarta. Melansir historia.id, Coen terbunuh oleh prajurit intelijen Kerajaan Mataram yang disusupkan ke dalam kastil Batavia pada tahun 1629. 

Alkisah pada rencana penyerbuan kedua Mataram atas Batavia, Sultan Agung berupaya memperkuat basis intelijen kerajaan sejak tahun 1627. Seorang wanita asal Tapos Bogor yang memiliki kemampuan telik sandi dikirim ke Pasai Aceh guna memperdalam ilmu intelijen. Pasai kala itu sudah lepas dari cengkraman Portugis dan menjadi bagian dari Kesultanan Aceh Darussalam yang beraliansi dengan Mataram. Di Pasai, wanita yang bernama Nyimas Utari ini menikah dengan seorang agen telik sandi lokal bernama Mahmuddin. Pria ini memiliki nama sandi Wong Agung Aceh. 

Mahmuddin yang juga berprofesi sebagai saudagar membina bisnis yang cukup dekat dengan VOC di Batavia. Sebagai mitra dagang, pria Aceh ini serta istrinya Nyimas Utari dapat dengan mudah memasuki kastil Batavia dan bertemu Coen dan keluarga. Kala Mataram kembali menyerang Batavia, Mahmuddin masuk ke ruangan Coen dan menewaskannya dengan golok Aceh. Ketika beranjak meninggalkan kastil, Nyimas Utari terkena tembakan kompeni dan meninggal dunia. Makamnya berada di Desa Keramat, Tapos. 

Jasad Coen sendiri awalnya dikuburkan di Balai Kota Batavia (kini Museum Fatahillah) sebelum dipindahkan ke areal perkuburan di halaman gereja yang kini menjadi Museum Wayang. Di Museum Wayang dahulunya terdapat 18 makam Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Namun, makam-makam tersebut tidak ditemukan lagi setelah sisa tulang belulang dibawa pulang ke negeri Belanda. Hanya batu nisannya saja yang dipajang di museum ini. Salah satu yang terkenal adalah van Imhoff yang membangun Istana Bogor. Ribuan koleksi wayang domestik maupun mancanegara dipamerkan di museum ini. 

Sore hari, pelataran Museum Fatahillah ramai. Turut pula para pegiat seni yang unjuk kebolehan. Ada yang menarik perhatian saya yaitu atraksi orang terbang dengan posisi duduk bersila di depan sebuah gang di bahagian barat, tepatnya sebelum memasuki gang yang diapit oleh kompleks pertokoan.     

Penampilan pelaku seni yang mengenakan pakaian tradisional ditambah kemahiran menerbangkan diri sambil duduk bersila mengingatkan saya akan Gatot Kaca. Sepertinya seniman tersebut memang benar-benar menguasai ilmu meringankan tubuh layaknya Master Kungfu dalam film-film silat Tiongkok.

Guna meyakinkan pengunjung, sang pelaku seni meminta pengunjung untuk duduk di bawah beliau yang sedang terbang. Dan memang nyata!. Tidak ditemukan alat atau media penyangga yang dapat membuat seniman tersebut seperti melayang di udara. Atraksi yang sangat menghibur dan pantas diganjar rewards untuk seniman Gatot Kaca.

Saya pun berlalu menyusuri gang yang jaraknya 20 meter dan tibalah saya di sisi timur Kali Besar. Toko Merah terlihat mencolok di seberang kali. 

Bagi yang sering menonton drama Korea, berada di Kali Besar ya mungkin dianalogikan seperti sedang melihat sungai-sungai dalam film Korea. Kalau yang pernah mengunjungi Jepang, Eropa atau Amerika, ya boleh jadi serasa sedang di sana. Semoga tata ruang modern berkonsep ekowisata air terus terjaga dan dibangun di kali lainnya di Jakarta.

Pada sisi timur, di pelataran toko-toko, ramai pedagang kaki lima menjajakan dagangannya. Masih terlihat jejak peninggalan kolonial lewat gedung-gedung berasitekur Eropa di sekitar Kali Besar. Dahulu, kawasan ini merupakan hunian pembesar VOC. Di bantaran kali dibangun taman beserta tempat duduk. Lokasinya cukup bersih, disediakan tempat sampah untuk berbagai kategori sampah. 

Karena saya berkunjung di sore hari, suasana sedikit teduh karena sinar matahari terhalang gedung tinggi di bagian barat. 

Air kali berwarna kehijauan. Bagi pengunjung yang ingin turun guna menikmati suasana kali, disediakan bantalan-bantalan apung menyerupai jembatan di pinggir kali. Namun, saat saya berkunjung, fasilitas ini dikunci, mungkin sedang tidak dibolehkan karena musim penghujan. 

Ada juga kumpulan bantalan-bantalan apung membentuk taman di tengah kali. Uniknya bila kita perhatikan dengan seksama, bantalan-bantalan ini mirip tunas kelapa seperti lambang Pramuka. Boleh jadi bermakna pembentukan karakter. Cocok dengan saya, seorang perantauan dari Aceh yang kala itu sedang berproses membentuk karakter di tengah kegalauan menyelesaikan disertasi dibarengi serangkaian ujian kelulusan. Kota Tua menyimpan kenangan itu semua. Selamat ulang tahun Jakarta!
  

Yopi Ilhamsyah 
Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh 

 

 


  

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.