Masalah Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo

Beberapa hari sebelum Work From Home (WFH) diberlakukan di Jakarta pada pertengahan Maret 2020 lalu, penulis harus pulang kampung ke Wonogiri, Jawa Tengah.

Tetangga rumah punya kerja, Mantu (menikahkan anak perempuan). Penulis diminta dan tertulis dalam rantaman (Susunan Panitia dan Acara Mantu) sebagai Among Tamu.

Pergaulan sosial dalam budaya Jawa di Wonogiri yang penulis lakoni, mendapat tugas sebagai Among Tamu itu artinya wajib hadir dan wajib melaksanakan tugas sosial tersebut sebagai prioritas. Maka pulang kampunglah penulis.

Rumah, istri, dan anak-anak penulis memang di Wonogiri. Penulis merantau ke Jakarta melaksanakan tugas negara di Komisi Informasi Pusat semenjak Presiden mengeluarkan Kepres Nomor 19 Tahun 2017 tanggal 01 November 2017. Istri penulis PNS di Dinas Kesehatan Pemkab Wonogiri. Dan anak-anak juga merasa lebih cocok menempuh pendidikan formal dan pendidikan sosial berbasis budaya Jawa di Wonogiri.

Penulis kalau pulang kampung seringnya naik bus malam dari Bulak Kapal, Bekasi, tujuan Wonogiri. Pertimbangannya murah, kursi dan fasilitas lainya senyaman Kereta Api Eksekutif, makan malam gratis pula seperti Kereta Api Eksekutif tempoe doeloe saat sisi sosial perkereta apian masih sangat kental.

Kru busnya juga sangat njawani penumpang (memperlakukan dengan baik), lancar (lewat tol lintas Jawa), sebelum azan subuh sudah turun depan rumah. Tidak mengganggu waktu kerja hari Jum'at pula.

Kembali ke Jakarta seringnya dengan bus malam juga. Minggu malam dari Wonogiri, Subuh sudah di Jakarta. Pertimbangannya sama, plus bisa lebih lama bersama anak istri memenuhi hak mereka sebagai istri dan anak. Pindah tidur ke bus, besoknya bisa langsung kerja.

Namun pulang kampung kali ini penulis memutuskan nyetir mobil sendiri, ada semacam rasa khawatir tertular Virus Corona kalau naik moda transportasi umum.

Namun saat akan kembali ke Jakarta, dapat informasi dari Ibu Nunik, Kabag Umum merangkap Plt Kabag PSI Sekretariat Komisi Infilormasi Pusat, kalau kantor memberlakukan WFH. Penulis putuskan WFH di Wonogiri saja. Sendirian di apartemen dinas Jakarta merasa ndak nyaman juga dalam situasi Corona begini. 

WFH di Wonogiri siapa tahu lebih produktif karena rasa tenang di tengah keluarga. Sekaligus dapat menjalankan kewajiban dari Mendikbud juga membantu anak-anak Belajar Dari Rumah. Dan juga dapat membimbing anak-anak Beribadah Dari Rumah.

Berkoordinasi via alat komunikasi dengan Badan Publik dan menerima telpon/video call dari banayak pihak menjadi kesibukan sehari-hari. Menulis juga menjadi salah satu cara yang penulis pilih untuk melaksanakan kewajiban WFH.

Status WFH tidak pernah dicabut sampai tulisan ini penulis tulis. Malah ditambah status Pengendalian Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan Bodatabek. Terakhir Presiden menetapkan larangan mudik yang artinya larangan keluar masuk Jakarta terhitung 24 April 2020.

*

Entah siapa yang memulai, warga di lingkungan penulis tinggal di Wonokarto, Wonogiri, setiap hari sudah rutin saja melaksanakan ronda. Padahal tidak sekalipun, sepanjang pengetahuan penulis, himbauan ini disampaikan Pak Yuri, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. 

Hampir setiap Rukun Tetangga (RT) rutin ronda tiap malam sampai dini hari dengan protokol jaga jarak dilaksanakan dengan disiplin. Apakah ada hubungan ronda ini dengan COVID-19 penulis juga tidak menanyakannya.

Penulis juga tidak tahu apakah mereka melakukan ronda ini setelah membaca tulisan penulis "Napi Dilepaskan, Wong Cilik Kalang Kabut". Penulis ikut ronda tanpa menanyakan apakah mereka membaca tulisan penulis tersebut, walaupun tidak tiap malam.

Penulis juga tidak tahu dan tidak mencari tahu dan juga tidak berusaha memberi tahu Menkumham, Pak Yasonna Laoly, tentang fenomena ini. Penulis memang tidak kenal beliau dan tidak punya nomor kontaknya juga.

Kalau Pak Yasonna membaca tulisan ini, penulis hanya berdo'a beliau dapat merasakan suasana kebathinan wong cilik rakyat Indonesia di balik fenomena sosial ronda mendadak dan masif ini.

Kalau tidak bisa merasakan, atau pura-pura tidak bisa merasakannya, yaaa.... kebangetan.... kata orang kampungnya Pak Presiden Jokowi, Solo Raya, termasuk Wonogiri sini.

*

Saat sedang ronda, Minggu dini hari (3/5/2020) jam 00:55 WIB masuk pesan japri WhatsApp ke nomer penulis.

Pengirimnya bukan orang sembarangan. Beliau di mata penulis saalah seorang hebat Indonesia, apalagi dalam situasi penyebaran Virus Corona ini, Pak Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Republik Indonesia, Mendagri 2014-2019.

Penulis kutipkan utuh tanpa editan pesan WA beliau tersebut (awal dan akhir penulis dengan tanda ===) sebagai berikut:

===

FWD)SABAR & SHALAT(Obat Hadapi Masalah)
SATU ciri utama dunia yang tidak akan pernah hilang ialah MASALAH.*

Semua kehidupan berhadapan dengan MASALAH

setiap jiwa pasti memiliki MASALAH.*

Allah Ta’ala sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui...

dan karena itu juga telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapi setiap MASALAH,

yakni dengan SABAR dan SHALAT.

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang SABAR.”
(QS. Al-Baqarah : 153)

===

Tentu saja penulis tidak dapat memastikan apakah Pak Tjahjo Kumolo mengirim pesan WA tersebut sebagai jawaban dari link tulisan penulis "Stafsus 28F" yang penulis kirim ke beliau Sabtu paginya atau merupakan pesan terpisah.

Kalau merupakan respon dari tulisan "Stafsus 28F" tersebut, apakah melalui jawaban tersebut Pak Tjahjo Kumolo ingin mengatakan bahwa Presiden memandang MASALAH merupakan keniscayaan dalam kehidupan dan Presiden dalam menghadapi MASALAH berpegang pada prinsip-prinsip SABAR dan SHALAT. Penulis tidak dapat memastikannya.

Sama tidak dapatnya memastikan apakah maksud WA beliau itu ingin mengatakan bahwa Presiden meyakini bahwa menghadapi MASALAH serangan Virus Corona yang mempengaruhi segala sektor kehidupan ini dengan prinsip-prinsip SABAR dan SHALAT, yaitu tolong-menolong dan gotong royong dengan SABAR sambil memohon pertolongan Allah SWT melalui SHALAT.

Atau bukan itu maksud WA beliau tersebut, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Presiden yang sedang menghadapi tambahan beban MASALAH karena ulah surat dan bisnis Stafsus Milenial yang sudah mundur itu.

Namun WA tersebut merupakan jawaban pribadi beliau sendiri terkait COVID-19, penulis juga tidak dapat memastikannya. 

Dan entah kenapa penulis membiarkan saja ketidakmampuan penulis untuk memastikannya itu.

Penulis hanya mengetahui kalau beliau berani dengan penuh tanggung jawab melakukan hal luar biasa yang menunjukan kualitas komitmen beliau sebagai pemimpin dalam melindungi masyarakat dalam situasi Pandemi Corona ini.

Beliau tampil di depan media, memberi tahu publik kalau putra mantu, sopir, dan aspri beliau positif tertular Virus Corona, pada saat mayoritas orang gigih membangun argumentasi nama pasien Corona harus dirahasiapan karena takut dibully dan dikucilkan dan memandang terpapar Virus Corona sebagai aib, walaupun sangat bermanfaat dalam mengendalikan laju penyebaran Virus Corona.

Tindakan ini bukanlah hal yang mudah dan ringan untuk dilakukan. Tetapi dengan alasan agar orang yang pernah berinteraksi dengan tiga orang anggota keluarga beliau tersebut dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungannya, beliau mengumumkannya secara terbuka dengan segala risikonya.

Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi bahkan lebih tinggi dari konstitusi tidak berhenti sebagai jargon ditangan seorang Tjahjo Kumolo. 

Sebagai seorang Sarjana Hukum beliau benar-benar menjadikan asas hukum perlindungan masyarakat itu benar-benar hadir dalam kehidupan nyata, apapun taruhannya bagi diri dan keluarga beliau.

Panjatan doa kesembuhan mengalir dari seluruh pelosok negeri untuk ketiga anggota keluarga beliau yang sedang mendapat ujian dan cobaan terpapar Virus Corona. 

Allah SWT menjawab doa-doa masyarakat Indonesia dengan memberikan kesembuhan kepada tiga anggota keluarga beliau yang positif terinfeksi Virus Corona, Alhamdulillah wa syukurillah.

Bukankah mendoakan orang sakit adalah hak yang sakit dan kewajiban yang sehat yang dituntunkan Nabi kekasih Allah? Mana mungkin tidak ada implikasinya pada kesembuhan si sakit. Bukankah itulah aqidah yang lurus?!

*

Menjelang tidur penulis berdoa dalam hati kecil penulis dengan penuh harap.

Berdoa semoga WA Pak Tjahjo Kumolo tersebut benar adanya merupakan penjelasan tentang bagaimana Presiden Joko Widodo memposisikan SHALAT dan SABAR dalam menghadapi MASALAH serangan Virus Corona ini, khususnya, dan dalam menghadapi MASALAH kenegaraan lain, umumnya.

Berdoa semoga WA tersebut juga sekaligus menjelaskan bagaimana MenpanRB RI memposisikan SHALAT dan SABAR dalam menghadapi MASALAH COVID-19 dan MASALAH lainnya dalam ruang lingkup tugas MenpanRB.

Kalaupun bukan itu maksud WA tersebut, penulis mengajak pembaca budiman semua untuk berdo'a pada bulan Romadhan yang penuh rahmat ini kepada Allah SWT semoga Presiden dan MenpanRB beserta jajaran pemerintah menyajikan SHALAT dan SABAR sebagai bagian integral dalam menghadapi segala MASALAH kehidupan berbangsa dan bernegara, wa bil khusus dalam menghadapi, dan mencari jalan keluar dari, MASALAH serangan Virus Corona ini. 

Agar Allah SWT terpanggil untuk ikut campur tangan menyelesaikan MASALAH besar yang kita hadapi sebagai bangsa ini. Sehingga berlakulah kalimat Allah SWT kun fa yakun, melalui ikhtiar yang anak negeri yang berkecepatan-berketepatan dan berketepatan-berkecepatan.

Allahumma amiin ya Robbal 'alamiin

 

Hendra J Kede
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI / Ketua Bidang Hukum dan Legislasi PP KBPII

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.