Ketidakmampuan Melacak dan Stigma Tidak Jujur

Petugas medis mengawasi hasil CT scan pasien virus corona di distrik Qingshan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, 8 Februari 2020. (Reuters/China Daily)

Petugas medis mengawasi hasil CT scan pasien virus corona di distrik Qingshan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, 8 Februari 2020. (Reuters/China Daily)

Setiap pilihan itu ada konsekuensinya, baik positif maupun negatif, itu sudah sunnatullah, sudah hukum alam.

Sebaik-baik pilihan tentunya adalah pilihan yang konsekuensi positifnya lebih besar daripada konsekuensi negatifnya.

Sebaik-baik pilihan tentunya adalah pililihan yang sudah teridentifikasi konsekuensi positif dan negatifnya itu. 

Sebaik-baik pilihan tentunya adalah pilihan yang konsekuensi negatifnya sudah diantisipasi dengan baik, dan kalaupun terjadi sudah ada mekanisme untuk mensikapinya.

Sehingga saat konsekuensi dari sebuah pilihan muncul ke permukaan maka seyogyanya disikapi sebagai sebuah konsekuensi semata dan tinggal menjalankan prosedur antisipasi yang sudah disiapkan.

Amatlah kurang bijak apabila saat konsekuensi logis negatif dari sebuah pilihan muncul, kemudian yang dilakukan adalah menyalah-nyalahkan pihak lain.

*

Hukum alam tersebut lebih-lebih harus disadari betul pada saat keadaan darurat, seperti keadaan darurat kesehatan dan darurat kebencanaan Pandemi Corona yang melanda dunia seperti saat sekarang ini. 

Keterbatasan waktu, kecepatan pensikapan, dan ketepatan penanganan menjadi sangat penting. Sedikit kesalahan saja dalam mengambil pilihan akan sangat fatal akibatnya. Sedikit waktu saja terlewatkan akan sangat serius implikasinya.

Tidak ada waktu untuk mengkambinghitamkan pihak lain. Tidak ada waktu untuk menyalah-nyalahkan pihak lain. Apalagi jika pihak lain tersebut pada dasarnya adalah korban juga.

*

Plihannya yang sudah diambil dalam penanganan dan pengendalian penyebaran Virus Corona adalah melakukan tracking dan tracing secara agresif oleh petugas dengan partisipasi minimal dari masyarakat untuk secara mandiri mengidentifikasi potensi ketertularan melalui Pencegahan Oleh Diri Sendiri (PODIS).

Pilihannya yang sudah diambil dalam penanganan dan pengendalian penyebaran Virus Corona adalah menutup rapat siapa saja Pasien Positif Corona, siapa saja Pasien Dalam Pemantauan (PDP), siapa saja Orang Dalam Pengawasan (ODP) sehingga wajar sekali jika pengetahuan masyarakat luas tentang informasi ini sangatlah minimum.

Sehingga amatlah sangat wajar juga dan merupakan konsekuensi amat sangat logis saja jika masyarakat luas tidak pernah tahu apakah dia pernah atau tidak pernah berinteraksi dengan Pasien Positif Corona, PDP, apalagi ODP.

Amat sangat logis sekali itu...... dan jangan sampai berfikir itu sebuah ketidak-logisan.... berbahaya kalau sampai berpikir demikian...

Sehingga amat sangat logis juga jika beban untuk mengetahui ini tidak bisa dibebankan kepada masyarakat luas, dengan segala implikasinya.

Sehingga amat sangat logis sekali juga jika beban untuk mengetahui ini ada pada petugas yang bertanggung jawab melakukan tracking dan tracing secara progresif tadi, tidak selain dari pada itu. Mereka yang seharusnya punya informasinya.

Sehingga amat sangat logis sekali juga jika ada masyarakat yang tidak terlacak, dan kemudian dia pergi berobat ke Rumah Sakit karena merasakan sakit, dan dia menjawab tidak tahu saat ditanya apakah pernah berinteraksi dengan Pasien Positif Corona, PDP, apalagi ODP.

Memberikan stigma tidak jujur kepada masyarakat yang tertular Virus Corona dan menularkan amatlah sangat tidak bijaksana dalam situasi itu, karena pilihan yang diambil tidak memungkinkan masyarakat memiliki informasi lengkap tentang itu.

Memberikan stigma tidak jujur kepada masyarakat yang tidak difasilitasi untuk mendapatkan infornasi lengkap, sebagai implikasi sebuah pilihan kebijakan, merupakan kesimpulan yang amat menggampangkan masalah dan terkesan sekedar mencari-cari kambing hitam.

Seharusnya, jika ada yang tertular dari klaster tidak diketahui ini, yang harus dievaluasi adalah pilihan dan segala ketentuan pengelolaan pengendalian penyebaran Virus Corona melalui tracking dan tracing agresif dengan membatasi informasi kepada masyarakat terutama informasi sumber penular.

Atau pilih pilihan lain, bebankan sekalian beban untuk mengetahui informasi ini kepada masyarakat, itu lebih fair.

Sehingga masyarakat dianggap mengetahui apakah pernah atau tidak pernah berinteraksi dengan Pasien Positif Corona, PDP, dan ODP, layaknya beban mengetahui sebuah isi peraturan oleh masyarakat karena sudah diundangkan dan dicatatkan dalam Lembaran Negara.

Namun syaratnya adalah segala informasi tentang Pasien Positif Coronq, PDP, dan ODP harus dibuka seterbuka-bukanya kepada masyarakat, setidaknya kepada masyarakat sekitar pasien Corona.

Konsekuensi negatif dari pilihan ini bukan tidak ada juga, tinggal diidentifikasi dan diantisipasi juga.

*

Semua pilihan itu ada konsekuensinya. Pilihan terbaik haruslah dibarengi sikap konsisten, termasuk sikap konsisten tahapan resiko dari sebuah pilihan. 

Bukankah pilihan terbaik itu adalah pilihan yang sudah teridentifikasi potensi resiko dari sebuah pilihan?. 

Bukankah pilihan terbaik itu adalah pilihan yang sudah memiliki mekanisme evaluasi atas suatu kejadian di lapangan berbasis pilihan yang sudah diambil?

Masyarakat yang tertular Virus Corona itu pada dasarnya adalah korban. Amatlah bijak jika memperlakukan mereka dalam posisi sebagai korban. 

Tidak tertutup kemungkinan mereka menjadi korban tertular Virus Corona karena sebuah pilihan kebijakan itu sendiri. 

Sehingga janganlah ditambah beban mereka dan keluarganya dengan stigma tidak jujur, apalagi jika stigma itu diucapkan pejabat yang bertanggung jawab atas pilihan yang sudah diambil.

Kalau ada masyarakat yang tidak terdeteksi pernah bersinggungan dengan Pasien Corona, dalam posisi pilihan penanganan penanggulangan Virus Corona saat ini, yang perlu dipertanyakan dan dievaluasi adalah proses dan petugas yang bertanggung jawab dalam program tracking dan tracingnya, bukan masyarakat luas. Beban pengetahuannya ada disana karena disana infornasinya berada, bukan di masyarakat luas.

Janganlah masyarakat disalah-salahkan, janganlah masyarakat diberikan stigma tidak jujur, apalagi secara masif melalui media, khawatirnya masyarakat tergiring untuk berfikir liar yang tidak produktif juga.

Seperti, misalnya, masyarakat berpikir liar dan tidak produktif dengan bertanya-tanya: Jangan-jangan istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) sengaja dimunculkan untuk menutupi ketidakmampuan sumber daya yang ada untuk melakukan tracking dan tracing secara agresif dan menyeluruh sehingga ada yang lolos dari proses tracking dan tracing tersebut?

Kembali ke laptop....

Penting sekali untuk fokus bahwa yang perlu dievaluasi adalah kampuan untuk melacak orang yang pernah berinteraksi dengan Pasien Corona. 

Masyarakat sangat minim kemampuan untuk itu karena pilihan yang diambil membawa masyarakat pada situasi minim informasi sehingga beban mengetahui ini tidak bisa dibebankan kepada masyarakat.

*

Sebagai penutup......

Semua ada konsekuensinya. Realitas di lapangan saat ini adalah konsekuensi dari sebuah pilihan yang diambil saat ini dalam pengendalian penyebaran Virus Corona.

Seperti konsekkuensi penyelidikan pada milinial dengan proyek...eh... program triliunan.... karena pilihan bersurat berkop dan berkonflik kepentingan itu.... ditengah Pandemi Corona pula.... sebuah konsekuensi logis biasa saja.... tidak perlu menyalah-nyalahkan pihak lain.... 


Hendra J Kede
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.