Napi Dibebaskan Wong Cilik Kalang Kabut

Ilustrasi
Ilustrasi

Handphone berdering, tidak ada nama, hanya nomer telpon, saya angkat, suara tidak dikenal, orangnya dapat nomor saya dari orang lain saat saya jadi narsum.

Salah satu protap saya saat jadi narsum memang membagikan nomer handphone, sebagai bentuk keterbukaan informasi pejabat publik.

Nada suaranya halus, intonasi pun halus, tidak ada nada menggurui, ciri khas orang tua Jawa yang sangat njawani lawan bicara.

Ceritanya mau curhat, curhat terkait pembebasan 30.000 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan oleh Menkumham.

Lha kok curhatnya ke saya?

Jawabannya, karena saya Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI.

Lha hubungannya apa coba?

Karena saya, dapat menginformasikan ke Presiden dan Menkumham keluhan wong cilik.

Lha dalah.... tambah tugas nih....

Ya sudah, saya layani saja curhatan tersebut.... ops.... tepatnya protes dan kemarahan gaya Jawa... haluuuuusss bangeeettt ngomongnya...

Tapi isi curhatannya itu lho.... bikin berlinang.... teringat saya juga orang kampung... 

***

"Mas.... wong cilik lagi kalang kabut banget sekarang...."

Begitu dengan sangat sopan dan halus, sebut saja Mbah Mulyo, memulai curhatannya

"Kalang kabut kenapa Mbah?" saya menimpali

Berlanjutlah curhatan tersebut.....

Kehidupan wong cilik itu susah. Dapat sedikit rezeki hari ini untuk menyambung hidup hari ini, kalau ada sisa ditabung untuk besok, itu sudah sangat bersyukur sekali.

Sesekali makan telor dari ayam yang lagi bertelor juga sudah makanan mewah

AYO BACA : Orang Tanpa Gejala Corona dan Potensi Generasi Paranoid dalam Dilema Keterbukaan Informasi Publik

Kalau sudah musim panas, tanah gersang, bisa makan tiwul juga sudah alhamdulillah

Anak muda kampung banyak pergi merantau jadi kuli buruh harian di kota, jualan kaki lima di kota. Istri-istri juga banyak yang ke kota jualan jamu gendong. 

Hasil yang ndak seberapa itu dikirim ke kampung untuk biaya sekolah anak yang dititip orang tuanya ke mbah-mbah yang tidak merantau

"Tapi itu dulu Mas...." bunyi suara di seberang sana.

"Kalau sekarang bagaimana Mbah? Sudah lebih baik," saya timpali sambil waswas kalau saya salah memilik kata.

"Lebih parah Mas," Mbah Mulyo melanjutkan

Corona datang, awalnya kiriman berkurang, selang berapa waktu kiriman ndak datang lagi. Lama-lama orang di rantau meminta dikirimin uang sekedar untuk makan, modal sudah menipis banget.

Corona makin menggila, orang rantau mudik kembali ke kampung, bahkan sebagian pulang dengan ongkos yang dikirim dari kampung

Kalau dulu pulang senang bawa oleh-oleh dan uang, sekarang pulang malah penuh khawatir kalau-kalaj bawa Corona.

Sampai di kampung diingatkan aparat kampung untuk isolasi mandiri. Tidak bisa kerja juga.

**

"Itu saja sudah bikin kalang kabut Mas...." sejenak suara Mbah Mulyo terhenti.

"Sekarang tambah kalang kabut Mas," Mbah Mulyo melanjutkan

"Tambah kalang kabut pripun Mbah?" saya timpali sehalus mungkin dengan logat Padang saya.

Mbah Mulyo tidak habis pikir dengan alasan pemerintah membebaskan 30.000 napi tindak pidana umum.

Menurut Mbah Mulyo, kebijakan itu menambah beban wong cilik yang sudah sangat susah dan kalang kabut oleh Corona.

Saya mencoba untuk menjelaskan kalau napi koruptor, napi narkoba, dan napi teroris tidak dilepaskan, yang dibebaskan hanya narapidana tindak pidana umum.

"Lha itu yang bikin susah wong cilik Mas," jawab Mbah Mulyo spontan

AYO BACA : Estimasi Jumlah Terpapar Corona Belum Terdeteksi Tiap Provinsi dan Nasional dengan Rapid Tes Ideal

Saya kaget dan sedikit terperanjat dengan nada bicara Mbah Mulyonyang sedikit berubah dan tentu juga dengan jawaban Mbah Mulyo.

Menurut beliau kalau penjara kepenuhan yang dinebaskan yang koruptor saja, jangan narapidana tindak pidana umum itu.

"Kok begitu Mbah?" tanya saya tanpa bisa menyembunyikan rasa kaget saya

Koruptor itu kalau dilepaskan kan ndak bakalan korupsi lagi, lha jabatannya kan sudah dicopot. Koruptor itu kan tetap banyak uang sekedar untuk hidup. Ndak bakal nyusahin banyak orang, apalagi wong cilik.

Kalau yang dilepaskan itu napi tindam pidana umum bakal menyusahkan wong cilik. Napi tindak pidana umum itu kan rata-raya juga wong cilik, keluar penjara ya tidak punya uang.

Belum tentu keluarganya juga punya uang untuk menanggung biaya hidup. Mau cari kerja, ya sulit sekali. Jangankan mantan napi, orang baik-baik saja mencari kerja sekarang susah bangeeettt. Corona telah memutup banyak usaha.

Sementara perut tetap lapar. Tidak ada jalan lain, akhirnya kan bisa saja nekat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuap nasi.

Pencopet pasar kembali nyopet di pasar, pencuri ternak kembali mencuri ternak, pencuri tanaman di kebon kembali mencuri tanaman, maling kembali maling.

Pencuri motor kembali mencuri motor. Penipu kalas teri kembali menipu di jalanan.

"Kalau begini yang repot kan wong cilik juga," keluh Mbah Mulyo

*

"Tolong sampaikan ke Menkumham itu Mas, kalau kami wong cilik ini sudah kalang kabut karena Corona, jangan ditambah kalang kabut dengan napi yang dilepaskan ini," pinta Mbah Mulyo ke saya.

Saya mana berani mengiyakan. Hanya mengajak Mbah Mulyo berdo'a pada Gusti Allah SWT, agar zaman kalang kabut ini segera berakhir.

Tentu saja sambil menyampaikan imbauan untuk mematuhi pemerintah agar Corona segera berlalu.

Oh ya, sebelum menutup telpon Mbah Mulyo sempat menyampaikan keadaanya yang sulit tidur.

Sulit tidur karena takut ada yang mencuri dua ekor ayamnya yang lagi masa bertelur.

Di batin saya hanya bisa merintih.... 

Duh Gustiiiii.... paringono eling....


Hendra J Kede
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI

AYO BACA : Pasien Positif Corona, Jumlah Terdeteksi atau Jumlah Kemampuan Mendeteksi?

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Informasi Publik
# ayojakarta.com
# Kementerian Hukum dan HAM
# Ayo Media Network
# korupsi

News Update

Jakarta Pusat

2 Aksi Demo Jakarta Hari Ini: Mahasiswa hingga Ojol di 2 Titik Berbeda Gambir dan Kawasan DPR RI!

Setidaknya dua aksi unjuk rasa besar yang digelar oleh aliansi mahasiswa dan massa ojek online (ojol) di sejumlah titik di Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Metropolitan

Pipa Sempat Bocor, PAM Jaya Pastikan Layanan Air Bersih di Jalan Simatupang Berfungsi Kembali!

Layanan air bersih untuk warga di wilayah terdampak kebocoran pipa di Jalan TB Simatupang kini telah kembali pulih.

Bekasi

Mendukung Wajah Baru TPST Bantargebang, Saatnya Warga Jakarta Pilah Sampah dari Dapur

Pemprov DKI beralih ke controlled landfill di Bantargebang dengan pasang geomembran cegah air lindi. Target bebas open dumping 2029 ini butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

Cegah Bahaya Pemukiman Padat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Bangun Budaya Sadar Bencana di Tangerang

Pertamina Patra Niaga Regional JBB luncurkan SAHABAT SIAGA di Tangerang! Warga Mekarsari dilatih simulasi kebakaran dan gempa.

Jakarta Selatan

Soal Perbaikan Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jaksel, Pramono Buka Opsi Gunakan Dana KLB, Apakah Itu?

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara terkait kerusakan bangunan yang terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Kerap Jadi Biang Kemacetan di Kawasan Cakung-Cilincing, Pemprov DKI Gratiskan Truk Kontainer Parkir di Terminal Tanah Merdeka!

Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah cepat guna mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Cakung-Cilincing.

Bekasi

TPST Bantargebang Mulai Pakai Geomembran, Targetkan Sistem Controlled Landfill Rampung 2029

Pemprov DKI pasang geomembran di TPST Bantargebang untuk transisi ke controlled landfill hingga 2029. Langkah ini tekan air lindi dan butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor, UMKM Mebel Sukoharjo Siap Rambah Pasar Dunia

CV Swakarya Jaya Furniture asal Sukoharjo sukses tembus pasar ekspor Spanyol dan AS! Simak kisah sukses pelatihan ekspor BRI Peduli di sini.

Gadget

Lini Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis di Indonesia, Perdana Bawa Baterai Silikon Karbon dan Chipset 2nm

Samsung merilis Z Flip 8 (Exynos 2600 2nm), Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra di Unpacked Jakarta. David GadgetIn puji baterai silikon karbon 5.000 mAh di Fold 8 Ultra dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Nasional

Dorong Service Excellence, Danantara Indonesia Tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga

Danantara Indonesia tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga! Cek inovasi rest area kekinian dan pantauan tol canggih berbasis AI di sini.

Gadget

Resmi Meluncur Mulai Rp4 Jutaan, Tecno Pova 8 5G Worth It Dibeli atau Mending Camon 50 Pro?

Tecno Pova 8 5G rilis mulai Rp4,1 jutaan (naik 66%). David GadgetIn soroti baterai raksasa 8.000 mAh, layar 144Hz, LED Alive Matrix, Dimensity 7100, serta kamera Sony Lythia 600 50 MP.

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.