Pasien Positif Corona, Jumlah Terdeteksi atau Jumlah Kemampuan Mendeteksi?

Kasus positif virus corona di Amerika Serikat mencapai 103.942 kasus dengan 1.689 kematian, per Sabtu (28/3/2020). (AFP/Juan Barreto)

Kasus positif virus corona di Amerika Serikat mencapai 103.942 kasus dengan 1.689 kematian, per Sabtu (28/3/2020). (AFP/Juan Barreto)

Presiden Amerika Serikat mengumumkan kasus pertama kematian akibat positif Corona tanggal 1 Maret 2020 dengan jumlah Pasien Positif Corona sebanyak 22 (dua puluh dua) orang.

Sehari kemudian Presiden Republik Indonesia mengumumkan kasus pertama positif Corona pada tanggal 2 Maret 2020 dengan jumlah Pasien Positif Corona sebanyak dua orang.

Sampai tulisan ini dibuat jumlah Pasien Positif Corona di seluruh Amerika Serikat lebih dari 215.000 orang dengan angka kesembuhan sekitar 8.800 orang dan angka kematian hampir mencapai 5.000 orang. Jumlah Pasien Positif Corona di Amerika Serikat sudah melampaui negara manapun di dunia.

Sementara jumlah Pasien Positif Corona di Indonesia per tanggal 2 April 2020 sebanyak 1.790 orang dengan angka kesembukan 112 orang dan angka kematian 170 orang. 

Menggunakan asumsi bahwa kesembuhan Pasien Positif Corona merupakan hasil tindakan medis yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan sementata bahwa sistem dan sumber daya yang dimiliki Amerila Serikat memiliki kemampuan menyembuhkan Pasien Positif Corona pada kisaran 4,09 persen dari jumlah seluruh Pasien Positif Corona. Dan angka prosentase kematian sebesar 2,33 persen.

Menggunakan asunsi yang sama maka kesimpulan sementara untuk Indonesia adalah sistem dan sumber daya yang dimiliki Indonesia memiliki kemampuan menyembuhkan Pasien Positif Corona pada kisaran 6,26 persen dari seluruh Pasien Positif Corona. Dan angka prosentase kematian sebesar 9,50 persen.

**

Kenapa penulis memilih Amerika sebagai pembanding dalam membuat tulisan ini? Tentu bukan karena kesamaan kemampuan keuangan dan kemampuan Sumber Daya kesehatan antara Indonesia dan Amerika. Tidak sama sekali. Amerika sangat jauh diatas Indonesia.

Penulis memilih Amerika Serikat semata-mata karena Indonesia dan Amerika memiliki beberapa kemiripan, khususnya kesamaan kebijakan dalam menghadapi Pandemi Corona ini.

Waktu terdeteksi adanya warga kedua negara yang positif terinveksi Virus Corona sebagai Pasien Positif Corona hampir bersamaan dan diumumkan oleh masing-masing Presiden selang sehari.

AYO BACA : Stigma Patuh

Jumlah penduduk Indonesia dan Amerika Serikat relatif mirip yaitu pada kisaran tiga ratusan juta penduduk.

Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama menerapkan social dan physical distancing untuk mengendalikan penyebaran Virus Corona, sama-sama menolak menerapkan opsi lockdown sebagaimana diterapkan banyak negara di dunia.

Penduduk Indonesia dan penduduk Amerika Serikat sama-sama bebas bergerak dan berkumpul selama dua puluh empat jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

***

Data di atas memperlihatkan bahwa walaupun prosentase Pasien Positif Corona yang sembuh di Indonesia (6,26%) lebih tinggi di banding Amerika Serikat (4,09%) namun prosentase kematian justru sangat jauh bertolak belakang, Indonesia hampir empat kali lipat (9,50%) dibanding Amerika Serikat (2,33%).

Fenomena ini memang sulit penulis pahami jika menggunakan asumsi bahwa kesembuhan dan kematian karena faktor tindakan medis yang diambil terhadap Pasien Positif Corona.

Apakah karena jumlah Pasien Positif Corona Indonesia yang hanya 0,83 persen dari jumlah Pasien Positif Corona di Amerika Serikat sehingga petugas kesehatan bisa lebih fokus dibanding petugas kesehatan Amerika Serikat? Penulis tidak tahu dan tidak berani juga menyimpulkan demikian.

Penulis tidak tahu dan tidak berani menyimpulkan demikian karena semua orang mengetahui bahwa sumber daya kesehatan Amerika Serikat jauh lebih baik dibanding sumber daya kesehatan Indonesia, bahkan ada yang mengatakan sumber daya kesehatan Amerika Serikat adalah yang terbaik di dunia.

Fenomena lain yang juga sulit dijelaskan adalah jumlah Pasien Positif Corona Indonesia yang jumlahnya 'hanya' sekitar 0,83 persen saja dibanding jumlah Pasien Positif Corona Amerika Serikat yang sudah mencapai lebih 215.000 orang.

Faktor apa yang menyebabkan penularan Virus Corona sedemikian besarnya di Amerika Serikat dibanding Indonesia padahal beberapa realitas dan kebijakan yang diambil kedua negara hampir mirip. Sudah beberapa waktu penulis mencoba mencari jawaban atas fenomena ini namun belum ketemu juga jawaban yang memuaskan.

AYO BACA : Parit Al Farisi

Kalau ada pembaca budiman yang bisa menjelaskan, penulis akan sangat berterima kasih sekali.

***

Sampai di sini, saat menelusuri dunia maya untuk mencari data sumber daya kesehatan yang dimiliki Indonesia dan Amerika Serikat, di benak penulis timbul dua pertanyaan menggelitik.

Pertanyaan pertama. Apakah Amerika Serikat mampu mendeteksi sampai 215.000 warganya yang positif terinfeksi Virus Corona sebagai Oasien Positif Corona karena sumber daya kesehatannya yang sangat maju dan budaya kesadaran masyarakatnya untuk memeriksakan diri jika memiliki gejala terinfeksi Virus Corona sangat tinggi?

Pertanyaan Kedua. Apakah Indonesia hanya mampu mendeteksi sampai 1.790 warganya yang positif terinfeksi Virus Corona sebagai Pasien Positif Corona karena sumber daya kesehatan Indonesia yang terbatas dan budaya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri jika memiliki gejala terinfeksi Virus Corona yang rendah, atau memang karena memang begitu realitas jumlah Pasien Positif Corona sebenarnya?

Penulis tidak bisa menemukan dan memberikan jawaban pasti atas dua pertanyaan diatas. Namun ada satu pertanyaan lagi yang muncul di benak penulis dan ingin penulis tanyakan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dari sisi Keterbukaan Informasi Publik sebagai mana diatur dalam UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informas Publik.

Kedua pertanyaan di atas ini semakin menggelitik rasa ingin tahu penulis setelah penulis membaca pernyataan dari dua pejabat resmi negara yaitu Gubernur DKI Jakarta saat rapat virtual dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Rabu (1/4/2020) dan siaran pers Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, pada hari yang sama.

Divisi Humas Mabes Polri menyampaikan bahwa ada sekitar 300 (tiga ratus) siswa Sekolah Pembentukan Perwira Setukpa Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol) Sukabumi, Jawa Barat hasil rapid tes dinyatakan terpapar COVID-19, walaupun belum bisa dinyatakan sebagai Pasien Positif Corona.

Gubernur DKI Jakarta melaporkan kepada Wakil Presiden bahwa ada 401 (empat ratus satu) orang di DKI Jakarta yang telah meninggal dan dimakamkan dengan protap pemakaman Pasien Positif Corona, walaupun tidak semuanya sebelum meninggal sudah dinyatakan sebagai Pasien Positif Corona.

Rasa ingin tahu yang begitu menggelitik penulis adalah sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Apakah jumlah Pasien Positif Corona yang diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 merupakan jumlah orang yang terdeteksi atau jumlah orang yang hanya mampu terdeteksi oleh sumber daya kesehatan Indonesia?


Hendra J Kede
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI

AYO BACA : Salah Samek #2 : Mudik dan Ketersediaan Makan

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).