Omnibus Law Berpotensi Menciptakan Negara Otoriter

(Repro)
(Repro)

Di tengah suasana orang ramai ramai membunuh kebenaran, ramai-ramai ingin berkuasa atau menjadi bagian dari kekuasaan (bahkan lawan politik utama pun/capres ikut-ikut ingin berkuasa), suasana mengarah pada kekuasaan yang mengerucut pada satu sudut tertentu dan bergerak kearah otoritarianisme.

Keinginan dan dorongan orang merapat pada kekuasaan bahkan ketakutan berbeda pandangan dengan kekuasaan merundung hampir semua orang, tidak hanya politisi juga para profesional dan aktivis civil society. Tentu saja hal ini bukan tanpa sebab, paradigma hukum menjadi alat kekuasaan telah menjadi faktor utama bagi mereka merasa ketakutan dan beramai-ramai merapat dan masuk dalam kekuasaan. 

Realitas sosial, politik, ekonomi dan hukum menjadi rahasia umum, laporan-laporan hukum yang dilakukan oleh kelompok /orang yang tergabung dengan koalisi kekuasaan lebih ditanggapi dan direspon oleh aparat penegak hukum (kepolisian dan kejaksaan) ketimbang laporan dari sebelahnya lawan politik dan bukan koalisi. Bahkan sampai sampai lembaga KPK yang independen produk reformasi bersama Mahkamah Konstitusi juga dikebiri.

Perselingkuhan antara Presiden dengan DPR di masa akhir periode 2019 telah mengkebiri KPK dr sebuah lembaga independen menjadi lembaga bagian dr eksekutif dibawah Presiden. Inilah yang menjadi faktor lahirnya ketakutan-ketakutan dari para aktivis, politisi bahkan profesional dan aktivis masyarakat sipil yang sebagian besar berusaha merapat pada kekuasaan, hanya mereka yang berakal sehat yang masih betani berada di luar dan berbeda dengan kekuasaan.

Suasana ini kemudian juga mendorong susana "ketakutan" yang hegemonial tidak berani dan takut berbeda dari mereka yang berada dalam kekuasaan, sehingga gagasan-gagasan yang secara ekonomis, politis bahkan akal sehat prioritas, berjalan mulus tanpa pendapat berbeda seperti: pembangunan infrastruktur yang sekaligus selain menciptakan hutang luar negeri yang besar juga mengubah struktur kepemilikan aset yang justru beralih pada asing. Demikian halnya ide pindah ibukota yang pasti akan mengeluarkan biaya yang besar seharusnya dapat dialihkan pada program-program mengatasi kemiskinan dan kesejahteraan rakyat. Begitu juga ide pembuatan terowongan silaturahmi antara masjid Istiqlal dengan gereja Katedral yang secara nyata juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit dibandingkan manfaatnya.  Ini semua berjalan dengan mulus dan sama sekali tidak ada perbedaan pendapat dalam koalisi kekuasaan, bahkan yang ada justru pujian yang mengarah pada langkah-langkah mencari muka. Kasihan Presiden semakin tersudut pada satu posisi yang potensial akan menjadi otoriter.

Omnibus Law juga akhirnya muncul tidak hanya sebagai gagasan tapi juga sudah terjebak menjadi sebuah indikasi tindakan yang otoritarian. Lihat saja pernyataan Presiden yang meminta kepada TNI dan Polri  untuk mengatasi (diksinya mendekati) mereja yang tidak setuju pada Omnibus Law. Demikian halnya soal waktu pembahasan di DPR yang meminta dibahas dalam waktu singkat dengan "menantang" (memaksa?) DPR untuk menyelesaikan dalam satu dua bulan ke depan (Presiden punya pengalaman merevisi UU KPK hanya kurang lebih dua minggu).

Tidak hanya itu, Omnibus Law yang tujuannya baik yaitu mencipta dan memperluas lapangan kerja (UU Cilaka) sangat potensial menjadi sebuah produk regulasi yang justru potensial dapat merugikan hukum dan dunia kerja itu sendiri. Investasi adalah menjadi kebutuhan setiap negara didunia untuk mengehar dan menaikan pendapatan perkapita penduduknya yang juga mengindikasikan sebuah negara maju, tetapi juga seharusnya tidak dilakukan dengan mengenyampingkan nilai-nilai universal, aturan dan kepentingan sumber daya alam ke depan.

Beberapa indikator yg melahirkan potensi Omnibus Law ini melahirkan kemudharatan, antara lain:

- dari sudut sistem hukum Indonesia cenderung menganut civil law, sedangkan Omnibus Law merupakan tradisi Common Law, sehingga dalam penyusunannya dibutuhkan keterbukaan, kehati-hatian dan partisipasi masyarakat, sehingga tidak menimbulkan konflik hukum yang tidak produktif:

- yan paling mengecewakan justru isi pasal 170 RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang pada intinya menentukan "Pemerintah Pusat" berwenang mengubah UU Omnibus Law ini tanpa mekanisme penyusunan UU. Ketentuan ini jelas melanggar konstitusi yang menentukan bahwa sebuah UU dibuat oleh  DPR dan Presiden sekalipun isinya hanya perubahan. Ketentuan ini telah mengubah paradigma pembagian kekuasaan dalam suatu penerintahan. Ketentuan ini membawa pada satu era lama yang otoriter yaitu orde baru.

Sangat mungkin Presiden Jokowi tidak mengerti isi dan substansi omnibus law sedetail itu, karena itu patut disayangkan para profesional penyusunnya telah melacurkan profesinya demi kepentingan secuil kekuasaan. Ironis.


Abdul Fickar Hadjar 
Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Omnibus Law
# Presiden Joko Widodo
# Pemerintah
# DPR

News Update

Metropolitan

Rano Karno Resmikan Bus Open Top Tour Jakarta Batavia, CEK Tarif dan Rutenya!

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi meluncurkan operasional bus Transjakarta Open Top Tour rute Jakarta Batavia di Jalan Kali Besar Barat, Tambora, Jakarta Barat, Kamis, 23 Juli 2026.

Metropolitan

Peringati Hari Anak Nasional, PT TransJakarta Gelar Acara Tahunan 'Merakids 2026' Kenaikan Budaya Bertransportasi Publik

Dalam rangka memperingati Hari Anak NNasional, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar program tahunan bertajuk 'Merakids 2026: Bermain, Belajar, dan Berpetualang' pada Kamis, 23 Juli 2026.

Nasional

BRI Peduli Dorong Semangat Belajar Anak Indonesia Melalui Program Ini Sekolahku

BRI Peduli memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan kelas inspirasi dan penguatan Program Ini Sekolahku di enam sekolah.

Ekonomi

Siapa Saja Pemegang Saham Utama di Balik Kredivo Group?

Kredivo dikuasai FPL Capital (85%) dan PT Wanteg Selaras Alam (15%). Didirikan Akshay Bhargava dan dipimpin Dirut Umang Rustagi, aset Kredivo tembus Rp1,49 T dengan ekuitas Rp414,49 M di akhir 2025.

News

Targetkan 35.624 KDKMP di Akhir Tahun 2026, Zulhas: Skema Penyaluran Bansos Melalui Kopdes Merah Putih

Instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, skema penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Ekonomi

Kredivo Temui OJK Usai DC Ketahuan Lecehkan Nasabah

Kredivo investigasi dugaan pelecehan oleh oknum debt collector mitra (PT Danakirti Arta Kirana). Hasilnya resmi dilaporkan ke OJK pada 23 Juli 2026 demi pastikan penagihan tegas dan sesuai aturan.

News

Sudah Tahu? Ada Rentetan Aksi Unjuk Rasa Berjilid Sejak 20 Juli 2026 di DKI Jakarta: Tuntutan MBG hingga Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah!

Tak banyak diliput oleh media namun ramai di media sosial, sejumlah titik di wilayah Jakarta diwarnai oleh gelombang aksi unjuk rasa sejak Senin, 20 Juli 2026.

Jakarta Selatan

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh, Walkot Jaksel Syafrin Liputo Pastikan KBM Tetap Berjalan!

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi peserta didik di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan dengan baik pasca insiden robohnya bangu

News

2 Aksi Demo Jakarta Hari Ini, Polisi Kerahkan 900 Personel hingga Rekayasa Lalu Lintas Situasional!

Sebanyak 900 personel gabungan disiagakan guna mengawal aksi demonstrasi yang akan berlangsung di dua titik wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis, 23 Juli 2026.

Bekasi

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Terhadap SPBU 34.176.06 Bekasi Diduga Layani Pelangsir

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Terhadap SPBU 34.176.06 Bekasi Diduga Layani Pelangsir

Jakarta Pusat

2 Aksi Demo Jakarta Hari Ini: Mahasiswa hingga Ojol di 2 Titik Berbeda Gambir dan Kawasan DPR RI!

Setidaknya dua aksi unjuk rasa besar yang digelar oleh aliansi mahasiswa dan massa ojek online (ojol) di sejumlah titik di Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Metropolitan

Pipa Sempat Bocor, PAM Jaya Pastikan Layanan Air Bersih di Jalan Simatupang Berfungsi Kembali!

Layanan air bersih untuk warga di wilayah terdampak kebocoran pipa di Jalan TB Simatupang kini telah kembali pulih.

Bekasi

Mendukung Wajah Baru TPST Bantargebang, Saatnya Warga Jakarta Pilah Sampah dari Dapur

Pemprov DKI beralih ke controlled landfill di Bantargebang dengan pasang geomembran cegah air lindi. Target bebas open dumping 2029 ini butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

Cegah Bahaya Pemukiman Padat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Bangun Budaya Sadar Bencana di Tangerang

Pertamina Patra Niaga Regional JBB luncurkan SAHABAT SIAGA di Tangerang! Warga Mekarsari dilatih simulasi kebakaran dan gempa.

Jakarta Selatan

Soal Perbaikan Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jaksel, Pramono Buka Opsi Gunakan Dana KLB, Apakah Itu?

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara terkait kerusakan bangunan yang terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Kerap Jadi Biang Kemacetan di Kawasan Cakung-Cilincing, Pemprov DKI Gratiskan Truk Kontainer Parkir di Terminal Tanah Merdeka!

Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah cepat guna mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Cakung-Cilincing.

Bekasi

TPST Bantargebang Mulai Pakai Geomembran, Targetkan Sistem Controlled Landfill Rampung 2029

Pemprov DKI pasang geomembran di TPST Bantargebang untuk transisi ke controlled landfill hingga 2029. Langkah ini tekan air lindi dan butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor, UMKM Mebel Sukoharjo Siap Rambah Pasar Dunia

CV Swakarya Jaya Furniture asal Sukoharjo sukses tembus pasar ekspor Spanyol dan AS! Simak kisah sukses pelatihan ekspor BRI Peduli di sini.

Gadget

Lini Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis di Indonesia, Perdana Bawa Baterai Silikon Karbon dan Chipset 2nm

Samsung merilis Z Flip 8 (Exynos 2600 2nm), Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra di Unpacked Jakarta. David GadgetIn puji baterai silikon karbon 5.000 mAh di Fold 8 Ultra dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Nasional

Dorong Service Excellence, Danantara Indonesia Tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga

Danantara Indonesia tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga! Cek inovasi rest area kekinian dan pantauan tol canggih berbasis AI di sini.