Urgensi Reposisi Pucuk Pimpinan TNI

PERATURAN Presiden mengenai nomenklatur Wakil Panglima TNI melahirkan teka teki baru tentang perubahan di tubuh TNI. Dulu, posisi tersebut pernah dihapus oleh Gus Dur dan kini ingin diadakan kembali oleh Presiden Jokowi. Sementara kalangan meramalkan bahwa posisi Wakil Panglima akan diisi oleh Jenderal Andika Perkasa yang sekarang tengah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Kebijakan ini melahirkan problem lanjutan terkait tupoksi pembagian tugas Panglima, Wakil Panglima, dan para Kepala Staf. Belum lagi dalam sistem Presidensial, Presiden adalah Panglima Tertinggi. Sedangkan untuk seorang Jenderal Andika Perkasa yang berlatar belakang Angkatan Darat saat ini diperlukan untuk konsolidasi TNI pasca pilpres menjadi penting dalam rangkat memastikan situasi kebangsaan bebas dari disharmoni. Mengingat keterbelahan dan kecurigaan dukungan aparat semasa Pilpres. Artinya, posisi Angkatan Darat dalam satuan besar TNI peranannya cukup vital dalam menjaga stabilitas dan mencipta harmoni di tubuh TNI. Dalam kondisi kebatinan TNI, ada semacam trust dan kewibawaan yang tinggi jika institusi ini dipimpin oleh seorang Panglima yang berlatar belakang Angkatan Darat tanpa memandang rendah matra lain namun lebih pada ancaman aktual dan kondisi kebetaninan TNI.

Dalam konteks hari ini, ikhtiar untuk menjaga kewibawaan institusi TNI amat penting di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap TNI. Demikian kira kira report survey yang dirilis oleh lembaga otoritatif LSI Denny JA. Sementara tantangan disintegrasi semakin hari semakin menguat, terutama dalam isu Radikalisme dan Terorisme. Peristiwa penusukan terhadap Ex Menkopolhukam Wiranto dan Pengeboman Polresta Medan adalah bukti ancaman bukan hanya pada Personal Security, namun juga National Security. National Security karena yang ditarget adalah Tokoh Nasional yang membidangi Politik, Hukum, dan Keamanan. Juga institusi keamanan seperti kepolisian.

Demikian pula persoalan lain seperti separatisme di Papua yang tak kunjung reda dan masih sangat mungkin bereskalasi. Rentetan peristiwa tentang konflik Papua menunjukkan betapa institusi TNI di bawah nahkoda Jenderal Hadi Tjahjanto tidak menghasilkan legasi apapun terkait langkah mengatasi separstisme. Sedangkan public opini tentang institusi TNI kian merosot karena pendekatan yang dijalankan dianggap jauh dari kata populis.

Kembali pada peran sentral Angkatan Darat dalam rangka memulihkan kondisi pertahanan dan keamanan yang menghadapi tantangan dan ancaman yang cukup berat menjadi penting, sebab di tubuh TNI yang memiliki struktur sampai ke tingkat desa adalah Angkatan Darat. Disinilah peran teritorial Angkatan Darat diperlukan untuk mengeliminasi ancaman dan berbagai gangguan. Di samping itu, Presiden Jokowi yang notabene berlatar belakang seorang sipil juga memerlukan sosok Panglima TNI yang kuat dan mengakar. Berbeda halnya dengan Presiden SBY yang memang berlatar belakang militer, maka mengangkat Panglima dari yang bukan Angkatan Darat bukan menjadi masalah. Dan kondisi ketika itu memang tidak dalam ancaman yang terlalu berat.

Faktual, ketika Panglima TNI dijabat oleh Jenderal Gatot Nurmantyo praktis tidak ada gangguan yang begitu serius terkait terorisme dan separatisme. Karena itulah, rentan rasanya jika Panglima TNI dipertahankan berlama lama hanya karena alasan kedekatan personal, sementara prestasinya tak ada yang menonjol. Sebab jika kondisi demikian dipertahankan, kekhawatiran bahwa angkatan darat tidak terkonsolidasi dan menimbulkan kekecewaan adalah kekhawatiran yang cukup beralasan. Dampaknya, tentu akan berpengaruh besar pada terhambatnya visi misi Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin.

Fatalnya Analisa Panglima TNI soal Terorisme

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan ancaman stabilitas keamanan negara mulai bervariasi di era revolusi industri 4.0. Ada tiga ciri utama dari ancaman tersebut. Pertama sifatnya eskalatif atau tiba-tiba muncul. Kedua bersifat campur gabungan dari dua atau tiga ancaman. Ketiga adalah dalam tempo yang singkat. 

Ancaman keamanan di era revolusi industri 4.0 sudah banyak terjadi di Indonesia di 2019 ini, menurutnya. Seperti saat banyak unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di Jakarta, mendadak wilayah Papua memanas dengan sejumlah kerusuhan. Ditambah adanya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Jika dilihat dari perilaku aktor dan pola operasinya, analisa Panglima Hadi ini meleset jauh dari fakta empirik di lapangan. Sebab serangan Bom di Mapolres Medan masih menggunakan pola konvensional dan bom rakitan seadanya. 

Kalau berpola 4.0, tak terlihat ada paduan serangan bom dengan serangan siber dalam aksi tersebut. Atau misalnya menggunakan media drone, hacking jaringan komputer dan listrik Mapolres Medan atau juga dengan penggunaan media robot yang melakukan pengeboman. Jadi nampak berlebihan dan salah alamat jika Panglima TNI mengatakan bahwa Bom di Mapolres Medan adalah ancaman revolusi industri 4.0. Sedangkan bom yang ditemukan pada aksi tersebut adalah bom yang hanya manual home industri.

Fatalnya analisis Panglima TNI ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama karena tak paham lapangan, kedua konsultannya tak paham persoalan. Sehingga input informasi dan masukan yang diberikan terkesan jauh dari kata relevan. Sebab soal bom, jika bentuknya sebagaimana yang terjadi di mapolres medan, sejatinya itu bukan cermin dari industri 4.0. Bahkan di zaman perang dunia 1 dan 2 saja sudah dikenal istilah bom atom. Ada peristiwa di mana Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika. Sedangkan revolusi 4.0 dekat dengan Artificial Intelligence, Cyber, dan Algorithm.

Disini lah penulis memandang kenapa perubahan di tubuh TNI menjadi penting. Pertama, case by case, kesalahan dalam mengidentifikasi masalah kerap sekali terjadi. Kedua, marwah dan kewibawaan TNI perlu dikembalikan kembali dengan menunjuk Panglima yang tepat.


Surya Fermana
Pengamat Militer

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.

Jakarta Barat 03 Jun 2026, 13:27 WIB

Upaya Kurangi Bau Sampah, Kelurahan Duri Jakarta Barat Lakukan Uji Coba Penggunaan Cairan Eco Lindi!

Upaya untuk mengurangi dampak bau dari sampah, Kelurahan Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat lakukan uji coba pemanfaatan cairan eco lindi di depo sampah Jalan Duri Utara III pada Rabu, 3 Juni 2026.

News 03 Jun 2026, 13:19 WIB

Bukan Ahli Gizi Seperti Dadan Hindayana, 3 Profil Kepala dan Wakil BGN Terbaru dari Mantan Jurnalis Tabloid, hingga Ekonom Senior

Profil dan jejak karier Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono.