Ketika Pohon Angsana Meringis di Cikini

Sisa pohon yang ditebang Pemprov DKI Jakarta di trotoar kawasan Cikini, Jakarta Pusat/Twitter @kemalarsjad

Sisa pohon yang ditebang Pemprov DKI Jakarta di trotoar kawasan Cikini, Jakarta Pusat/Twitter @kemalarsjad

Warga Jakarta tiba-tiba dikejutkan dengan penebangan sejumlah pohon besar di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Kabarnya sebagian besar adalah pohon Angsana.

Di seberang Stasiun Cikini terdapat sedikitnya 8 bekas pohon yang ditebang persis berada di tengah-tengah trotoar yang sebelumnya diperlebar.

Kondisi pohon saat ini memang sudah habis ditebang, hanya tersisa bagian akar dengan tinggi sekitar 5 sentimeter di atas permukaan tanah. Sejumlah petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta menggali pohon Angsana itu satu per satu agar bersih.

Sontak saja penebangan pohon-pohon besar di Cikini Jakarta Pusat menuai protes. Pembabatan pohon-pohon besar tersebut karena pelebaran trotoar di Kawasan tersebut. Memang beberapa bulan ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan pelebaran trotoar di Cikini dan sekitarnya.

Proyek pelebaran trotoar sama sekali tidak salah. Apalagi sudah sekian lama warga Ibu Kota merindukan ruang (koridor) pejalan kaki yang lebih manusiawi. Pejalan kaki membutuhkan pedestrian yang memiliki standar yang baik. Tempat di mana warga dapat berjalan dengan nyaman, teduh, aman dari kendaraan sambal melihat dan mengamati bangunan-bangunan beserta lingkungan di seputarnya.

Apalagi Pemrov DKI Jakarta pada 1997 lalu pernah memaparkan suatu konsep pedestrian yang lebar untuk Jalan MH Thamrin. Kini, sebagian konsep itu sudah terwujudkan walau belum sempurna. Pendestrian di sekitar Jalan Sudirman juga sudah ciamik. Para pekerja sudah nyaman berjalan kaki menuju kantornya. Walau pedagang kaki lima (PKL) masih diam-diam berjualan menawarkan nasi uduk, susu kedele hingga sarapan pagi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan pedestrian tersebut belakangan dirusak dengan munculnya ojek online dan ojek konvensional serta pedagang kaki lima (PKL). Artinya, impian sebuah pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki belum sebatas yang diimpikan. Dalam beberapa kejadian, ojek online maupun ojek konvensional termasuk PKL lebih galak menguasai trotoar. Tengok saja di Kawasan Kebon Sirih dekat kantor wakil rakyat Jakarta. Ujung-ujungnya: pejalan kaki menjadi anak-tiri di kotanya. Tragis memang!

Pengawasan aparat di lapangan agaknya menjadi persoalan serius yang kerap diabaikan begitu saja. Niat baik namun setelah itu pelebaran trotoar dibiarkan sehingga hak pejalan kaki terabaikan. Jeritan pejalan kaki pun sama sekali tak dihiraukan! Ibarat berteriak di padang tandus.

Namun persoalnya menjadi lain ketika sejumlah pohon Angsana di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat harus dibabat habis hanya untuk sebuah pelebaran trotoar yang ketika sudah terwujud nantinya malah hanya dikuasai ojek online, ojek konvensional dan PKL. Sebaliknya hak pejalan kaki sama sekali raib begitu saja.

Apakah ini menunjukkan betapa lemahnya perhatian pengelola kota ini terhadap ruang terbuka hijau (RTH)?

Tentunya penghuni Jakarta tidak ingin kotanya mendapat julukan baru sebagai Kota Multikrisis. Multikompleks persoalan akan semakin bertambah setiap hari untuk membelit dan menjepit Jakarta pada pilihan-pilihan pahit. Persoalan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah salah satu masalah yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

AYO BACA : Pohon Angsana dan Beringin Ditebang, Gantinya Tabebuia Percantik Trotoar Cikini

Belum hilang dari benak kita ketika 250 batang pohon di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Suprapto dibabas habis hanya karena proyek Busway tahap II dan III. Itu kejadian beberapa tahun lalu. Median jalan yang merupakan bagian dari jalur hijau jalan dan termasuk komponen dari RTH dengan sangat dipaksakan dikorbankan demi kepentingan pengelola program dan atas nama menyelamatkan Jakarta dari ancaman kelumpuhan lalu lintas total. Mobil dan pohon menjadi fenomena konflik baru baru dalam komponen perkotaan.

Dalam kasus penebangan pohon Angsana di Cikini memunculkan konflik antara pelebaran trotoar dengan pohon. Bukan tidak mungkin ke depan akan muncul konflik baru dengan komponen perkotaan yang berbeda. Bukan tidak mungkin pula kasus penebangan pohon Angsana di Cikini akan muncul di lokasi lain. JIka hal itu terjadi maka RTH sudah pasti akan selalu menjadi korban, median jalan akan hilang berubah menjadi ruas jalan, pedestrian semakin terus diperlebar, sementara jumlah taman (baca: pohon-pohon tua) akan semakin menipis. 

Krisis RTH menjadi ruang tanpa hijau. Yang ada nanti hanya ruang dengan hutan beton yang terus membabat lahan-lahan seperti taman yang sebenarnya berfungsi sebagai wadah interaksi penghuni kota ini. Kondisi itu diperburuk lagi jika terjadi kongkalingkong antara aparat dengan pengembang di lapangan.

Diakui atau tidak: kehadiran pohon dalam lingkungan kehidupan manusia khususnya di perkotaan, memberikan nuansa kelembutan tersendiri. Perkembangan kota yang lazimnya diwarnai dengan aneka rona kekerasan, dalam arti harfiah ataupun kiasan, sedikit banyak dapat dilunakkan dengan elemen alamiah seperti air (baik yang diam-tenang maupun yang bergerak-mengalir) dan aneka tanaman (mulai dari rumput, semak hingga pohon).

Buddha pernah mengajarkan bahwa kelembutan adalah lambang kehidupan, sedangkan kekerasan adalah lambang kematian. Suatu kota yang hanya sarat dijejali dengan beton, besi, baja, batu dan bata yang serba keras, tidak dilengkapi dengan ruang terbuka hijau yang mencerminkan kelembutan, berarti sudah dekat dengan ambang kematian!

Sebaliknya kota yang kaya dengan taman dan ruang terbuka hijau apalagi memiliki hutan kota, berarti kota yang menjanjikan kehidupan.

Pertanyaannya: maukah pengelola kota ini memberi kehidupan dengan tetap terus menambah ruang terbuka hijau? Atau sebaliknya menjejali setiap jengkal kota ini dengan hutan beton?

Semoga Jakarta tetap menjadi kota yang menjanjikan sebuah kehidupan bukan sebaliknya menyiapkan kematian. Semua itu tergantung pengelola Kota Jakarta! 

Akhirnya hanya menanti slogan “Maju Kotanya Bahagia Warganya” menjadi kenyataan dan bukan basa-basi belaka apalagi pemanis di bibir saja.

Norman Meoko
Wartawan senior

 

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.