Selamat pagi Indonesia
Satu...dua...tiga...uey, keburu jatuh nich!
Seimbangkan tubuh dan pikiran, sejalan tanpa hambatan dan kehebohan.
Terkadang baru kusadari, untuk melakukan hal-hal kecil, yang sebetulnya dulu waktu masih imut itu sangat mudah dilakukan.
Menaiki tembok berukuran setinggi tiga meteran, berlari di atas pematang sambil tertawa terbahak-bahak tanpa ada rasa takut terjatuh. Begitu yakinnya pada keseimbangan. Sambil main layang-layang pula.
Menaiki atap genting yang tinggi, sambil berlarian, atau melompat dari dahan ke dahan yang lain dengan sangat ringan.
Hmmm, sekarang keseimbangan itu semua tidak lagi mudah dilakukan.
Setelah cari tahu sana-sini, ternyata sistem dalam tubuh yang membantu keseimbangan akan mengalami penurunan setelah kita berusia 40 tahun.
Sistem keseimbangan ini terdiri dari beberapa struktur di telinga bagian dalam yang memonitor gerakan di kepala, mendeteksi gravitasi, dan mengirim sinyal ke otak.
Begitu kita makin sedikit bergerak, maka keseimbangan itupun Makin banyak berkurang. Tapi tidak mungkin juga kita akan bergerak seperti di masa kanak-kanak.
Berlatih Yoga kurasa itu yang paling tepat baik untuk membantu otot tubuh tetap lentur dan banyak latihan keseimbangan yang bisa kita dapatkan.
Sebagai bekal juga untuk kita jalan-jalan menikmati keindahan di ketinggian, agar tidak mudah kram karena memang kelenturan tubuh sudah banyak berkurang dan agar tidak mudah jatuh karena keseimbangan yang menghilang.
Salam sehat jiwa dan raga.
Yanni Krishnayanni
Pendaki Gunung Komunitas Swara Ibu Asah Bangsa Indonesia (SIABI)

Share this article
Menaiki tembok berukuran setinggi tiga meteran, berlari di atas pematang sambil tertawa terbahak-bahak tanpa ada rasa takut terjatuh. Begitu yakinnya pada keseimbangan. Sambil main layang-layang pula.