Berawal dari keinginan mengunjungi gunung Pangrango lintas ke Gunung Gede, yang lebih dikenal dengan sebutan Gepang, karena ajakan teman yang masih punya cuti panjang.
Coba intip-intip tiket kereta api. Saran Teman, turun di Kiaracondong, kota Garut akan lebih dekat, kuota masih ada sih meski tinggal sedikit...eeeh ternyata sampainya 23.30 tengah malam. Teman pendaki perempuan di Bandung bersedia jemput, mulai pikir-pikir, rasanya enggak tega aaah. Beli nggak, beli enggak yaaaa tiket keretanya???
Tiba-tiba terpikir untuk service motor aja deh, sudah lama juga tidak cek air radiator, kalau oli selalu rutin diganti sendiri. Oh ya... motor yang saya gunakan Honda CB 150R, maka itu ada radiator.
Dadakan saya memutuskan untuk ke Yogya dulu, menemui teman untuk membicarakan suatu hal. Jadilah saya khilaf, tiket kereta tidak jadi saya beli... Saya putuskan safari antarkota ketemu teman sembari mendaki gunung-gunung.
Kunjungan 1 - Yogyakarta
29 Agustus 2019
Mulailah saya berangkat pagi hari sekitar pukul 06.00 menuju Yogya, dengan bawaan carrier segede gaban (gimana enggak, lah memang tujuannya naik gunung) dan beratnya minta ampun...untung dengan motor model sport, jadi carrier bisa duduk dengan baik, seperti sedang membonceng seseorang.
Saya menuju rumah Mbak Beeby di Sleman, dan tiba pukul 14.00, malamnya kami berdua janjian dengan Mas Anton Bayu, untuk ketemuan di Caffe Merapi, yang lokasinya di bawah kaki Merapi....rasanya koq tidak nyampe-nyampe sih...ujuuuuung banget.
Saat perjalanan, saya sempat bertanya... siapa kira-kira yang akan jadi pengunjungnya? Tempatnya terpencil, jalannya banyak rusak. Gila bener bikin Caffe di ketinggian.
Sepanjang jalan, saya banyak sekali bertanya yang inilah.... itulah, sambil mendengarkan petunjuk Google Map.
Setibanya kami di parkiran, saya cukup terkejut...
Aiiih motor parkir banyak sekali, ada juga 6-7 mobil. Begitu kami mencoba masuk, sulitlah kami temukan tempat duduk kosong, hahaha pikiranku salah. Padahal banyak sekali tempat duduk disediakan, tapi tidak kami dapatkan. Pengunjung beragam mulai dari keluarga, tapi mayoritas anak muda-mudi, harus rela menunggu salah satu kelompok yang sudah selesai.
Sembari menunggu, kami coba jalan-jalan di seputaran Caffe, ternyata ada camping ground juga loh. Bisa wisata kopi, asyik bener nich. Sayang karena malam hari, maka kami tidak bisa memotret, gelap. Puas puter lokasi, akhirnya kami coba kembali, dan dapat juga tuh tempat duduk. Ngobrol asyik tidak terasa hingga pukul 22.00 WIB. Cukuplah diskusi kami untuk bekal meeting lanjutan ke Jakarta nantinya.
Kunjungan 2 - Bandung
Kunjungan berikutnya saya menuju Bandung lewat selatan yaitu Kebumen - Pangandaran - Cilacap - Garut - Bandung.
1 September 2019
Rencana start pukul 07.00 dari Sleman, aaah ternyata mbak Beeby dan suaminya juga mau ke Bandung. Menghadiri undangan teman yang mantu. Aiih ini kebetuan apa kebetulan yang betul-betul nich.
Dengan segera saya bertanya "Bolehkah saya titip Carrier?" Mb Beeby pun menjawab "Sangat bisa". Horeee, beban punggung berkurang, saya memang beruntung.
Saya pun langsung berangkat, sepanjang jalan tidak semuanya lancar, banyak perbaikan jalan, macet. Adapula jalan yang ditutup separuh karena pengecoran. Begitulaaah sebuah perjalanan, tapi tetap harus kita lalui, dan sebaiknya tanpa keluhan. Karena akan sia-sia saja.
Saya istirahat dan berhenti di toko retail salah satu daerah sebelum Cilacap, saya duduk di teras toko sendirian, sambil mendinginkan mesin motor, juga pantat saya hahaha, melemaskan kaki, punggung dan pinggang. Tiba-tiba keluarlah seorang laki-laki muda dari dalam toko dan mengajak saya bersalaman...pastilah saya salamin donk, lalu dia duduk dan tiba-tiba curhat ibunya sedang sakit. Saya dengarkan hingga selesai. Alamaaaak, kenal juga enggak. Sungguh pengalaman yang membingungkan.
Setelah dia pergi... tiba-tiba datang lagi lelaki tengah baya dari arah parkiran menuju tempat saya duduk, eeeh ini lagi, ternyata ngajak salaman juga. kali ini bertanya puskesmas A berada di mana, Waduuuh... benarnya ada apa ya, apa di jidat saya tertulis bagian Informasi atau Psikologi atau aaah entahlah, lebih baik saya cepat pergi dari tempat ini. Candaan alam ini memang luar biasa, yang sering tidak kumengerti.
Langsung lanjut aja deh, uuuh panas bangets dan kantuk itu datang tanpa kompromi. Akhirnya...tidak sanggup dan berhenti di Cilacap sekitar pukul 14.00. sekalian makan siang dan ngopi.
Sembari menunggu, ngobrol dengan pemilik, ngalor ngidul sampai juga pada pertanyaan sedang touring bu? sendirian? teman-temannya di mana? Saya jawab dengan ringan "teman-temannya di jalan."
Tidak lama keluarlah itu makanan... loh koq banyak banget, siapa nanti yang menghabiskan? Aaah ternyata bener-bener deh dikira saya touring rombongan. Aduuuh maafkan... saya sendirian bu (bersambung)

Share this article
Mengikuti Petunjuk Google Map, jalan lancar, sekitar pukul 20.00 saya baru sampai di kota Nganjuk. Berhenti di warung kecil untuk pesan kopi, cangkirnya imut cantik, serasa di zaman dahulu.