AYOJAKARTA.COM - Pada November kemarin gempa bumi kembali terjadi di Indonesia tepatnya di wilayah Jawa Barat.
Gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Barat tersebut berkekuatan cukup besar yakni 5,6 magnitudo.
Berdasarkan informasi dari BMKG, penyebab terjadinya gempa di Cianjur tersebut karena Sesar Cimandiri.
Sesar Cimandiri adalah sebuah patahan geser aktif dengan panjang 100 kilometer membentang dari Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi mengarah ke Timur Laut yang melalui daerah Kabupaten Bandung, Cianjur, Bandung Barat dan Subang.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada Senin (5/12/2022), seorang ahli kegempaan bernama Surono yang juga selaku PP Persatuan Insinyur Indonesia Bidang Bencana dan Iklim menuturkan jika Sesar Cimandiri adalah sesar yang paling aktif.
Tidak hanya itu, menurut Surono Sesar Cimandiri juga merupakan sesar yang paling sering menimbulkan terjadinya gempa.
“Kalau melihat dari sesar-sesar yang ada di Pulau Jawa ternyata Sesar Cimandiri itu sesar yang paling aktif paling sering terjadi gempa bumi,” ujar Surono.
Selain itu Surono juga mengatakan jika Sesar Cimandiri termasuk kategori sesar yang ‘agak boros’ dalam hal pelepasan energi.
“Kalau kami lihat Sesar Cimandiri ini sesar yang efektif sesar yang ‘agak boros’ jadi manakala energi dari lempeng samudera Australia yang mendesak Pulau Jawa dan Sumatera itu terkumpul kemudian terlepas efisiensinya sangat tinggi,” jelas Surono.
Baca Juga: Bahaya Sesar Cimandiri yang Mengharuskan Masyarakat Bedol Desa ke Tempat Lebih Aman
Hal itulah yang menyebabkan Sesar Cimandiri tercatat sebagai sesar yang paling kerap menimbulkan gempa dibanding sesar lain.
“Maka Cimandiri sering tercatat terjadi gempa dibanding sesar-sesar lain yang ada di Jawa seperti sesar Muria, Lembang, Baribis gitu kan ini kelihatannya yang paling sering,” ungkap Surono.
Paska gempa besar berkekuatan 5,6 di Cianjur pada November lalu, hingga saat ini gempa susulan masih kerap terjadi di wilayah tersebut.
Hal tersebut menurut Surono disebabkan oleh pergerakan sesar yang sedang mencari keseimbangan baru .
“Jadi sesar itu menimbulkan gempa yang pertama itu adalah sesar yang telah terganggu keseimbangannya sekarang ini sesar ini sedang mencari keseimbangan baru,” jelas Surono.
Lebih lanjut ia menjelskan, “Maka perlu energi untuk mencari keseimbangan baru tersebut nah energi yang kita dapat rasakan adalah gempa-gempa susulan”
Baca Juga: Jakarta dalam Bahaya! Aktivitas Sesar Cimandiri, Sesar Baribis dan Gempa Bumi Megathrust 8,9 SR
Terkait gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Jawa Barat sendiri belum bisa dipastikan kapan akan benar-benar terhenti.
“Tidak ada yang bisa mengetahui gempa susulan di Sukabumi akan berhenti, kita tidak tahu kapan akan terjadi tapi kita paling tidak mempunyai gambaran manakala gempa-gempa susulan tersebut menurun dari segi jumlah maupun energi,” tegas Surono.
Namun berakhirnya gempa susulan dapat juga ditandai melalui gempa susulan yang mulai menurun jumlah dan energinya.
“Jadi berakhirnya kapan? Tanda-tandanya adalah manakala gempa tersebut sudah menurun jumlah dan energinya,” pungkas Surono.***

Share this article
Sesar Cimandiri dikenal paling aktif dan sering menimbulkan kegempaan, berikut penjelasannya menurut ahli.