AYOJAKARTA.COM – Kematian sebuah keluarga beranggotakan 4 orang di Kalideres masih menyimpan misteri sampai saat ini. Saksi-saksi dikumpulkan untuk mendapatkan fakta tentang kejanggalan kematian mereka.
Keempatnya ditemukan secara bersamaan di dalam salah satu kediaman di perumahan Kalideres dengan lokasi yang berbeda-beda.
Sebelumnya pihak polisi memberikan keterangan bahwa penyebab meninggalnya empat orang ini diduga karena kelaparan. Tapi dengan munculnya fakta baru dari para saksi mata maka dugaan tersebut terbantahkan.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompastv, terdapat saksi mata yang menyaksikan hal janggal. Saksi mata ini berjumah 3 orang yang terdiri dari mediator jual beli rumah dan karyawan koperasi simpan pinjam.
Korban meninggal dalam kasus ini terdiri dari suami istri Rudyanto Gunawan (71 tahun) dan Renny Margaretha Gunawan (68 tahun), anaknya yaitu Dian Febbyana Apsari Dewi (42 tahun) kemudian yang terakhir adik dari Rudyanto yaitu Budyanto Gunawan (69 tahun).
Keempat jasad mereka ditemukan di lokasi yang berbeda-beda. Mayat Rudyanto ditemukan terlebih dahulu di kamar belakang, kemudian mayat Margaretha ditemukan di kamar depan dengan dugaan sudah meninggal lebih dulu karena kondisi mayat yang sudah mengering.
Kemudian mayat Dian ditemukan di depan kamar dan mayat Budyanto ditemukan di ruang tamu. Ketika ditemukan, kedua jasad ini sedang dalam proses pembusukan.
Diketahui bahwa korban Budyanto sebelumnya berniat ingin menjual rumah Kalideres itu dengan harga 1,2 miliar rupiah.
Namun karena rumah tidak kunjung terjual maka Budyanto memutuskan untuk menggadai sertifikat rumah ke koperasi simpan pinjam.
Lantas pada saat mediator jual beli rumah dan karyawan koperasi simpan pinjam datang ke rumah mereka untuk melakukan pengecekan, ditemukan Renny terbaring di dalam kamar sudah menjadi mayat.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).
“Dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang ini agak gembur, agak curiga. Tanpa sepengetahuan Dian, salah satu korban, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash Hpnya. Begitu dilihat, langsung yang bersangkutan teriak takbir “Allahu Akbar’. Ini sudah mayat,” kata Hengki.
Namun Dian, yang merupakan putri dari Renny membantah bahwa ibunya sudah meninggal. Dian mengaku masih menyuapi ibunya dengan susu dan menyisir rambutnya.
“Saat pegawai koperasi di dalam kamar menyampaikan bahwa ibunya sudah jadi mayat, Dian jawab ibu saya masih hidup, tiap hari saya berikan minum susu sambil disisir rambutnya rontok semua,” tutur Kombes Hengki.
Kejadian ini terjadi sudah cukup lama yaitu pada tanggal 13 Mei 2022. Ketiga saksi yang sedang berada pada rumah korban saat itu segera keluar dari rumah begitu mengetahui kejanggalan keluarga tersebut.
“Di tanggal 13 Mei. Kemudian langsung keluar, yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai ini pinjam uang ini. Langsung mengajak keluar dua saksi yang lain segera keluar,” ucap Kombes Hengki.
Namun salah satu korban, yaitu Budyanto mengejar salah satu saksi dan meminta mereka untuk tidak menceritakan tenang Renny kepada polisi, RT maupun warga lainnya.
“Salah satu saksi ini dikejar oleh Budyanto. ‘Tolong pak jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT atau keluarga sini, tolong’. Dan ternyata memang tidak dilaporkan. Ini yang kami sesalkan,” jelas Kombes Hengki menceritakan kembali kronologinya.
Sampai saai ini pihak berwajib masih mendalami kasus untuk mengetahui motif tewasnya empat orang keluarga di Kalideres.***

Share this article
Tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat masih menyisakan tanda tanya. Ada kesaksian saksi yang sebut masih ada yang memberi susu