AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J kini masih bergulir dengan agenda sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Sejumlah saksi diperiksa di hadapan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
Pada sidang tersebut, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi nampak duduk dan mendengarkan sejumlah keterangan saksi dari kasus pembunuhan Brigadir J.
Mulai dari Susi sebagai ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, hingga kedua orang tua Brigadir J ikut bicara soal kasus ini.
Baca Juga: Ferdy Sambo Minta Maaf Bunuh Yosua, Putri Candrawathi Doakan Brigadir J di Depan Orang Tuanya
Pihak kuasa hukum korban, Kamaruddin Simanjuntak ikut membeberkan fakta mengejutkan dalam persidangan tersebut.
Brigadir J diketahui meninggal dunia setelah mendapatkan tembakan beberapa kali.
Mulai dari Ferdy Sambo hingga Eliezer yang diduga menarik pelatuk tembakan yang membuat Brigadir J meregang nyawa.
Namun, Kamaruddin membeberkan dugaan baru jika Putri Candrawathi juga menjadi penembak ketiga pada kejadian tersebut.
Tuduhan yang diungkap Kamaruddin Simanjuntak ini membuat Putri Candrawathi merasa kaget.
Istri Ferdy Sambo akhirnya memberikan bantahan tegas atas tuduhan ia ikut menembak Brigadir J.
"Bapak Kamaruddin, mohon maaf pak, saya terkejut ketika bapak menyatakan bahwa saya adalah penembak ketiga," ucap Putri Candrawathi dikutip AyoJakarta.com dari sidang kasus Brigadir J.
Ia memberikan alibinya soal tuduhan dirinya melakukan penembakan ketiga pada Brigadir J.
Ia mengaku saat kejadian penembakan terjadi, dirinya sedang berisitirahat di dalam kamar di Duren Tiga.
"Karena pada saat kejadian saya sedang berada di kamar, sedang berisrahat," tandas Putri Candrawathi.
Wanita berambut sebahu ini juga menyampaikan terima kasih pada majelis hakim setelah menyampaikan sanggahannya.
Kasus Brigadir J pertama kali terungkap saat jenazah tidak diperkenankan diperlihatkan pada keluarga ketika tiba di rumah duka.
Hingga akhirnya satu persatu fakta mengejutkan terungkap termasuk dugaan almarhum Brigadir J dibunuh oleh sang atasan, Ferdy Sambo.
Tak sendirian, Ferdy Sambo ternyata menyuruh sejumlah ajudannya untuk membantu menghabisi nyawa Brigadir J.
Kedua orang tua korban mengaku tak percaya putranya, Brigadir J meninggal dunia di tengah pekerjaan, terlebih karena kematiannya dinilai tidak wajar.
Terlebih banyak barang milik putranya yang tak bisa dilihat lagi oleh Rosti, ibunda Brigadir J.
Hingga ia meminta ponsel milik Brigadir J dikembalikan pada sang ibu, agar bisa mengenang seberapa sering ia berkomunikasi dengan anaknya tersebut.***

Share this article
Berikut fakta baru pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi merasa kaget dengan tuduhan Kamaruddin Simanjuntak.