Kesaksian Korban Arema vs Persebaya, Awalnya Aman Hingga Banyak yang Bergelimpangan, 127 Orang Meninggal Dunia

Penyelamatan penonton dalam tragedi berdarah Arema vs Persebaya /Twitter

Penyelamatan penonton dalam tragedi berdarah Arema vs Persebaya /Twitter

AYOKARTA.COM— BRI Liga 1 pekan ke 11 antara Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) di stadion Kanjuruhan  Jalan Trunojoyo, Krajan, kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang berakhir tragis.

Pertandingan yang awalnya berjalan aman dan lancar itu, justru berakhir mengerikan dengan banyak korban bertumbangan. Bahkan korban jiwa disebut sampai ratusan orang.

Baca Juga: Nikita Mirzani Kembali Sindir Najwa Shihab: Ternyata Bestie Butuh Polisi

Banyak video bertebaran di media sosial, berisi tragedi di dalam stadion Kanjuruhan tersebut. Diduga video tersebut berasal dari rekaman para suporter ataupun penonton yang menyaksikan petandingan itu.

Selain video juga muncul kesaksian diungkap oleh penonton yang selamat dari tragedi berdarah itu. Mereka menuliskannya di twitter maupun Instagram.

Salah satunya adalah cuitan di akun twitter @RezqiWahyu_05, ia menceritakan kronologi insiden tersebut. Ia datang hendak menonton big match tersebut.

Ia menuliskan pada awal pertandingan, ketika ia memasuki stadion semua berjalan dengan aman tanpa kericuhan sedikitpun.

Ia hanya mendengar supporter Arema yang saling melontarkan psywar ke arah pemain persebaya saja, tak ada kericuhan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Kerap Bikin Konten YouTube, Asli atau Settingan? Ini Faktanya

Keributan dilihatnya mulai nampak ketika babak pertama usai dan memasuki jeda istirahat. Pertama kali keributan ada di tribun 12-13.

Namun, kericuhan ini berhasil dikendalikan dan diamankan oleh pihak berwenang.

Pada babak kedua, tim Persebaya berhasil mencetak gol ketiganya. Di sisi lain, Arema FC tampil menyerang dan menggempur gawang Persebaya tanpa adanya gol yang tercipta.

Hingga pada peluit akhir dibunyikan, Arema tidak bisa menambah golnya dan harus menerima kekalahan, tragedi dimulai dari sini.

Baca Juga: Nonton Siaran Langsung Arema FC vs Persebaya Surabaya BRI Liga 1, Kick Off Jam 20.00 WIB, Klik di Sini

Realita kekalahan ini membuat para pemain yang tertunduk lesu dan kecewa, pelatih dan manager mendekati tribun timur dan meminta maaf dengan menunjukkan gestur.

Mendadak, seorang suporter datang mendekat dari arah tribun selatan, yang nekat masuk dan mendekati pemain yaitu Sergio Silva dan Maringa.

Suporter tersebut nampak memberikan motivasi dan kritik kepada pemain Arema tersebut.

Dari situ, kemudian ada beberapa oknum suporter yang ikut masuk dan memberikan luapan kekecewaan mereka kepada pemain Arema.

John Alfarizie nampak memberikan pengertian kepada oknum-oknum yang mendekat tersebut.

Baca Juga: Siaran Langsung Bola Hari Ini Bali United vs Persikabo 1973 BRI Liga 1 Jumat 30 September 2022 Pukul 20.30 WIB

Namun, ternyata semakin banyak dari mereka yang berdatangan dan membuat kondisi semakin ricuh.

Dari berbagai sisi stadion, para suporter nampak ikut masuk untuk mengungkapkan kekecewaan mereka.

Tak hanya itu saja, benda-benda kemudian mulai dilempar ke arah lapangan dan suporter menjadi tidak terkendali.

Demi keamanan,  pihak keamanan akhirnya menggiring pemain ke dalam ruang ganti. Dengan pengawalan ketat pihak berwajib.

Baca Juga: Persib Bandung vs Persija Jakarta 2 Oktober di GBLA, Simak Syarat, Cara Pembelian dan Harga Tiket

Pihak aparat kemudian melakukan berbagai upaya guna memukul mundur para suporter.

Menurut penulis dalam utasnya, dilihat perlakuan aparat terhadap suporter sangat kejam dan sadis.

Ada yang melakukan pemukulan dengan tongkat panjang, pengeroyokan oleh aparat, hantaman tameng, dan banyak tindakan lainnya.

Polisi nampak hendak berhasil memukul mundur suporter di sisi selatan, namun mendadak supporter di sisi utara kemudian menyerang.

Dari sini, kemudian semakin banyak suporter yang masuk ke lapangan dan kondisi menjadi tidak kondusif.

Baca Juga: Persija Latihan Super Ekstra Jelang Hadapi Persib, Siap Sabet 3 Poin!

Aparat memutuskan menembakkan beberapa gas air mata ke arah suporter yang ada di lapangan, lalu berganti suporter yang menyerang aparat dari sisi selatan dan utara.

Pada akhirnya, terjadi aksi tembak-tembakan gas air mata ke arah suporter serta hujan lemparan benda dari sisi tribun.

Para supporter yang panik karena tembakan gas air mata, kemudian membuat keadaan tribun semakin ricuh.

Mereka berlarian mencari pintu keluar, sayangnya semua pintu sudah penuh dan sesak karena semua orang panik akan serangan gas air mata.

Disebutkan bahwa dalam insiden tersebut juga banyak ibu-ibu, wanita, orang tua, dan anak kecil yang terlihat sesak tak berdaya. Mereka sesak karena terkena gas air mata,  namun juga tak bisa keluar stadion karena pintu keluar  semuanya penuh dan macet.

Baca Juga: Setelah Diduga Pernah jadi Gigolo, Rizky Billar Kini Disebut Sudah Punya Anak dari Tante-tante Salon

Begitu sampai di luar stadion, banyak orang yang terkapar dan pingsan karena telah terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata.

Sekitar pukul 22.30, disebutkan masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat dan pengeroyokan suporter terhadap aparat.

Mereka menganggap aparat mengurung para supporter di dalam stadion dengan puluhan gas air mata, serta kemudian terjadi beberapa tembakan gas air mata kembali di luar stadion.

Baca Juga: Viral Emak-emak Nangis Bombay Saat Tahu Lesti Kejora Jadi Korban KDRT, Sakit Hati Ini!

Pembuat utas mengungkapkan bahwa kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.

Banyak supporter lemas bergelimpangan, terdengar teriakan dan tangisan wanita, terlihat orang-orang berlumuran darah, mobil hancur.

Terlihat juga batu batako, besi, dan bambu berterbangan, serta kalimat makian dan amarah yang dilontarkan.

Sementara itu, dalam jumpa persnya, Minggu (2/10/2022), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan korban meninggal dunia, sementara capai  127 orang. Dua   di antaranya merupakan anggota Polri.

Baca Juga: Pingin jadi 'PNS'? Raffi Ahmad Buka Loker di Rans Entertainment, Simak Info Lengkapnya di Sini

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Nico.

Dijelaskan Nico dari ratusan korban meninggal tersebut, sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Selain itu, saat ini ada sekitar 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut, seperti dikutip dari Republika.co.id , Minggu (2/10/2022), dalam artikel Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Kapolda Jatim: 127 Orang Meninggal Termasuk 2 Polisi.

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 07 Jun 2026, 13:08 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga Tegaskan Aksi Nyata Kurangi Emisi Karbon

Jasa Marga memperkuat komitmen iklim melalui Roadmap Net Zero Emission dan berbagai aksi pengurangan emisi.

Nasional 07 Jun 2026, 12:56 WIB

PNM Dorong Pemberdayaan dan Kenaikan Pendapatan Nasabah untuk Lawan Rentenir

PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.

Bisnis 07 Jun 2026, 12:46 WIB

HR Asia Anugerahkan BNI Predikat Best Companies to Work for in Asia 2026

BNI kembali meraih Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia berkat budaya kerja dan SDM unggul.

News 07 Jun 2026, 12:36 WIB

Pertamina Patra Niaga JBB Tegaskan Distribusi BBM Publik Normal usai Kecelakaan Mobil Tangki Industri di Cipali

Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM masyarakat tetap aman pascainsiden mobil tangki industri di Tol Cipali.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:34 WIB

CFD Rasuna Said Bukan Hanya Tempat Olahraga, Turut Jadi Ruang Sosialisasi Pilah Sampah!

Selain menjadi tempat baru untuk berolahraga, CFD Rasuna Said menjadi tepat untuk memberikan informasi terkait Gerakan memilih sampah.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:23 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Dibuka, Pramono Anung: Potensi Jadi Landmark Baru

Resmi dibuka rutin tiap minggu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir di Car Free Day (CFD) dengan berolahraga di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).

Sport 07 Jun 2026, 11:38 WIB

Raymond-Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, BNI Tegaskan Pentingnya Pembinaan

BNI mengapresiasi Raymond-Joaquin yang lolos ke final Indonesia Open 2026 sebagai hasil pembinaan berkelanjutan.

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:43 WIB

Pemprov DKI Bekerjasama dengan BMKG Siapkan EWS, Ini Deretan Fungsinya!

Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:14 WIB

Imbauan Gunakan Masker! Kualitas Udara DKI Jakarta Terburuk ke 2 di Dunia, Bisa Picu Penyakit ISPA

Imbauan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar rumah pada Minggu, 7 Juni 2026 untuk menggunakan masker.

Metropolitan 07 Jun 2026, 09:58 WIB

Dipastikan Cerah! BMKG Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 7 Juni Tidak Ada Hujan, Suhu Capai 35 Derajat!

Informasi prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ekonomi 07 Jun 2026, 06:31 WIB

Satu Dekade, Public Gold Indonesia Targetkan 10 Juta Pelanggan di 2030

Public Gold Indonesia tidak hanya dipercaya menjadi layanan penyedia logam mulia bagi individu maupun korporasi, tetapi secara aktif mengedukasi masyarakat untuk memahami emas

Internasional 06 Jun 2026, 23:15 WIB

Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total

Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait & Bahrain dengan rudal balistik. Dampaknya, pasar energi global terguncang, Selat Hormuz terancam ditutup, dan Rupiah sempat anjlok ke Rp18.095 per dolar

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.

Jakarta Selatan 06 Jun 2026, 17:20 WIB

Jadwal HBKB Rasuna Said Minggu Ini, Ada Cinta Laura hingga Bazar Murah!

HBKB Rasuna Said dimulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30-09.00 WIB. Acara dimeriahkan Cinta Laura, parade sampah, bazar pangan murah, festival UMKM, ondel-ondel, dan pendaftaran KLG lansia/disabilitas

Bisnis 06 Jun 2026, 16:49 WIB

PNM Bangun Budaya Kerja Apresiatif Lewat PNM Excellence Awards 2026

27 tahun PNM bareng 70 ribu insan luncurkan PNM Excellence Awards 2026. Simak langkah besar bangun budaya kerja apresiatif di sini!

Ekonomi 06 Jun 2026, 16:35 WIB

PNM Siapkan Langkah Transformasi Berbasis Kebermanfaatan yang Berkelanjutan

PNM mulai babak baru transformasi berbasis kebermanfaatan. Temukan strategi pemberdayaan UMKM dan komitmen sosiokultural untuk Indonesia maju!

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.