AYOJAKARTA.COM – Polemik dugaan ijazah palsu milik Jokowi yang menyita perhatian publik, menurut Ketua Solidaritas Merah Putih Silfester Matutina merupakan bagian dari agenda politik.
Selain karena dasar hukumnya yang tidak jelas, kemunculan tudingan ijazah palsu juga dibarengi dengan berbagai kasus dan seluruhnya sangat merugikan pihak Jokowi.
Perkara ijazah palsu milik Jokowi, pemakzulan GIbran, menurut Silfester Matutina lahir karena adanya partai politik yang juga ikut bermain.
Baca Juga: Final Chapter Clash of Champions Season 2: Harga Tiket Meet and Greet dan Cara Beli di Sini
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah diskusi, Ketua Solidaritas Merah tersebut menyebutkan ada peran dari dari partai politik tertentu.
Terkait dengan parpol yang ditengarai ikut mendanai gerakan Roy Suryo CS, Silfester menduga 'Partai Biru' sebagai salah satu penggagasnya.
Pernyataan mengenai adanya keterlibatan dari 'Partai Biru' dalam kasus ijazah palsu, pertama kali disampaikan oleh Ade Darmawan yang merupakan Sekjen Peradi Bersatu.
Menurut Ade yang saat itu terlihat menggunakan baju kemeja warna biru, kasus ijazah palsu didanai oleh salah satu parpol dengan atribut senada dengan pakaiannya.
“Seluruh Indonesia sudah melihat saya berbaju apa, kita challenge masyarakat untuk berpikir sendiri, siapa sih Dalangnya,” ujar Ade.
Baca Juga: Sesuai SKB 3 Menteri! Catat Sisa Tanggal Merah dan Cuti Bersama Bulan Agustus 2025
Disamping Partai Nasdem dan Partai Amanat Nasional, istilah Partai Biru juga disebut-sebut oleh sebagian kalangan merujuk kepada Partai Demokrat.
Menyikapi anggapan Ketua Solidaritas Merah Putih, Azam Khan selaku Sekjen TPUA memastikan tudingan tersebut tidak benar.
“Pernyataan itu perlu dicabut agar tidak berkembang kemana-mana, karena faktanya tidak ada seorang-pun yang mendanai,” tegas Azam dikutip Ayojakarta dari Kompas TV.
Ijazah Palsu, Pemakzulan Gibran dan potensi naiknya AHY, serta Roy Suryo yang sempat menjadi kader Partai Demokrat, oleh sejumlah kalangan dianggap bukan hanya kebetulan.
Sehubungan dengan pernyataan dari Ketua Solidaritas Merah Putih soal keterlibatan Partai Biru dalam pusaran kasus Jokowi, Agus Harimurti Yudhoyono memberi tanggapan.
Disampaikan saat menghadiri salah satu acara di Lombok Barat pada Minggu siang, AHY memastikan partainya tidak ikut mendanai apapun dalam polemik ijazah palsu Jokowi.
Baca Juga: Ramai Pajak Medsos, Ternyata Tidak Semua Jadi Sasaran DJP Loh!
Pernyataan mengenai keterlibatan Partai Biru yang disampaikan oleh Silfester Matutina, menurut AHY adalah sebagai bentuk fitnah besar.
Pernyataan mengenai keterlibatan Partai Biru, menurut Yunarto selaku Analis Politik Charta Politika sangat berpotensi membawa persoalan serius.
Potensi adanya intrik antara partai pendukung diantara koalisi KIM Plus, menurut Yunarto akan membuat kewibawaan Presiden Prabowo ikut tergerus.
Para relawan Jokowi menurut Yunarto perlu lebih bijaksana dalam membaca fenomena, sehingga tidak berkembang menjadi kabut asumsi.
“Apalagi ini menyangkut dua nama mantan Presiden yang setahu saya sangat dijaga oleh Pak Prabowo,” jelas Yunarto. ***
Share this article
Polemik dugaan ijazah palsu milik Jokowi yang menyita perhatian publik, disebut merupakan agenda politik