AYOJAKARTA.COM - Proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, Whoosh kini sedang menjadi sorotan.
Sorotan kereta cepat Whoosh ini berkenaan dengan utang yang saat ini sedang dihadapi Indonesia.
Menanggapi utang yang dimiliki oleh kereta cepat Whoosh, Menteri keurangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Purbaya Yudhi Sadewa enggan untuk membayar menggunakan APBN.
Menurut Purbaya pihak pemberi pinjaman proyek Whoosh yakni China Development Bank (CDB) memiliki struktur pembayaran yang baik dan transparan.
Pihak Whoosh diketahui sedang melakukan studi mengenai skema pembayaran yang nantinya akan dikaji oleh pemerintah.
Sedangkan, pihak Danantara yang digadang-gadang akan membayar utang dari Whoosh menolak tegas dan menyebutkan bahwa dana Danantara hanya untuk investasi.
Hal ini disampaikan oleh Pandu Sjahrir selaku Chief Investment Officer Danantara.
"Nggak ada buat bayar utang, semuanya untuk invstasi," pungkasnya dalam keterangan resmi dikutip ayojakarta.com pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Baca Juga: 2 Proyek Terbengkalai di DKI Jakarta akan Segera 'Diurus' oleh Pramono Anung
KCIC Whoosh
Sebagai informasi biaya proyek KCIC Whoosh awalnya disepakati US$ 6,02 miliar namun membengkak menjadi US$ 7,22 miliar atau sekitar Rp116 triliun.
Dari total utang tersebut 75% dipinjamkan oleh China Developmment Bank (CDB).
Adapula beban utang pokok sekitar ± Rp 81 triliun (belum termasuk beban bunga).
KCIC sendiri merupakan program dari era Joko Widodo yang diresmikan pada 2 Oktober 2023.***

Share this article
Proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, Whoosh kini sedang menjadi sorotan.