AYOJAKARTA.COM - Ramai menjadi sorortan, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh ikut dikomentari oleh Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD.
Terkini, Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan mark up dalam proyek KCJB tersebut.
Dugaan mark up ini berkenaan dengan hitungan pembangunan yang berbeda dari pihak Indonesia dan pihak China atas biaya yang dikeluarkan.
Baca Juga: Utang Proyek KCIC Whoosh Siapa yang Bayar? Danantara dan Menkeu Satu Suara Menolak untuk Membayar
"Dugaan markupnya gini. Menurut pihak Indonesia, biaya per 1KM kereta Whoosh US$ 52 juta, tapi China sendiri US$17-18," pungkas Mahfud MD yang dikutip ayojakarta.com dari YouTube Mahfud MD Official.
Selain itu Mahfud MD pun menyinggung tantang biaya bunga untuk proyek ini.
Awal mula para ahlid ari UI dan UGM sepakat dengan Jepang yang memberikan bunga 0,1%.
Namun, secara tiba-tiba Indonesia memilih China dengan bunga yang jauh lebih besar 2% bahkan kemudian membengkak menjadi 3,4%.
Naiknya bunga ini menjadi persoalan sulitnya Indonesia untuk mebayar utang yang dimiliki.
Menteri Keuangan saat ini Purbaya Yudhi Sadewa sendiri enggan untuk membayar utang KCJB Whoosh menggunakan APBN.
Baca Juga: BBM dengan Campuran Etanol 10 Persen Ditargetkan akan Dimulai Tahun Depan
Sebagai informasi pembangungan proyek KCJP Whoosh sendiri ternyata sempat ditolak secara tegas oleh Menteri Perhubungan saat itu Ignasius Jonan.
Hal ini berkenaan dengan dokumen, regulasi, dan perjanjian yang belum dipenuhi.
Selain itu rute Jakarta-Bandung yang dinilai terlalu pendek dengan biaya tinggi.***

Share this article
Ramai menjadi sorortan, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh ikut dikomentari oleh Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD.