AYOJAKARTA.COM - Gunung Semeru yang berlokasi di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur diketahui mengeluarkan erupsi pada Rabu siang, 19 November 2025 sekitar pukul 14.13 WIB.
Menurut pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas hingga sejauh 13 kilometer.
BPBD Jawa Timur mengimbau warga agar menjauh dari lokasi zona bahaya.
Baca Juga: Huawei Mate 70 Air vs Samsung Galaxy S25 Edge, Lebih Oke Kamera yang Mana?
PVMBG pun menyebutkan ada kenaikan aktivitas vulkanik dari Gunung Semeru yang semula berada di level II atau 'Waspada' ke level III atau 'Siaga' pada hari ini, sejak pukul 16.00 WIB.
Setelah satu jam, tepatnya 17.00 WIB, status aktivitas vulkanik dinaikkan ke level tertinggi yakni level IV atau 'Awas'.
Dengan kenaikan satus tersebut, otoritas kegunungapian PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun sejauh 20 km dari pusat erupsi.
Selain itu masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai.
Baca Juga: Densus 88 Bongkar Jaringan Terorisme dengan Perekrutan Anak-anak di Medsos dan Game Online!
Tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 8 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Beberapa daerah yang harus diwaspadai terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang diketahui menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung mulai 19 November hingga 26 November 2025.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru diketahui menutup akses total untuk pendakian.***
Share this article
Pemerintah Kabupaten Lumajang diketahui menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari