AYOJAKARTA.COM - Program kebanggaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dihina sejumlah pihak, Presiden Prabowo Subianto minta video dari ujaran kebencian tersebut dikumpulkan.
Hal ini disampaikan Prabowo ketika hadir dalam peresmian 1.079 SPPG Polri di Jakarta Barat, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Prabowo meminta M Qodari yang merupakan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) untuk mengumpulkan video-video tersebut.
"Pak Qodari tolong dikumpulin ya video yang ramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya menghina Bangsa Indonesia," ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menyebutkan bahwa program MBG yang ia jalankan ini bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia.
"Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina, ini harus ada rekam digital ya, Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta," pungkasnya.
Kasus Keracunan Makanan MBG
Sejak uji coba hingga pelaksanaan awal program MBG di sejumlah daerah, sempat muncul beberapa laporan dugaan keracunan makanan yang dialami siswa setelah menyantap menu MBG.
Menurut data dari Jaringan pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) sejak 2025 hingga awal 2026 kasus keracunan akibat MBG mencapai 21.542 orang.
Kasus-kasus tersebut terjadi di beberapa wilayah dan mengakibatkan puluhan siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare ringan.
Namun, sebagian besar korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi membaik.
Baca Juga: BTN Percepat Transformasi Digital, Hadirkan Experience Center di Mall
Perbedaan SPPG BGN dan SPPG Polri
Dengan diresmikannya SPPG Polri, timbul pertanyaan apa bedanya dengan SPPG dari BGN?
Berikut perbedaan antara SPPG BGN dan SPPG Polri yang dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber:
SPPG BGN berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional dan berfungsi sebagai pelaksana utama program MBG. Tugasnya meliputi:
- Menentukan standar gizi dan menu
- Mengelola anggaran program
- Mengawasi kualitas bahan baku dan produksi
- Mengatur sistem distribusi nasional
Sementara itu, SPPG Polri dibentuk oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional tersebut. Perannya lebih pada:
- Penyediaan fasilitas dapur di wilayah tertentu
- Dukungan logistik dan distribusi
- Pengamanan dan pengawasan di lapangan
Dengan demikian, SPPG BGN merupakan pelaksana utama kebijakan gizi nasional, sedangkan SPPG Polri berperan sebagai mitra pendukung untuk memperluas jangkauan program MBG di berbagai daerah.***
Share this article
Program kebanggaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dihina sejumlah pihak, Presiden Prabowo Subianto minta video dari ujaran kebencian tersebut dikumpulkan.