AYOJAKARTA.COM- Cegah kembali tragedi longsor sampah kembali terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Pemprov DKI Jakarta lakukan stabilisasi area.
Stabilisasi area ini berkenaan mengenai penataan dan penguatan zona timbunan agar kembali stabil dan aman bagi operasional.
"Penataan dan penguatan zona timuban dilakukan secara bertahap agar timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangan resmi dikutip ayojakarta.com pada Senin, 9 Maret 2026.
Ketika kejadian terjadi, Asep menyebutkan bahwa pelayanan publik mengenai sampah tetap dilakukan dan berjalan semestinya.
Baca Juga: Kasus Longsor Sampah Bantargebang: 5 Truk Tertimbun hingga 3 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Salah satu titik di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari untuk kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta.
Langkah ini diambil agar proses pengangkutan sampah tetap terjadi dan tidak ada penumpulan sampah di area terdampak.
Sebagai informasi, tragedi longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, menyebabkan 3 korban meninggal dunia terdiri dari seorang pemilik warung, pemulung hingga sopir truk dari Sudin LH Jakarta Pusat.
Selain itu, 1 korban yang merupakan sopir truk Sudin LH Jakarta Selatan diketahui mengalami luka ringan dan segera mendapatkan penanganan medis.
Pemprov DKI Jakarta pun sempat melakukan operasi tanggap darurat untuk penanganan korban longsor dan keselamatan bagi petugas di lapangan.***
Share this article
Cegah kembali tragedi longsor sampah kembali terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Pemprov DKI Jakarta lakukan stabilisasi area.