AYOJAKARTA.COM - Diduga sinkhole, fenomena lubang besar yang terjadi di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, semakin meluas.
Badan Geologi ESDM Lana Saria menyebutkan bahwa lubang besar yang terjadi di Aceh Tengah tersebut tidak bisa dikatakan sinkhole atau lubang amblesan.
"Fenomena sinkhole memang identik dengan batuan gamping (karst), namun kejadian di Pondok Balik membuktikan bahwa material vulkanik juga memiliki kerentanan serupa," pungkasnya dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber pada Minggu, 1 Februari 2026.
Lebih lanjut menurut Lana, gerakan tanah dari lubang raksasa tersebut sudah terjadi sejak lama dan semakin luas karena batuan, kemiringan lereng, hingga aliran irigasi.
Penyebab lubang semakin besar diketahui karena pengikisan tebing ke arah samping oleh aliran air yang dapat memperlebar tebing atau lembah.
"Selama penyebab berupa aliran air di bawah permukaan tidak bisa dihentikan maka berpotensi adanya perluasan," pungkasnya.
Menanggapi kasus ini, Bupati Aceh Tengah Halil Yoga menyebutkan pihaknya sudah meminta tim teknis untuk melakukan kajian dan penanganan terhadap lubang besar tersebut.
Baca Juga: Kasus Virus Nipah, BRIN Bongkar Risiko Penularan di Indonesia!
Dampak dan Bahaya bagi Masyarakat
Jika dibiarkan, lubang besar ini berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, mulai dari kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, hingga jaringan irigasi dan permukiman warga.
Selain itu, lubang yang terus melebar dapat mengancam keselamatan jiwa warga, terutama anak-anak dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Risiko longsor susulan juga dapat terjadi, terutama saat curah hujan tinggi.
Dampak lainnya adalah terganggunya aktivitas ekonomi dan pertanian warga akibat rusaknya lahan serta akses transportasi.
Oleh karena itu, diperlukan penanganan segera dan langkah mitigasi untuk mencegah korban serta kerugian yang lebih besar.***

Share this article
Diduga sinkhole, fenomena Lubang besar yang terjadi di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah semakin meluas.