AYOJAKARTA.COM -- Imbas peretasan Pusat Data Nasional (PDN) memicu kekacauan di banyak instansi pemerintah dan layanan publik di Indonesia.
Diketahui, peretasan ini menyebabkan kebocoran data di Pusat Data Nasional (PDN) yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kelompok peretas Brain Cipher baru-baru ini bagaikan tamparan keras bagi keamanan siber Indonesia.
Peretasan terhadap PDNS 2 ini berakibat pada gangguan layanan publik penting, termasuk BPJS Kesehatan, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan E-Paspor.
Dampak Nyata Peretasan PDNS 2 dirangkum ayojakarta.com dari berbagai sumber, Jumat (5/7/2024).
Baca Juga: Usai PDNS 2 Diserang Ransomware, Ini Tanggapan Menkominfo Budi Arie Ketika Didesak Mundur
1. Kebocoran Data Kesehatan
Peretasan ini dikhawatirkan berakibat pada bocornya data kesehatan masyarakat Indonesia.
Hal tersebut memperparah rentetan kebocoran data sensitif seperti BPJS Kesehatan dan E-HAC di masa lampau.
Baca Juga: PDNS 2 di Serang Ransomware, Putra Aji Adhari White Hacker Bocorkan 7 Cara Amankan Data Cyber Attack
2. Gangguan Layanan Pendidikan
Kemendikbudristek melaporkan 47 domain layanan pendidikan terdampak termasuk laman KIP Kuliah yang sempat terhenti saat pendaftaran.
Sebanyak 800.000 data calon mahasiswa dikabarkan hilang dan proses pendaftaran harus diulang.
3. Penundaan Penerbitan E-Paspor
Sebanyak 60.000 penerbitan E-Paspor terhambat akibat gangguan teknis di PDN, menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ini.
Demikian deretan dampak dari serangan Ransomware yang sukses mengacaukan sistem pelayanan publik di Indonesia.***
Share this article
Diserang ransomware, inilah tiga layanan publik yang terdampak paling parah imbas PDNS 2, mana saja?