AYOJAKARTA.COM — Kasus penemuan jasad wanita dalam koper terus berkembang, hingga polisi berhasil menguak motif pelaku yang sudah menjadi tersangka.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, Jumat, 3 Mei 2024, terungkap perkataan korban yang membuat tersangka emosi dan gelap mata.
"Perkataan itulah yang mungkin menyulut emosi daripada tersangka yang selanjutnya tersangka membenturkan kepala korban sehingga korban pingsan dan disekap mulutnya, selanjutnya dicekik selama kurang kurang lebih 10 menit," jelas Wira, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu, 4 Mei 2024.
Sebelum sampai ke perkataan yang memancing emosi tersebut, Wira menjelaskan beberapa kejadian sebelumnya.
Penyelidikan menyatakan bahwa sebelum kejadian tragis tersebut, tersangka dan korban telah menjalin hubungan intim pada bulan Desember sebelumnya.
Baca Juga: 4 Fakta Unik Wanita Gemuk, Benarkah Hidupnya Selalu Bahagia?
"Pada saat kejadian, tersangka sedang bertugas melakukan audit kinerja perusahaan. Korban tidak menolak ajakan untuk keluar karena pada awalnya mereka sepakat untuk melakukan hubungan suami istri. Namun, ketika korban menanyakan tentang status hubungan mereka dan meminta tersangka untuk menikahi, tersangka menolak dan menyatakan bahwa hubungan mereka hanya berdasarkan suka sama suka," beber Wira.
Kemudian kata-kata yang membuat tersangka tersulut emosi yaitu karena korban menanyakan status hubungan mereka yaitu, "Kita mau bagaimana?", kemudian tersangka menjawab, "Ini kan cuma senang-senang saja, kita sama-sama mau".
Mendengar jawaban seperti itu. korban memaksa tersangka bertanggung jawab dan menikahinya.
Namun tersangka menjawab, "Kamu pinjam uang setoran ini, nanti kita nikah".
Tapi korban menolak kemudian tersangka bertanya "Mau dinikahin atau tidak?".
Baca Juga: Geger! Kasus Wanita dalam Koper di Cikarang, Suami Korban: Saya Sempat Dituduh Sebagai Pelaku
Kemudian korban menyatakan, "Tapi takut kalau pakai uang perusahaan".
Artinya korban menjelaskan mau dinikahi tapi takut pakai uang perusahaan.
Lalu tersangka menjawab dia mau tanggung jawab jika ada apa-apa (soal laporan keuangan) dalam perusahaan ini.
Wira menjelaskan hal ini mungkin saja terjadi, karena posisinya sebagai auditor bisa membuat laporan di perusahaan dikondisikan oleh si tersangka.
Tapi korban menjawab, "Ngapain ngurusin yang kayak gini, saya enggak ikut-ikut. Saya mau setor uang, ngapain auditor kayak kamu".
Perkataan terakhir itulah yang mungkin menyulut emosi tersangka yang selanjutnya membunuh tersangka.
Perlu diketahui bahwa hubungan antara korban dan tersangka awalnya berawal dari hubungan profesional.
Korban adalah pemegang keuangan di PT Kobe cabang Bandung, sementara tersangka bertugas sebagai auditor perusahaan tersebut.
Tersangka AARN kini telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta yang terjadi dalam kasus ini.***

Share this article
Kasus penemuan jasad wanita dalam koper terus berkembang, hingga polisi berhasil menguak motif pelaku yang sudah menjadi tersangka.