AYOJAKARTA.COM – Respons Hasan Nasbi soal film dokumenter Dirty Vote yang muncul di hari tenang sebelum hari Pencoblosan.
Hal tersebut dikarenakan film Dirty Vote membuat banyak masyarakat Indonesia yang turut berpartisipasi untuk tidak golput pada Pilpres 2024.
Sebagai informasi golput yang merupakan singkatan dari golongan putih, sebutan ini biasanya diberikan kepada masyarakat yang memilih apatis dengan pemilihan pejabat negara.
Baca Juga: 3 Keutamaan Nisfu Syaban Bagi Umat Islam, Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
“Menurut saya tuh, di hari tenang itu ada Dirty Vote, itu sebenarnya bukan menambah sesuatu buat kita, tapi mempertebal iman kita buat datang ke TPS, reaksi jadi positive,” ucap Hasan Nasbi.
Panangian Simanungkalit ikut setuju dengan pernyataan Hasan Nasbi, pasalnya masyarakat yang datang ke TPS pada Pilpres 2024 ini mencapai 81%, dan ini belum pernah terjadi sepanjang Pemilu.
“Ternyata memang benar, 81% tingkat partisipasi, belum pernah terjadi,” ucap Panangian dalam akun YouTube nya.
Disamping itu, Hasan Nasbi bahkan menyebutkan sangat banyak sekali serangan-serangan yang terjadi pada Pemilu 2024 ini.
Padahal Hasan Nasbi menyebutkan bahwa capres Prabowo Subianto setelah debat terakhir sudah tidak ingin berdebat lagi.
Hal ini dibuktikan saat debat kelima terakhir yang diselenggarakan oleh KPU, dimana masyarakat yang menyaksikannya terlihat bosan pada debat terakhir tersebut.
“Oh serangannya nggak berhenti-berhenti, padahal kan pak Prabowo tuh setelah debat terakhir itu sudah berhenti berdebat, coba lihat debat terakhir kan kita ngantuk, pak Prabowo sudah nggak mau berdebat,” jelas Hasan Nasbi.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Yuk Asah Kemampuan Observasi Kamu, Coba Temukan Tikus di Antara Jamur
Bahkan Hasan Nasbi menjelaskan pada pidato terakhir Prabowo Subianto di Kampanye akbar GBK juga menjelaskan, kalau dirinya ingin merangkul dan bersama-sama mengurus bangsa.
“Karena perasaan beliau ya kita sudah mau selesai, memperbaiki semuanya, waktu pidato terakhir juga di GBK beliau, kita sudah selesai, kita habis ini akan rangkul-rangkulan, kita akan bersama-sama mengurus bangsa,” tutur Hasan Nasbi.
Film dokumenter Dirty Vote sendiri merupakan film dokumenter berdasarkan data yang diberikan oleh barbagai sumber, memperlihatkan dugaan kecurangan yang terjadi selama pemilu 2024.
Masyarakat dapat melihat dugaan kecurangan dari 3 paslon dan lebih mendalam perihal kasus MK Anwar Usman dkk yang diketahui sebagai adik ipar dari Jokowi.
Film Dirty Vote ini dibintangi oleh tiga tokoh pakar Hukum Tata Negara, yakni Feri Amsari, Jentera Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar.***

Share this article
Respons Hasan Nasbi soal film dokumenter Dirty Vote yang muncul di hari tenang sebelum hari Pencoblosan.