AYOJAKARTA.COM - Menjelang Pilpres 2024, Bossman Mardigu, seorang pengusaha sekaligus pengamat pemerintah, kini ungkap pandangannya.
Dalam tayangan YouTube Novel Baswedan, Bossman Mardigu menyinggung para pendukung paslon yang saat ini sangat sensitif.
Terlebih, menurut Bossman Mardigu politik saat ini lebih sensitif daripada 'tespek' kehamilan.
"Politik ini jadi sangat sensitif, politik ini lebih parah dari tespek, sangat sensitif," ujar Bossman Mardigu
Pemilik nama lengkap Mardigu Wowiek Prasantyo blak-blakan berbicara soal pandangannya terhadap Pilpres 2024, jika ada yang menang maka bisa saja disebut curang.
Baca Juga: Kapan Kampanye Pilpres Berakhir dan Apa Tahap Selanjutnya?
"Saya pikir jadi, kadang-kadang kalau ngomong itu semua orang udah kayak ini kalau 02 menang, pasti curang, bener nggak? Kalau 01 menang, juga pasti curang. Karena nggak mungkin menang satu putaran, pasti dua putaran, gila nih segitu parahnya yang ada di murka orang-orang ini," ungkapnya.
"Padahal ini, saya mau nanya nih temen-temen yang di rumah, kalau 03 dan 02 masuk babak kedua, 01 kalah, sakit hati nggak kalian?," lanjutnya.
Ia kemudian menanyakan jika terjadi dua putaran, bagaimana pihak Partai seperti NasDem dan PKS apakah bisa gabung ke paslon capres-cawapres nomor urut 2 dan 3.
"Pertanyaannya, sudah nggak ada Mas Anies, NasDem sama PKS ke mana? 02 atau 03? Gue nanya nih," katanya.
Baca Juga: Panas! Inilah Deretan Kampus yang Kritik Sikap Presiden RI Jelang Pilpres 2024, Mulai UGM hingga UI
Ia bahkan tak segan mengungkapkan jika ia bisa 'dibunuh' jika dirinya mengatakan paslon nomor urut 1 kalah.
"Lu hina habis-habisan terus gabung, itu realistik lho, karena udah nggak ada figur Mas Anies lagi. Loh, nggak mungkin 01 kalah, ya sudah, yang ada terus ngotot-ngotot gue bisa dibunuh," terangnya.
Dengan suasana ngobrol santai, Bossman Mardigu mengingatkan untuk bersikap biasa saja dalam berpolitik.
Sebab, menurutnya politik itu tidak mengubah apa-apa.
"Hanya karena sebuah politik, kan kita harus sadar ya, politik itu nggak merubah apa-apa gitu lho. Bernegara itu harus tujuh, poleksosbukham, politik itu cuma sepertujuh pilar, bener nggak?," ucapnya.
"Nah, ini kita mau ngingetin jangan terlalu berpolitik, jangan sampai 80 persen hidup kita berpolitik," tambah Bossman Mardigu.***

Share this article
Bossman Mardigu tak segan mengungkapkan jika ia bisa 'dibunuh' jika dirinya mengatakan paslon nomor urut 1 kalah.