AYOJAKARTA.COM - Dampak yang ditimbulkan dari proses manipulasi video rekaman CCTV yang dilakukan M Nuh Al Azhar berujung pada vonis panjang Jessica Wongso.
Langkah teknik yang dilakukan M Nuh dalam menyudutkan Jessica Wongso dengan melakukan penurunan kualitas gambar dari resolusi tinggi ke rendah.
Akibat penurunan kualitas gambar tersebut, sejumlah saksi ahli dari berbagai disiplin ilmu, mengalami kekeliruan dalam menganalisa perilaku Jessica Wongso.
Adanya perbuatan menurunkan resolusi, secara tertulis juga dapat diketahui melalui Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh M Nuh Al Azhar dan Christopher Rianto.
Di mana dalam BAP milik Christopher Rianto, tertulis jelas resolusi video kegiatan Jessica adalah memiliki dimensi Lebar 1920 dan Tinggi 1080 pixel.
Selain itu, melalui Berkas Acara Pemeriksaan milik Christopher Rianto juga diketahui kecepatan laju frame yang mencapai 25 frame per detik.
Sedangkan pada BAP yang ditandatangani oleh M Nuh, angka-angka tersebut mengalami sejumlah penurunan atau terdapat perubahan.
Dari Christoper yang semula memiliki dimensi Lebar 1920 menjadi 960, dan Tinggi yang sebelumnya 1080 menjadi 576 pixel.
Di samping itu, laju kecepatan frame yang pada BAP milik Christopher sebanyak 25 per detik, data tersebut tidak dapat diketahui lagi pada BAP M Nuh.
Adanya perbedaan keterangan informasi antara M Nuh dan Christoper dari sumber rekaman video yang sama, mengindikasikan terjadinya manipulasi.
Salah satu hal paling mencolok dari kesalahan menganalisa rekaman, terjadi saat M Nuh memberikan kesaksian perihal gestur Jessica Wongso selama menunggu Hani dan Mirna.
Buntut dari kesaksian yang bersumber dari manipulasi data, berujung pada vonis 20 tahun penjara bagi Jessica Wongso.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Saksi Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar melalui kanal Youtube-nya.
Keterangan berbeda hasil pemeriksaan alat bukti tersebut, menurut Rismon Sianipar merupakan bukti tidak terbantahkan dari adanya manipulasi.
Baca Juga: Aktivitas Jessica Wongso dan Rekaman CCTV Tidak Sinkron, Rismon Sianipar Ungkap Ada yang Diubah
“Inilah bukti yang sampai saat ini mereka tidak bisa bantah, karena ini matematik, makanya saya berani, kalau nggak ya takut juga saya,” jelas Rismon.
Rismon Sianipar menyebut, isi keterangan dalam BAP pembanding antara M. Nuh dan Christopher merupakan bukti yang paling ditakuti.
Karena itu melalui kanal youtube-nya, Rismon kembali meminta perhatian dari Tito Karnavian serta Krishna Murti selaku Petinggi Polisi yang ikut menangani.
Sebab perilaku yang dilakukan oleh M. Nuh selaku anak buahnya, menurut Rismon merupakan hal menjijikan.
“Lihatlah Pak Tito, Pak Krishna Murti bagaimana anak buah kalian ini bekerja?” ungkap Rismon dikutip Ayojakarta, Senin 29 Januari 2024 dari kanal YouTube Balige Academy. ***

Share this article
Rismon Sianipar kembali buka suara soal kasus Jessica Wongso, kini minta Tito Karnavian dan Krishna Murti menanggapi.