AYOJAKARTA.COM -- Kasus kopi sianida Jessica Wongso memang masih terus mendapat sorotan publik dan ramai diperbincangkan, apalagi saat ini sang kuasa hukum, Otto Hasibuan hendak mengajukan PK kedua kalinya.
Otto Hasibuan masih terus berupaya mencari novum atau bukti baru yang akan melengkapi proses pengajuan PK untuk kasus Jessica Wongso.
Termasuk beberapa diantaranya adalah proses pelaporan pihak-pihak yang diduga memiliki keganjalan di dalam kasus Jessica Wongso ini.
Meski demikian, Otto Hasibuan masih tetap kekeh terhadap satu sosok yang dianggapnya ada kunci utama di dalam kasus kopi sianida tersebut.
Pasalnya sosok inilah yang mengungkapkan pertama kali bahwa Mirna korban yang tewas di kasus ini sebagai korban pembunuhan yang diracuni.
Padahal saat itu jenazah Mirna yang tewas usai menenggak kopi Vietnam di Kafe Olivier akan dikuburkan oleh keluarga dengan cara penguburan pada umumnya dan tidak ada otopsi ataupun hal-hal mencurigakan lainnya.
Namun tiba-tiba sosok oknum ini datang dan menyatakan bahwa Mirna tewas karena dibunuh dengan racun yang akhirnya mengawali kasus kopi sianida ini.
Hal itu diungkapkan oleh Otto Hasibuan beberapa waktu lalu, di mana sosok yang dimaksud adalah oknum penegak hukum yaitu Krishna Murti yang saat kasus itu terjadi menjabat sebagai Direktur Kriminal Umum di Mabes Polri.
"Kenapa sebenarnya bisa terjadi kasus ini di pengadilan yang seharusnya tidak perlu terjadi di pengadilan, yang pertama kita lihat waktu Mirna meninggal kemudian dia diperiksa oleh dokter Djaja di embalment artinya dikasih formalin sampai tiga hari kemudian dia sudah masuk peti mayat, dia sudah mau dikuburkan, dan kalau dia dikuburkan pada waktu itu sudah selesai persoalan gak ada," cerita Otto seperti dikutip dari cuplikan video wawancara yang diunggah oleh akun Tiktok @harajuku_production, Minggu (7/1/2024).
"Tetapi, inilah kunci daripada perkara ini dan ini masyarakat semua dan dunia hukum harus mengetahui, ini kuncinya! Ketika mau dikuburkan, Krishna Murti datang dan berkata kepada ayahnya Mirna, 'Edi itu anakmu diracuni' kata dia (Krishna Murti)" lanjut Otto.
Tentu saja pernyataan Krishna Murti saat itu menjadi hal yang mengejutkan bagi keluarga Mirna khususnya sang ayah Edi Darmawan Salihin.
Padahal kala itu, Edi tidak mengetahui apa-apa soal racun sianida yang diduga menjadi penyebab kematian Mirna.
Namun, pernyataan Krishna Murti kepada Edi membuat kasus ini mulai dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Otto pun sangat heran dengan pernyataan berani Krishna Murti kepada Edi, padahal saat itu tubuh Mirna pun tidak ada otopsi.
"Kata-katanya anakmu diracuni padahal belum ada otopsi, belum ada pengambil sampel!" kata Otto dengan heran.
Ia pun masih terus bertanya-tanya darimana pernyataan Krishna Murti tersebut berasal.
"So, dari mana Krishna Murti berkesimpulan awal mendahului semua peristiwa dia mengatakan 'anakmu diracuni'," kata Otto dengan keras.
Baca Juga: 4 Kota di Indonesia Masuk Daftar Kota Terkaya di Asia Tenggara hingga Dunia
"Oleh karena itu kalau kau tidak otopsi maka kami polisi tidak bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sehingga tidak ada otopsi tidak ada kriminal. Itu kata Krishna Murti," ucap Otto menirukan apa yang disampaikan Krishna Murti berdasarkan kisah yang tertera di Netflix.
Dan sejak saat itulah, Edi Darmawan akhirnya meminta penyelidikan lebih lanjut di kasus kematian anaknya.
Dan hal itulah yang mengawali kasus Jessica Wongso ini.
"Inilah yang menjadi sumber masalah dari kasus ini. Kalau tidak ada kata-kata ini, dia udah dikubur!" tegas Otto.
Saat ini upaya terus dilakukan pihak Jessica Wongso untuk mencari keadilan di dalam kasus tersebut.***

Share this article
Otto Hasibuan masih terus berupaya mencari novum atau bukti baru yang akan melengkapi proses pengajuan PK untuk kasus Jessica Wongso.