AYOJAKARTA.COM - Kasus Jessica Wongso semakin mengundang perhatian publik.
Terlebih, banyak pihak yang kini buka suara terkait kasus kopi sianida dengan terpidana Jessica Wongso.
Rismon Sianipar, saksi ahli digital forensik kasus Jessica Wongso pada tahun 2016 lalu terus menyatakan secara terang-terangan bahwa CCTV sebagai alat bukti di persidangan telah di rekayasa.
Ia tak gentar menyuarakan keadilan dan kebenaran melalui ilmu yang ia miliki di bidang IT.
Bahkan Rismon Sianipar tak segan menyebut sosok yang diduga telah merekayasa CCTV kasus Jessica Wongso.
Rismon Sianipar menyebut ia tak akan pernah bisa dibungkam untuk terus menyuarakan kebenaran pada kasus kopi sianida ini.
"Jumpa kembali dengan saya Rismon Hasiholan Sianipar yang tidak akan pernah bisa dibungkam untuk kita mencari keadilan di Republik ini, sudah berjanji bahwa saya tidak akan pernah berhenti sampai perekayasa CCTV Jessica ini ya Muhammad Nuh Al Azhar dan Christoper Hariman Riyanto kita hukum ya, kita penjarakan," kata Rismon Sianipar seperti dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Balige Academy pada Selasa, 2 Januari 2023.
Saksi ahli digital forensik ini terus yakin untuk bisa menyuarakan kasus Jessica Wongso kepada Kapolri hingga Presiden Jokowi.
"Kita suarakan juga kepada Kapolri, juga kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ya, supaya bapak Presiden bisa mendengarkan ini betapa caruk maruk persidangan ketika Jessica dihadirkan dapat rekayasa dan manipulasi secara terstruktur untuk memenjarakan Jessica," ungkapnya.
Baca Juga: Alvin Lim Sebut Penyelidikan dan Penyidikan Kasus Jessica Wongso Tidak Sempurna: Asal-asalan!
Ia pun mengatakan bahwa rekayasa CCTV yang diduga dilakukan oleh dua saksi ahli tersebut dengan cara mereduksi frame dari full high definition menjadi standar definition.
Ia berharap di akhir tahun 2023 punya resolusi, karena 2024 memiliki tugas besar demi keadilan kepada Jessica.
"Oleh karena itu, kami bersama netizen, bersama orang yang ingin menegakkan keadilan kami ingin Anda dihukum, kami ingin Anda itu jera, stop untuk melakukan tersebut, Anda itu sangat manipulatif, sangat jahat, keilmuan Anda, Anda pakai untuk memanipulasi bukan hanya Jessica tapi peradilan dan publik," jelasnya.
Selain itu, ia juga memberikan pesan khusus kepada perekayasa CCTV kasus Jessica Wongso untuk tidak bersembunyi dan terus terang mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Anda berteriak keras menantang saya, tapi Anda sendiri tidak berani datang di Kompas TV, dan pada saat ini juga jika Anda punya keberanian jangan bersembunyi," ungkapnya.
Baca Juga: Sebut Kasusnya Sama dengan Jessica Wongso, Alvin Lim: Mereka Lebih Parah daripada Penjahat!
Ia juga menyampaikan pesan kepada perekayasa CCTV jika tidak punya keberanian untuk berjumpa secara psikotis, maka berikan sanggahan di podcast atau melalui atasan.
"Kalau Anda punya ruang untuk berargumen, tapi berdasarkan keilmuan image processing dan video processing Anda tidak punya ruang apalagi untuk memberikan alasan, Anda sudah tertangkap basah. Anda tidak punya sedikit pun alasan untuk ngeles ya, untuk membenarkan tindakan Anda," ujar Rismon Sianipar. ***

Share this article
Rismon Sianipar terus menyatakan secara terang-terangan bahwa CCTV sebagai alat bukti di persidangan telah di rekayasa.