AYOJAKARTA.COM - Analis politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arga Pribadi Imawan mengungkapkan bahwa Jawa Tengah yang dikenal sebagai kandang banteng akan menjadi medan pertempuran sengit antara calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka dan PDIP.
Menurut survei terbaru Populi Center yang dipublikasikan beberapa waktu lalu, elektabilitas PDIP mengalami penurunan dari 20,5 persen menjadi 18,1 persen.
Kondisi ini diperparah penilaian negatif publik terhadap PDIP saat ini.
Arga Pribadi Imawan dalam komentarnya terhadap survei tersebut menilai penurunan elektabilitas bisa disebabkan sikap ketidaktegasan PDIP.
Baca Juga: Colek Jokowi, Susi Pudjiastuti Ngaku Sedih dengan Menu Makanan Cegah Stunting Depok
Ia menekankan bahwa partai tersebut harus menunjukkan ketegasannya terhadap manuver klan Jokowi agar elektabilitasnya tak semakin merosot.
"Sikap ketidaktegasan PDIP bisa memperburuk elektabilitasnya. Jika PDIP memperlihatkan ketegasannya terhadap manuver klan Jokowi, elektabilitas partai bisa meningkat," kata Arga Pribadi Imawan dikutip ayojakarta.com dari Suara.com pada Jumat, 17 November 2023.
Ia juga menyatakan bahwa pengaruh ekor jas sosok Presiden Joko Widodo pada elektabilitas PDIP tak terlalu besar.
Meski demikian, ia menekankan bahwa PDIP tetap merupakan partai besar dengan ideologi nasionalisme yang kuat.
"Jokowi unggul sedikit tapi PDIP tidak kalah jauh dari Jokowi," ungkapnya.
Namun dalam menghadapi Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres, Arga Pribadi Imawan meragukan kemampuan Gibran Rakabuming Raka untuk mendapatkan suara lebih banyak dibandingkan pasangan capres yang diusung PDIP yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Jawa Tengah.
Ia menilai bahwa upaya Gibran Rakabuming Raka untuk mencuri hati pemilih dengan menerapkan gaya komunikasi politik yang mirip dengan Jokowi tak akan cukup untuk menyalip Ganjar-Mahfud MD di kandang banteng.
Analis politik UGM ini menambahkan bahwa meskipun Gibran Rakabuming Raka didukung banyak loyalis Jokowi, publik juga mengetahui sisi gelap Gibran Rakabuming Raka, terutama terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkannya menjadi cawapres setelah adanya perubahan batas usia capres-cawapres.
Baca Juga: Blak-Blakan! Prabowo Subianto Beber Strategi Kebijakan Politik Luar Negeri Bila Menang Pilpres 2024
"Dugaan konflik kepentingan di balik putusan MK tersebut memberikan dampak pada citra Gibran di mata publik," ujarnya.
Menurutnya, kekritisan publik terhadap etika politik telah meningkat dan hal ini menjadi faktor krusial dalam melihat peluang Gibran Rakabuming Raka untuk menggeser PDIP di Jawa Tengah.
"Menurut saya, apakah itu akan menggeser PDIP tidak akan terlalu signifikan karena publik juga sudah sadar akan etika politik yang selama ini kita dipertontonkan caruk maruk elite yang dilakukan elite," jelasnya.***

Share this article
Analis politik UGM mengungkap persaingan sengit Gibran Rakabuming Raka dengan PDIP di Kandang Banteng.