AYOJAKARTA.COM - Tinggal menghitung hari, umat Islam akan menuju hari kemenangan Idul Fitri 2025.
Menurut kalender hijriah, Idul Fitri 2025 akan jatuh pada 31 Maret 2025.
Namun, penentuan Idul Fitri 2025 ini masih menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag).
Kemenag akan melakukan sidang isbat pada 29 Maret 2025 untuk penentuan Idul Fitri 2025.
Baca Juga: 3 Penyebab WhatsApp Kamu Belum Bisa Tambahan Fitur Musik di Status! Cek Solusinya di Sini
Dikutip dari laman kemenag.go.id, hal ini disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.
Abu Rokhmad mengatakan pihaknya sudah melakukan Rapat Persiapan Sidang Isbat Awal Syawal 1446 H di Jakarta, bersama Kemenag.
Sebagaimana biasanya, sidang isbat selalu digelar pada tanggal 29 Sya'ban untuk menetapkan awal Ramadan, 29 Ramadan untuk menetapkan awal Syawal, dan 29 Zulkaidah untuk menetapkan awal Zulhijjah," ujar Abu Rokhmad.
Untuk menentukan Idul Fitri 2025 atau awal bulan Syawal, Kemenag menggunakan dua metode yakni hisab dan rukyat yang merupakan ajaran Islam.
Baca Juga: Rilis Setelah Lebaran? Berikut Bocoran Spesifikasi Tecno Pova 7 Pro, Pakai Dimensity 7300 Ultimate
Abu mengatakan, jika hal ini sejalan dengan Fatwa MUI No 2 Tahun 2024 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Secara hisab atau perhitungan astronomi, ijtimak atau konjungsi akan terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 17.57.58 WIB.
Sebab, berdasarkan data astronomi, terbenamnya matahari posisi hilal berkisar antara minus tiga di Papua dan minus satu di Aceh.
Sedangkan, metode rukyat setidaknya ada dua dimensi dari proses Rukyatul Hilal, yakni dimensi ta'abbudi dan dimensi pengetahuan.
Untuk dimensi ta'abbudi, Abu mengatakan hal ini sejalan dengan sunnah Nabi yang dilakukan sejak dulu untuk rukyat saat akan mengawali atau mengakhiri puasa.
Kemudian dimensi pengetahuan yakni rukyat yang merupakan proses konfirmasi atas data-data hisab dan astronomis.
"Apa yang telah dihitung secara astronomi, kita konfirmasi di lapangan melalui rukyat," lanjutnya.
Proses rukyat nantinya akan dilakukan di 33 titik yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke dengan menggunakan alat yang canggih.
Dalam melaksanakan sidang isbat, Kemenag akan mengundang beberapa tokoh seperti perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, perwakilan Ormas Islam, perwakilan dari LAPAN, BMKG, BRIN, Planetarium Bosscha, dan instansi terkait.
Sidang isbat akan dimulai dengan seminar posisi hilal, dilanjut dengan sidang isbat yang digelar tertutup, kemudian konferensi pers hasil sidang isbat penentuan Idul Fitri 2025.***
Share this article
Pemantauan hilal untuk penentuan Idul Fitri 2025 akan dilakukan di 33 titik di Indonesia pada 29 Maret 2025.