AYOJAKARTA.COM – Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, buka suara mengenai pernyataan PDIP yang mengaku sedih usai Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapresnya.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kader yang meninggalkan partai politik merupakan fenomena biasa.
Prabowo Subianto mengatakan fenomena tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi.
Bahkan, Prabowo pun mengaku bahwa banyak kadernya yang juga diambil untuk bergabung ke pihak lain.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat acara peresmian Posko Pemilih Prabowo-Gibran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 30 Oktober 2023.
“Ini kan proses demokrasi. Saya juga banyak kader saya yang diambil pihak lain. Ya kita baik-baik saja. Kan kita satu bangsa satu negara,” kata Prabowo dikutip dari kanal YouTube Kompas TV Jawa Timur, Selasa, 31 Oktober 2023.
Selain itu, Prabowo juga tidak mau mengambil pusing kritikan PDIP yang menyebut Gibran Rakabuming memberikan contoh yang tidak baik.
Gibran Rakabuming dinilai tidak memberikan contoh yang baik untuk anak muda karena loncat dari jabatannya saat ini yaitu Walikota Surakarta menjadi cawapres.
Prabowo menjelaskan agar pencalonan Gibran Rakabuming sebagai cawapres tidak dilihat dari sisi negatif saja.
“Ya yang penting rakyat yang menilai ya. Kita jangan ambil negatifnya kalau menurut saya,” jelasnya.
Baca Juga: Djarot Pastikan PDIP Kawal Presiden Jokowi hingga Akhir Jabatan
Seperti yang diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming merupakan kader PDIP.
Usai dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo, DPP PDIP menyatakan secara de facto Gibran bukan lagi bagian dari partai.
Kemudian belum lama ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa pihaknya sedih karena Presiden Jokowi dan keluarga meninggalkan partai demi Gibran maju cawapres.
Hasto menyebut ranting PDIP banyak yang masih tidak percaya Presiden Jokowi dan keluarga meninggalkan partai.
Terlebih, selama ini PDIP telah banyak memberikan keistimewaan kepada Presiden Jokowi dan keluarga.
“Kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga, namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranata kebaikan dan konstitusi,” ujar Hasto.

Share this article
Menanggapi hal tersebut, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kader yang meninggalkan partai politik merupakan fenomena biasa.